Framework Hikes RAM Prices for Third Time, Ancaman Kenaikan SSD dan CPU Mengintai Konsumen Setia

Framework kembali menaikkan harga modul RAM untuk ketiga kalinya dalam beberapa bulan terakhir. Perusahaan juga memberi peringatan soal kemungkinan kenaikan harga pada SSD dan bahkan prosesor CPU di masa mendatang.

Penyebab utama kenaikan harga ini adalah meningkatnya harga dari pemasok akibat permintaan yang sangat tinggi terhadap memori untuk pusat data AI. Permintaan yang melambung ini membuat biaya produksi komponen penting seperti RAM ikut terdongkrak.

Strategi Penetapan Harga Framework
Framework dikenal dengan pendekatan penetapan harga yang transparan dan adil. Mereka menetapkan harga RAM hampir mendekati biaya rata-rata pembelian mereka, tanpa markup berlebihan. Jika harga komponen turun di kemudian hari, perusahaan berjanji akan menyesuaikan harga jual ke level yang lebih rendah.

Nilai harga RAM DDR5 yang digunakan Framework saat ini berada di kisaran $13 hingga $18 per gigabyte, tergantung konfigurasi. Kenaikan ini terus terjadi sejak akhir tahun lalu ketika Framework juga sudah mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga memori.

Selain RAM, Framework juga mulai menyesuaikan harga beberapa model SSD setelah stok dengan harga lebih murah habis terjual. Ini menandai tren kenaikan harga komponen penyimpanan yang cukup signifikan.

Keterbatasan Stok Prosesor Intel
Framework kini menghadapi kondisi persediaan prosesor Intel yang mulai menipis. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa harga CPU bisa meningkat atau konfigurasi laptop perlu diubah untuk menyesuaikan ketersediaan produk. Jika kelangkaan ini berlanjut, konsumen harus siap atas potensi biaya tambahan.

Pilihan RAM dan SSD dari Pihak Ketiga
Dalam sebuah posting blog pada Desember lalu, Framework menyarankan agar pelanggan mempertimbangkan membeli modul RAM atau SSD dari penyedia pihak ketiga yang menawarkan harga lebih murah. Pelanggan dianjurkan membawa komponen sendiri saat membeli Laptop DIY Edition agar dapat menghemat biaya.

Framework secara resmi menyediakan opsi pembelian laptop DIY tanpa memori atau penyimpanan, sehingga memungkinkan pengguna menggunakan modul yang sudah dimiliki atau membeli dengan harga terbaik di luar. Ini adalah upaya perusahaan untuk memberikan fleksibilitas bagi pelanggan yang ingin mengelola biaya upgrade.

Dampak Tren Permintaan Memori di Pusat Data AI
Lonjakan permintaan memori di pusat data AI menjadi faktor utama tekanan harga yang terjadi saat ini. Kapasitas dan teknologi yang dibutuhkan oleh aplikasi kecerdasan buatan mendorong konsumsi komponen hardware yang signifikan. Kondisi ini memicu tantangan distribusi serta kenaikan harga komponen utama seperti RAM dan SSD.

Berikut gambaran faktor naiknya harga menurut Framework:

  1. Permintaan memori tinggi di pusat data AI
  2. Kenaikan biaya produksi dari pemasok
  3. Persediaan prosesor Intel yang terbatas
  4. Stok SSD murah yang habis sehingga harga naik

Framework mengantisipasi perubahan tren ini dengan memberikan informasi terbuka dan opsi pembelian yang lebih fleksibel kepada konsumen. Mereka berkomitmen menyesuaikan harga bila biaya komponen turun, sekaligus menghadapi tantangan rantai pasokan secara proaktif.

Pergerakan harga ini harus menjadi perhatian bagi pengguna yang berencana membeli laptop DIY atau meningkatkan memori dan penyimpanan. Dengan memahami dinamika pasar dan opsi dari Framework, konsumen bisa mengambil keputusan yang lebih tepat sesuai kebutuhan dan anggaran.

Berita Terkait

Back to top button