Infinix Hot 60i masih masuk daftar ponsel yang patut dilirik menjelang Lebaran, terutama untuk pembeli yang mencari perangkat Rp1 jutaan dengan fitur cukup lengkap. Di kelas entry-level, model ini tetap relevan karena menawarkan layar 120Hz, baterai besar, dan pengisian cepat yang jarang ditemukan pada harga setara.
Pertanyaan utamanya bukan lagi sekadar murah atau tidak, tetapi apakah spesifikasinya masih layak dipakai pada 2026. Berdasarkan data peluncuran dan spesifikasi yang beredar di Indonesia, jawabannya cenderung masih layak untuk pemakaian harian, meski ada beberapa batasan yang perlu diperhatikan sebelum membeli.
Harga terkini dan posisi di kelas entry-level
Menjelang Lebaran, Infinix Hot 60i kembali banyak dicari karena harga pasar biasanya bergerak lebih kompetitif di e-commerce dan toko resmi. Artikel referensi menyebut varian 6GB/128GB saat rilis dibanderol Rp1.499.000 dengan harga flash sale Rp1.449.000, sedangkan varian 8GB/256GB dijual Rp1.799.000 dengan promo Rp1.749.000.
Harga tersebut membuat Hot 60i tetap menarik untuk konsumen yang ingin memaksimalkan dana belanja tanpa naik ke segmen menengah. Namun, calon pembeli tetap perlu mengecek selisih harga antarvarian karena versi memori lebih besar sering kali lebih masuk akal untuk pemakaian jangka lebih panjang.
Spesifikasi utama Infinix Hot 60i
Berikut ringkasan spesifikasi yang paling relevan untuk dipertimbangkan.
- Layar IPS LCD 6,7 inci, resolusi HD+ 720 x 1600 piksel.
- Refresh rate 120Hz dan kecerahan hingga sekitar 700 nits mode HBM.
- Chipset MediaTek Helio G81 Ultimate dengan GPU Mali-G52 MC2.
- RAM 4GB, 6GB, dan 8GB dengan extended RAM hingga 12GB.
- Memori internal 128GB dan 256GB, plus microSD hingga 1TB.
- Kamera utama 50MP dan kamera depan 8MP.
- Baterai 5160mAh dengan fast charging 45W.
- Fitur tambahan reverse charging 10W, bypass charging, dan sertifikasi IP64.
Di atas kertas, kombinasi ini memang cukup kuat untuk kelas harga terjangkau. Nilai jual utamanya ada pada baterai, kecepatan pengisian daya, dan kapasitas memori yang relatif lega.
Masih layak untuk kebutuhan sehari-hari
Untuk aktivitas umum seperti WhatsApp, YouTube, media sosial, navigasi, dan belanja online, Infinix Hot 60i masih tergolong aman. Chip Helio G81 Ultimate dengan konfigurasi octa-core cukup stabil untuk tugas harian selama pengguna tidak menuntut performa setara ponsel gaming kelas menengah.
Layar 120Hz juga memberi pengalaman yang terasa lebih mulus saat scrolling. Meski masih memakai resolusi HD+, panel ini tetap bisa terasa nyaman di penggunaan kasual, terutama bagi pengguna yang lebih mengutamakan kelancaran animasi daripada ketajaman maksimal.
Sistem operasinya sudah berjalan di Android 15 dengan XOS 15.1. Ini menjadi nilai tambah karena perangkat tidak terasa terlalu tertinggal dari sisi software untuk kebutuhan dasar dan fitur modern.
Kelebihan yang membuatnya tetap menarik
Ada beberapa alasan mengapa Hot 60i masih dianggap worth it. Pertama, baterai 5160mAh cukup besar untuk menunjang mobilitas harian, termasuk saat dipakai intensif selama momen mudik atau belanja kebutuhan Lebaran.
Kedua, fast charging 45W menjadi fitur yang menonjol di segmennya. Dalam artikel referensi disebutkan pengisian hingga 50 persen diklaim bisa dicapai dalam sekitar 24 menit, sebuah angka yang cukup kompetitif untuk ponsel entry-level.
Ketiga, perangkat ini sudah mengantongi sertifikasi IP64. Artinya, ponsel memiliki perlindungan terhadap debu dan cipratan air ringan, fitur yang belum selalu tersedia di kelas harga serupa.
Keempat, kamera utama 50MP masih cukup layak untuk foto siang hari dan kebutuhan dokumentasi sederhana. Dukungan perekaman video hingga 2K 30fps juga memberi fleksibilitas lebih bagi pengguna yang sesekali membuat konten.
Kekurangan yang perlu dicatat
Meski menarik, Hot 60i bukan tanpa kompromi. Penyimpanan internalnya masih memakai eMMC 5.1, bukan UFS, sehingga kecepatan baca tulis data berpotensi lebih lambat saat membuka aplikasi besar atau memindahkan banyak file.
Resolusi layar yang masih HD+ juga bisa menjadi catatan bagi pengguna yang terbiasa dengan panel Full HD+. Selain itu, performanya lebih cocok untuk game ringan hingga menengah, bukan untuk setting grafis tinggi yang stabil dalam waktu lama.
Bodi plastik dengan bobot 188 gram masih tergolong wajar untuk kelasnya. Di sisi lain, material ini membuat perangkat terasa ringan, meski tidak memberi kesan premium seperti ponsel dengan finishing lebih tinggi.
Cocok untuk siapa
Infinix Hot 60i lebih cocok untuk tiga tipe pengguna. Pertama, pelajar atau pengguna pemula yang membutuhkan ponsel utama dengan harga terjangkau.
Kedua, pengguna yang fokus pada baterai awet dan pengisian cepat. Ketiga, pembeli yang ingin memori besar tanpa harus masuk ke kelas harga yang lebih tinggi.
Bagi pengguna yang mengejar performa gaming berat atau layar lebih tajam, ada kemungkinan model lain lebih sesuai. Namun untuk kebutuhan harian yang realistis, paket yang ditawarkan Hot 60i masih cukup kompetitif di tengah persaingan ponsel entry-level jelang Lebaran.
Jika ditemukan dengan harga promo yang mendekati banderol flash sale saat awal penjualan, nilai belinya masih tergolong menarik. Kombinasi layar 120Hz, baterai 5160mAh, fast charging 45W, kamera 50MP, dan sertifikasi IP64 membuat Infinix Hot 60i tetap berada dalam radar ponsel murah yang layak dipertimbangkan pada 2026.
Baca selengkapnya mengenai topik ini di: www.mengerti.id






