Samsung memperkenalkan fitur keamanan baru pada Galaxy S26 yang memungkinkan perangkat melakukan restart otomatis setelah tidak digunakan selama 72 jam. Pembaruan ini hadir melalui patch keamanan Februari pada perangkat flagship tersebut dan menjadi perbincangan karena fitur serupa sebelumnya lebih dulu hadir di ponsel Google Pixel, serta perangkat iPhone dengan iOS 18.
Sistem restart otomatis ini tidak aktif secara default dan harus diaktifkan secara manual oleh pengguna. Fitur yang dinamakan “Inactivity restart” dapat ditemukan di menu Settings > Security and Privacy > More security pada Galaxy S26. Ketika ponsel tetap terkunci tanpa interaksi selama tiga hari, sistem akan melakukan reboot dan mengaktifkan mode “Before First Unlock” (BFU).
Bagaimana Fitur Inactivity Restart Bekerja
Setelah ponsel melakukan restart otomatis, sistem memerlukan otentikasi melalui PIN atau password perangkat sebelum bisa menerima notifikasi, memutar alarm, atau mengakses jaringan. Apabila pengguna mengaktifkan kunci SIM, Galaxy S26 juga tidak akan bisa menerima panggilan masuk sebelum SIM PIN dimasukkan. Selain itu, aksesori USB yang terhubung baru akan berfungsi setelah perangkat benar-benar terbuka.
Langkah ini merupakan upaya peningkatan keamanan agar data di perangkat tetap terlindungi jika ponsel tidak aktif dalam waktu lama atau hilang. Mekanisme yang mirip sebelumnya digunakan di seri ponsel Google Pixel setelah pembaruan ke Android 16.
Daftar Perangkat Galaxy yang Mendapat Fitur Serupa
Berdasarkan laporan terbaru, tidak hanya Galaxy S26 yang menerima fitur keamanan ini. Samsung juga menambahkan opsi serupa pada Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7. Berikut adalah daftar seri Galaxy yang telah mendapatkan fitur restart otomatis karena inaktivitas lewat pembaruan keamanan Februari:
- Galaxy S26
- Galaxy Z Fold 7
- Galaxy Z Flip 7
Samsung diperkirakan akan memperluas fitur ini ke lebih banyak perangkat di masa mendatang melalui update keamanan rutin. Pengguna perangkat flagship sebelumnya diharapkan tetap memeriksa pembaruan keamanan pada perangkat masing-masing.
Perbandingan dengan Fitur di iPhone dan Pixel
Apple adalah perusahaan pertama yang menghadirkan fitur serupa melalui iOS 18. Awalnya, fitur timer di iPhone ini akan memulai restart setelah tujuh hari tanpa aktivitas pengguna, namun kemudian diubah menjadi tiga hari pada pembaruan berikutnya. Sementara itu, Google juga telah menjadi pionir dengan memperkenalkan restart otomatis pada perangkat Pixel sebelum diterapkan secara masal di ekosistem Android oleh produsen lain.
Perbedaan utama antar merek terletak pada bagaimana fitur ini diaktifkan dan seberapa ketat aturan yang diberlakukan saat perangkat terkunci. Samsung masih memberikan kendali penuh pada pengguna apakah ingin menggunakan fitur ini atau tidak.
Manfaat dan Implikasi Fitur Restart Otomatis
Keamanan data menjadi alasan utama penerapan restart otomatis pada perangkat smartphone premium. Jika ponsel dicuri atau tertinggal dalam keadaan terkunci dan tidak aktif selama lebih dari tiga hari, sistem akan mengunci semua akses sensitif hingga pemilik melakukan otentikasi. Hal ini memberi perlindungan ganda dari upaya akses data oleh pihak yang tidak berwenang.
Sementara fitur ini bukanlah inovasi keamanan revolusioner, ia memperkuat ekosistem perlindungan yang telah dibangun oleh Google dan Samsung di perangkat Android. Pengguna yang sering meninggalkan perangkat dalam keadaan terkunci atau ingin memastikan data pribadi tetap terlindungi dapat mempertimbangkan untuk mengaktifkannya.
Adanya fitur ini diharapkan menjadi standar baru pada seri flagship mendatang, seiring tren keamanan yang semakin berkembang di dunia perangkat mobile. Samsung terus mengadopsi praktik terbaik industri dengan menggabungkan inovasi Google, Apple, dan skema keamanan internalnya untuk memberikan pengalaman yang lebih aman kepada pengguna Galaxy.
Source: www.androidpolice.com






