HAKA Auto Siapkan 30 Diler Baru Sambut BYD PHEV 2026, Strategi Ekspansi Besar Gempur Pasar Mobil Hybrid dan Listrik Indonesia

Perusahaan otomotif HAKA Auto bersiap melakukan ekspansi besar dengan membuka 30 diler baru hingga pertengahan tahun depan. Langkah ini dilakukan menyongsong peluncuran model plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) dari BYD di Indonesia.

Hingga awal tahun ini, HAKA Auto telah mengoperasikan 15 diler BYD dan dua diler merek Denza. Rencana penambahan sampai 45 lokasi diler baru akan menjangkau berbagai kota dan kabupaten, sehingga total jaringan diharapkan mencapai 60 diler.

Strategi Menyambut BYD PHEV

Langkah ekspansi menyasar peningkatan akses layanan penjualan dan purna jual kendaraan elektrifikasi. CEO PT Bumi Hijau Motor, Hariyadi Kaimuddin, menyampaikan bahwa perluasan diler dilakukan untuk mendekatkan layanan kepada konsumen yang berada di daerah. Penetrasi kendaraan listrik selama ini terkendala oleh keterbatasan infrastruktur pengisian daya listrik (SPKLU) yang mayoritas ada di perkotaan.

Keberadaan kendaraan hybrid dan PHEV diharapkan menjadi solusi yang lebih fleksibel bagi konsumen di luar kota besar. Kendaraan ini dapat beroperasi secara hybrid maupun listrik sehingga tidak terlalu bergantung pada stasiun pengisian. “Hybrid dan PHEV adalah kendaraan ramah lingkungan yang sesuai untuk konsumen di daerah yang belum memiliki fasilitas pengisian daya memadai,” jelas Hariyadi.

Waktu Peluncuran dan Harga BYD PHEV

BYD berpotensi memperkenalkan model PHEV secara resmi pada pertengahan tahun ini. Model tersebut diperkirakan dijual dengan harga lebih kompetitif dibandingkan mobil listrik murni BYD yang sudah ada. Desain PHEV di Indonesia tidak jauh berbeda dengan versi listrik penuh.

Produksi BYD PHEV direncanakan dilakukan secara lokal di pabrik yang kini dalam tahap penyelesaian pembangunan. Produk ini akan memiliki tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di atas 40 persen. Dengan produksi lokal, diharapkan harga jual bisa bersaing secara lebih baik dengan kendaraan bermesin pembakaran internal (ICE) maupun kendaraan listrik lainnya.

Perluasan Jaringan Diler HAKA Auto di 2026

Pada semester pertama tahun depan, HAKA Auto berkomitmen meresmikan sejumlah diler baru merek BYD dan Denza. Ekspansi ini penting untuk meningkatkan layanan yang responsif dan berkualitas demi memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus meningkat.

Pembangunan diler baru memerlukan investasi cukup besar serta waktu tidak singkat. Hariyadi menyebutkan pembangunan dari nol sering terkendala proses perizinan yang memakan waktu lebih dari satu tahun. Oleh karena itu, strategi perusahaan adalah mengambil alih bangunan yang sudah ada untuk kemudian direnovasi.

Proses renovasi tersebut hanya butuh waktu sekitar tiga bulan sebelum diler bisa beroperasi. Adapun satu lokasi diler strategis diperkirakan memerlukan investasi sebesar Rp150 miliar. Skema ini mempercepat operasional diler agar penjualan dapat segera berjalan optimal setelah diresmikan.

Dukungan terhadap Pertumbuhan Kendaraan Ramah Lingkungan

Ekspansi jaringan diler BYD dan Denza oleh HAKA Auto tidak hanya bertujuan memperluas pasar tetapi juga mendukung program pengembangan kendaraan ramah lingkungan nasional. Dengan semakin lengkapnya lini produk dan layanan, konsumen mendapat lebih banyak pilihan kendaraan elektrifikasi yang sesuai kebutuhan.

Perluasan diler ke berbagai wilayah Indonesia menjamin akses dan kemudahan layanan purna jual yang selama ini menjadi kendala utama bagi penetrasi kendaraan listrik dan hybrid di daerah. HAKA Auto optimistis strategi ini dapat memperkuat posisi merek BYD dan Denza di pasar otomotif Indonesia sekaligus mempercepat adopsi kendaraan listrik di tingkat nasional.

Pergeseran tren kendaraan dari mesin bakar ke elektrifikasi memerlukan dukungan infrastruktur dan jaringan servis yang handal. HAKA Auto mengambil peran strategis tersebut dengan target membuka puluhan diler dalam waktu dekat. Peluncuran BYD PHEV dan pengembangan jaringan diler baru akan semakin melengkapi ekosistem kendaraan ramah lingkungan, membuka peluang pasar yang lebih luas serta memberikan solusi transportasi masa depan yang lebih bersih dan efisien.

Berita Terkait

Back to top button