Xbox tampaknya sedang menyiapkan cara baru agar konsolnya lebih mudah dijangkau, dan bocoran terbaru mengarah ke skema cicilan buy now, pay later. Isyarat ini muncul setelah CEO Xbox, Asha Sharma, menyinggung kebutuhan untuk menjaga ekosistem gim tetap terjangkau di tengah tekanan biaya perangkat keras.
Sorotan itu jadi penting karena harga konsol Xbox ikut terdorong oleh kelangkaan storage dan memory. Sharma juga sempat menyebut perlunya “radically different business models” untuk menekan biaya hardware, yang membuat bocoran program pembiayaan ini terasa sejalan dengan arah strategi yang sedang dicari Xbox.
Bocoran program cicilan baru
Informasi terbaru datang dari Better xCloud, layanan yang memantau backend cloud gaming dan kerap menemukan perubahan yang belum diumumkan. Dari sana muncul nama program “Buy what you love and pay later”, lengkap dengan opsi pembayaran melalui PayPal dan Klarna.
Pada salah satu opsi PayPal, pengguna disebut bisa memilih “4 interest-free, bi-weekly payments, or spread payments over up to 24 months.” Dengan skema itu, pembeli bisa mencicil dalam empat pembayaran dua mingguan tanpa bunga, atau memperpanjang pembayaran hingga 24 bulan.
Klarna menawarkan pola yang berbeda. Total pembayaran dibagi menjadi tiga kali, dengan pembayaran pertama dilakukan saat pembelian lalu sisanya setiap 30 hari.
Mengapa langkah ini muncul sekarang
Bocoran ini hadir di saat Xbox menghadapi kondisi pasar yang menantang. Penjualan yang melemah membuat Asha Sharma ingin menghidupkan kembali minat pada Series X, Series S, dan Project Helix yang akan datang.
Game eksklusif Xbox seperti Gears of War: E-Day disebut bisa membantu meningkatkan adopsi. Namun, judul-judul itu tidak menyentuh persoalan utama yang dihadapi banyak pembeli, yaitu mahalnya harga perangkat keras.
Dalam wawancara dengan Fortune, Sharma mengakui bahwa kebanyakan konsumen tidak mampu “afford thousands of dollars to spend on a console.” Pernyataan itu memperkuat gambaran bahwa Xbox sedang mencari cara baru agar harga masuk ke ekosistemnya tidak terasa terlalu berat.
Project Helix dan tekanan biaya hardware
Project Helix juga ikut berada di bawah bayang-bayang kenaikan biaya komponen. Sistem berbasis cloud gaming disebut sebagai salah satu solusi karena tidak membutuhkan SSD besar atau komponen mahal lain.
Meski begitu, tidak semua pemain mau beralih ke model seperti itu. Sebagian gamer masih menginginkan permainan berbasis disk dan performa yang tetap tinggi, sehingga pembiayaan untuk konsol Xbox yang sudah ada menjadi opsi yang lebih menarik bagi kelompok ini.
Di sisi lain, datamine yang ditemukan Better xCloud tidak memastikan apakah program buy now, pay later itu akan berlaku untuk konsol Xbox, gim, atau seluruh produk di Microsoft Store. Karena itu, bocoran tersebut masih harus dibaca sebagai indikasi arah layanan, bukan pengumuman fitur yang sudah pasti berlaku luas.
Bayangan All Access masih terasa
Skema ini juga mengingatkan pada program All Access yang kini sudah dihentikan. Dalam program itu, gamer membayar Series X atau Series S selama 24 bulan, dengan biaya yang sudah mencakup Game Pass.
Tujuan utamanya bukan memberi diskon harga konsol, melainkan membuat pembayaran lebih fleksibel. Pola yang sama tampak berpotensi muncul lagi lewat layanan cicilan baru, meski tetap membawa risiko yang umum pada buy now, pay later.
Bagi sebagian pembeli, skema seperti ini bisa membuat konsol terasa lebih mudah dijangkau di tengah harga yang makin tinggi. Namun, seperti layanan cicilan lain, pengguna yang tidak berhati-hati juga bisa cepat menumpuk utang bila pembayaran tidak dikelola dengan baik.
Source: www.notebookcheck.net






