
Perhelatan Ramadan Runway 2026 kembali digelar dengan partisipasi lebih dari 60 desainer ternama yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Acara ini akan berlangsung selama 25 hari, dengan gelaran di tiga lokasi utama kawasan Kota Kasablanka, yakni Grand Atrium, Mosaic Walk, dan Fashion Atrium. Ramadan Runway mengusung tema "Blooming Ramadan," sebagai simbol pertumbuhan spiritual dan keindahan suasana Ramadan yang diibaratkan seperti musim semi.
Ramadan Runway 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi pertunjukan busana muslim, tapi juga berperan sebagai pendorong utama ekonomi kreatif nasional. Ketua APPMI Jakarta, Dana Duriyatna, menyampaikan bahwa ajang ini memberikan ruang eksplorasi, edukasi, serta promosi berkelanjutan bagi industri mode dalam negeri. Diharapkan acara ini mampu mendorong kemajuan industri modest fashion sekaligus mengangkat citra mode muslim Indonesia ke level internasional.
Kontribusi Besar dari Para Desainer Lokal
Acara ini menghadirkan karya dari desainer-desainer favorit, seperti Abeey by Ariy Arka, Bella Hasura, Clue, dan Poppy Dharsono, yang dikenal dengan keunikan desain yang memadukan gaya muslim dengan kearifan lokal Nusantara. Menurut Ketua Umum APPMI, Poppy Dharsono, modest fashion Indonesia telah berkembang selama lebih dari tiga dekade, dan Ramadan Runway adalah manifestasi nyata pengembangan tersebut. Ia menegaskan bahwa keunikan budaya lokal yang menyatu dalam desain busana muslim menjadi kekuatan tersendiri di pasar global.
Rangkaian Kegiatan Interaktif Selama 25 Hari
Selain fashion show, Ramadan Runway 2026 menawarkan berbagai aktivitas yang menarik bagi pengunjung. Beberapa di antaranya adalah workshop hijab styling dan make up untuk Hari Raya, kelas mix & match gaya Lebaran, sesi kebugaran, hingga kompetisi model serta lomba desain kain Evofabric bersama SFA. Kegiatan lain yang tak kalah menarik adalah sesi spiritual dan mindfulness bersama Ustad Syakir Daulay serta pengalaman kreatif yang disajikan dalam instalasi seni.
Selama malam 6 dan 7 Maret, acara ini juga akan menggelar midnight sale dan live sale yang dipandu oleh Dev Curl, memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mendapatkan produk-produk eksklusif. Kehadiran komunitas serta corner kuliner dan lifestyle semakin melengkapi atmosfer festival yang kaya akan inspirasi dan interaksi sosial.
Dukungan Terhadap Industri Mode dan Ekonomi Kreatif
Dalam kondisi geopolitik yang penuh tantangan dan berdampak pada perekonomian global, Ramadan Runway hadir sebagai bentuk optimisme bagi pelaku industri kreatif. General Manager Kota Kasablanka, Agung Gunawan, menegaskan bahwa kerja sama dengan APPMI yang telah berjalan selama 14 tahun ini merupakan langkah strategis untuk mendukung tumbuhnya industri fashion Tanah Air. Melalui acara ini, Kota Kasablanka ingin memberikan apresiasi kepada para desainer Indonesia sekaligus menginspirasi masyarakat dengan gaya Ramadan dan Hari Raya yang modern serta bernilai seni tinggi.
Ramadan Runway merupakan wujud nyata bahwa fashion muslim di Indonesia tidak sekadar ekspresi seni dan budaya, melainkan juga menjadi pendorong ekonomi yang memperkuat posisi nasional di kancah global. Dalam setiap helainya, acara ini membuktikan bahwa kekayaan budaya dan kreativitas anak bangsa memiliki potensi besar sebagai daya saing di industri mode dunia.
Fakta Penting Ramadan Runway 2026:
- Melibatkan lebih dari 60 desainer ternama dan 80 tenant lokal.
- Tema "Blooming Ramadan" yang mengangkat suasana Ramadan seperti musim semi.
- Berlangsung selama 25 hari di tiga lokasi utama Kota Kasablanka.
- Menawarkan berbagai aktivitas edukatif, termasuk workshop, kompetisi, dan sesi spiritual.
- Kolaborasi APPMI dan Kota Kasablanka telah berjalan selama 14 tahun.
- Menjadi momentum penguatan industri mode muslim sekaligus penggerak ekonomi kreatif.
Ramadan Runway 2026 menjadi ruang strategis bagi industri mode untuk mengukuhkan posisinya di pasar nasional dan global. Dengan menghadirkan kreativitas dan inovasi, acara ini terus menegaskan peran penting fashion muslim sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Indonesia.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: wartaekonomi.co.id








