Apple disebut sedang menyiapkan iPhone lipat pertama yang berpotensi menjadi iPhone termahal sejauh ini. Sejumlah laporan menyebut harga awal perangkat ini bisa mencapai $1,999 untuk varian 256GB.
Informasi itu membuat calon perangkat yang sementara dijuluki iPhone Fold atau iPhone Ultra langsung masuk kategori ultra-premium. Jika benar meluncur bersamaan dengan lini iPhone 18 Pro dan Pro Max pada musim gugur, perangkat ini akan menandai langkah baru Apple di pasar ponsel lipat.
Harga premium dan posisi pasar
Banderol $1,999 menempatkan iPhone lipat Apple di atas model flagship iPhone saat ini. Untuk kapasitas lebih besar, varian 512GB disebut dapat dibanderol $2,199, sedangkan opsi 1TB diperkirakan lebih tinggi lagi.
Strategi harga seperti ini sejalan dengan pendekatan Apple yang kerap memosisikan produk baru di segmen premium. Dalam konteks pasar ponsel lipat, harga tersebut juga menunjukkan bahwa Apple tampaknya tidak mengejar pasar massal pada generasi pertama.
Menurut artikel referensi dari Talks Daily Tech yang dikutip oleh Geeky Gadgets, perangkat ini membawa kombinasi teknologi baru, material premium, dan desain yang diklaim lebih matang. Faktor-faktor itu disebut menjadi dasar utama dari label harga yang jauh lebih tinggi.
Desain lipat yang jadi sorotan
Salah satu rumor paling menonjol adalah layar lipat tanpa bekas lipatan yang terlihat. Jika terealisasi, pendekatan ini bisa menjawab kelemahan utama yang selama ini sering dikritik pada banyak perangkat foldable.
Saat dibuka penuh, bodinya dikabarkan hanya setebal 4,5 mm. Angka itu menunjukkan fokus Apple pada desain tipis, sesuatu yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas produk perusahaan tersebut.
Layar luar disebut berukuran 5,3 inci. Saat dibentangkan, layar bagian dalam dikabarkan mencapai 7,6 inci, memberi pengalaman yang mendekati tablet mini.
Kombinasi dua ukuran itu mengarah pada penggunaan yang fleksibel. Pengguna tetap bisa mengoperasikan perangkat dalam mode ringkas, lalu beralih ke area tampilan yang lebih luas untuk video, produktivitas, dan multitasking.
Material premium dan fokus daya tahan
Apple juga dirumorkan memakai rangka titanium yang dipadukan dengan bodi aluminium. Kombinasi ini diarahkan untuk menjaga kekuatan struktur tanpa membuat perangkat terlalu berat.
Pilihan material tersebut penting karena ponsel lipat memiliki tantangan mekanis yang berbeda dari ponsel biasa. Engsel, layar fleksibel, dan bodi yang sangat tipis menuntut rekayasa yang jauh lebih presisi.
Di pasar foldable saat ini, isu ketahanan masih menjadi faktor penentu minat konsumen. Karena itu, bila Apple benar memakai titanium dan berhasil menekan bekas lipatan layar, nilai jual perangkat ini bisa menguat meski harganya tinggi.
Spesifikasi yang diharapkan
Dari sisi performa, iPhone lipat ini disebut akan membawa RAM 12GB LPDDR5X dari Samsung. Kapasitas ini akan menjadi peningkatan penting untuk mendukung multitasking dan fitur kelas atas di layar besar.
Pilihan penyimpanan yang beredar saat ini meliputi 256GB, 512GB, hingga 1TB. Rentang ini menunjukkan Apple kemungkinan menargetkan pengguna premium yang menyimpan banyak foto, video, dan file kerja langsung di perangkat.
Kapasitas baterainya juga jadi sorotan. Laporan menyebut angka 5,600mAh, yang tergolong besar untuk standar iPhone dan relevan dengan kebutuhan daya layar lipat berukuran lebih luas.
Berikut ringkasan spesifikasi yang ramai dibicarakan:
- Harga awal: $1,999 untuk 256GB
- Opsi penyimpanan: 256GB, 512GB, 1TB
- RAM: 12GB LPDDR5X
- Baterai: 5,600mAh
- Layar luar: 5,3 inci
- Layar dalam: 7,6 inci
- Ketebalan saat dibuka: 4,5 mm
- Material: titanium dan aluminium
Touch ID disebut bisa kembali
Rumor lain yang menarik adalah kemungkinan kembalinya Touch ID. Sistem ini disebut bisa ditempatkan di bawah layar atau menyatu pada tombol daya.
Langkah itu akan memberi alternatif di samping Face ID. Dalam penggunaan sehari-hari, opsi biometrik ganda bisa membantu saat pemindaian wajah kurang ideal, misalnya ketika sudut perangkat tidak pas atau kondisi pencahayaan kurang mendukung.
Apple sendiri belum mengumumkan resmi perangkat ini. Namun pola rumor yang beredar menunjukkan fokus pada tiga area utama, yakni desain premium, rekayasa layar, dan pengalaman penggunaan yang lebih praktis.
Dampaknya bagi industri ponsel lipat
Masuknya Apple ke pasar foldable berpotensi memberi tekanan baru pada pemain lama seperti Samsung dan Huawei. Selama ini, kedua nama itu lebih dulu membangun kategori ponsel lipat dan memperkenalkan beberapa generasi produk.
Kehadiran Apple biasanya membawa efek besar pada perhatian pasar dan arah kompetisi. Jika iPhone lipat benar hadir dengan layar minim lipatan, bodi tipis, dan material premium, standar baru di kelas foldable bisa ikut berubah.
Di sisi lain, harga yang sangat tinggi bisa membatasi daya jangkau produk ini pada generasi pertama. Karena itu, perangkat ini lebih mungkin menjadi etalase teknologi Apple ketimbang model dengan volume penjualan terbesar, setidaknya pada tahap awal peluncuran.
Source: www.geeky-gadgets.com






