Samsung Galaxy S26 Ultra mulai menarik perhatian karena Samsung disebut meninggalkan material titanium dan kembali mengandalkan armor aluminum pada rangkanya. Pertanyaan yang paling banyak dicari pun sederhana: apakah pergantian material ini justru membuat daya tahannya menurun, atau malah memberi keuntungan baru pada penggunaan harian dan perbaikan jangka panjang.
Berdasarkan pengujian durabilitas yang dipopulerkan kanal JerryRigEverything dan rangkuman spesifikasi yang beredar, Galaxy S26 Ultra justru menunjukkan kombinasi yang cukup seimbang antara kekuatan struktur, kemudahan servis, dan fitur premium. Fokusnya tidak hanya pada ketahanan terhadap goresan dan tekukan, tetapi juga pada desain yang lebih masuk akal untuk perbaikan komponen tertentu.
Aluminum Jadi Sorotan Utama
Peralihan ke armor aluminum menjadi perubahan yang paling banyak dibahas pada Galaxy S26 Ultra. Material ini diposisikan Samsung sebagai titik temu antara kekuatan fisik, bobot yang tetap kompetitif, dan pendekatan yang lebih ramah untuk manufaktur serta keberlanjutan.
Dalam data referensi, rangka aluminum dipadukan dengan Corning Gorilla Glass Victus 2 untuk meningkatkan perlindungan terhadap goresan dan benturan harian. Kombinasi ini penting karena ketahanan ponsel modern tidak lagi hanya diukur dari material rangka, tetapi dari bagaimana seluruh struktur bekerja sebagai satu sistem.
Hasil Uji Tekuk dan Tekanan Struktur
Salah satu temuan terpenting dari pengujian durabilitas adalah kemampuan Galaxy S26 Ultra menahan bend atau tekanan tekuk tanpa kerusakan struktural yang berarti. Ini menjadi indikator bahwa pergantian ke aluminum tidak otomatis membuat perangkat terasa rapuh.
Dalam konteks penggunaan nyata, ketahanan terhadap tekanan seperti ini lebih relevan daripada sekadar label material premium. Pengguna umumnya lebih membutuhkan ponsel yang sanggup bertahan saat disimpan di saku, tas, atau terkena tekanan tidak disengaja selama mobilitas harian.
Bukan Cuma Kuat, Tapi Juga Lebih Mudah Diperbaiki
Nilai tambah Galaxy S26 Ultra tidak berhenti pada rangka. Referensi artikel menyebut desain kamera modular memungkinkan lensa dilepas dan diperbaiki dengan lebih mudah, bahkan tanpa mengorbankan rating IP68 untuk ketahanan air dan debu.
Ini penting karena banyak ponsel premium saat ini sulit diperbaiki ketika modul kamera mengalami masalah. Pada Galaxy S26 Ultra, pendekatan modular itu disebut dapat menekan biaya perbaikan lensa hingga sekitar $10, setidaknya untuk komponen tertentu, sehingga memberi nilai lebih untuk pemakaian jangka panjang.
Area Kamera dan Desain Belakang
Samsung juga disebut menggunakan plateau kaca transparan di sekitar area kamera. Elemen ini bukan hanya menambah estetika, tetapi juga mendukung tata letak modul yang lebih praktis untuk servis.
Di bagian belakang, kaca etched memberi tekstur yang lebih baik saat digenggam dan membantu mengurangi bekas sidik jari. Detail seperti ini memang terlihat kecil, tetapi dalam artikel perangkat premium, grip yang baik sering berhubungan langsung dengan risiko ponsel terjatuh.
Layar Tetap Jadi Bagian Krusial dalam Uji Daya Tahan
Galaxy S26 Ultra dibekali layar 1440p dengan refresh rate 120Hz dan tingkat kecerahan hingga 2600 nits. Pada sisi ketahanan, referensi menyebut layar menunjukkan resistansi yang lebih baik terhadap panas dan keausan, sementara sensor sidik jari ultrasonik tetap bekerja meski ada goresan.
Namun layar tetap menjadi salah satu komponen paling mahal untuk diganti. Karena itu, penggunaan pelindung layar masih dipandang relevan, terutama jika perangkat dipakai dalam intensitas tinggi setiap hari.
Fitur Pendukung yang Ikut Menentukan Durabilitas
Selain rangka dan layar, ada beberapa detail desain yang ikut memperkuat daya tahan perangkat. Berikut poin-poin pentingnya:
- SIM tray dilengkapi rubber ring untuk membantu perlindungan terhadap air.
- Tombol pada bodi dapat dilepas, sehingga lebih mudah diganti bila rusak.
- Sertifikasi IP68 tetap dipertahankan meski memakai pendekatan desain yang lebih modular.
- Desain lensa disebut lebih aman dari risiko terlepas secara tidak sengaja.
Kombinasi fitur kecil seperti ini menunjukkan bahwa ketahanan ponsel tidak dibangun dari satu material saja. Faktor sealing, modularitas, dan pemilihan komponen eksternal juga berperan besar.
Apakah Aluminum Benar-Benar “Pay Off”?
Jika tolok ukurnya adalah ketahanan struktural, jawabannya cenderung positif. Galaxy S26 Ultra tetap lolos dari tekanan tekuk yang biasanya menjadi indikator sederhana apakah frame cukup kokoh untuk pemakaian nyata.
Jika tolok ukurnya diperluas ke biaya servis dan kemudahan perbaikan, keuntungan aluminum juga terlihat makin jelas. Samsung tampaknya tidak hanya mengejar kesan mewah, tetapi mencoba merancang perangkat yang lebih realistis untuk dipakai lama.
Di luar aspek durabilitas, perangkat ini juga membawa kamera utama 200MP, lensa ultra-wide 50MP, telephoto 5x 50MP, telephoto 3x 10MP, serta laser autofocus. Meski begitu, pembahasan soal daya tahan tetap kembali pada keputusan desain utama: Samsung memilih material dan konstruksi yang bukan sekadar premium di atas kertas, tetapi juga lebih mudah dipelihara ketika perangkat mulai menghadapi risiko aus, benturan, atau kebutuhan perbaikan di masa pakai berikutnya.
