Samsung Akhiri Mandek 5 Tahun, Galaxy Z Fold 8 Disebut Siap Naik ke Baterai 5.000mAh

Samsung disebut sedang menyiapkan peningkatan yang paling lama ditunggu untuk lini ponsel lipat premiumnya. Rumor terbaru menyebut Galaxy Z Fold 8 akhirnya akan membawa baterai lebih besar setelah beberapa generasi bertahan di kapasitas yang sama.

Informasi ini penting karena salah satu kritik paling konsisten terhadap seri Z Fold ada pada daya tahan baterai dan kecepatan pengisian. Untuk perangkat kelas atas dengan banderol sekitar $2,000, banyak pengguna menilai Samsung terlalu konservatif dalam urusan baterai.

Upgrade baterai yang mulai terlihat

Berdasarkan laporan Galaxy Club yang dikutip sejumlah media teknologi, Galaxy Z Fold 8 diperkirakan hadir dengan kapasitas baterai pemasaran 5,000mAh. Jika akurat, ini akan menjadi peningkatan pertama pada seri Z Fold dalam sekitar lima tahun.

Sebagai pembanding, Galaxy Z Fold 7 masih memakai baterai 4,400mAh. Kapasitas itu dikabarkan sama seperti yang sudah digunakan sejak Galaxy Z Fold 3, sehingga peningkatan pada generasi berikutnya akan terasa signifikan di atas kertas.

Laporan tersebut juga menyebut baterai Z Fold 8 tetap akan dibagi ke dalam dua sel. Desain ini lazim pada ponsel lipat model book-style karena menyesuaikan konstruksi engsel dan bodi yang dapat dilipat.

Dua sel baterai yang disebut sedang diuji masing-masing memiliki rating 2,369mAh dan 2,485mAh. Jika digabung, total rating-nya berada di kisaran 4,854mAh, yang kemudian dipasarkan sebagai 5,000mAh.

Praktik pembulatan seperti ini umum di industri smartphone. Produsen biasanya membedakan antara kapasitas tipikal yang dipasarkan dan kapasitas terukur dari masing-masing sel baterai.

Mengapa peningkatan ini penting

Kenaikan dari 4,400mAh ke 5,000mAh akan memberi ruang lebih besar untuk pemakaian layar lipat yang memang boros daya. Seri Z Fold mengandalkan layar utama besar dan layar cover sekunder, sehingga konsumsi energi secara alami lebih tinggi dibanding ponsel biasa.

Peningkatan ini juga berpotensi memperbaiki pengalaman penggunaan nyata. Aktivitas seperti multitasking, gaming, video streaming, dan produktivitas di layar besar selama ini menjadi skenario yang paling menekan baterai perangkat lipat.

Bila rumor ini benar, Z Fold 8 akan berada di level yang lebih dekat dengan ponsel flagship non-lipat Samsung. Dalam laporan yang sama, kapasitas tersebut disebut sepadan dengan Galaxy S26 Ultra, setidaknya dari sisi angka pemasaran baterai.

Hal itu penting bagi posisi Z Fold di pasar premium. Konsumen kelas atas umumnya tidak hanya mencari desain inovatif, tetapi juga kompromi yang seminimal mungkin dibanding flagship konvensional.

Masih ada kemungkinan varian lain

Galaxy Club juga mengindikasikan adanya versi lain yang diuji dengan sel baterai 2,393mAh. Konfigurasi ini bisa menghasilkan total yang lebih dekat ke 4,900mAh, bukan penuh 5,000mAh seperti rumor utama.

Media yang membahas laporan ini menduga konfigurasi tersebut mungkin terkait varian lain, yang disebut-sebut sebagai Galaxy Z Fold 8 Wide. Namun, sampai kini belum ada konfirmasi resmi dari Samsung mengenai nama maupun posisi model tersebut.

Jika skenario ini terjadi, perbedaan kapasitas bisa bergantung pada ukuran bodi atau pendekatan desain masing-masing varian. Samsung memang kerap menyesuaikan komponen internal ketika mengejar profil yang lebih tipis atau dimensi layar yang berbeda.

Masalah lama yang belum sepenuhnya selesai

Meski kabar baterai ini terdengar positif, masih ada satu catatan penting. Seri Z Fold juga lama dikritik karena pengisian dayanya tertinggal, dengan angka 25W yang disebut masih bertahan sejak era Z Fold 2.

Artinya, baterai lebih besar belum tentu cukup jika kecepatan isi ulang tidak ikut ditingkatkan. Pengguna flagship lipat biasanya berharap perangkat bisa terisi lebih cepat, terutama karena ukuran layar besar mendorong pola pakai yang lebih intensif.

Berikut poin penting yang sejauh ini muncul dari rumor Galaxy Z Fold 8:

  1. Kapasitas pemasaran baterai disebut naik ke 5,000mAh.
  2. Kapasitas itu menjadi upgrade pertama setelah beberapa generasi stagnan di 4,400mAh.
  3. Baterai tetap memakai dua sel karena desain ponsel lipat.
  4. Ada sinyal varian lain dengan total lebih dekat ke 4,900mAh.
  5. Belum ada kepastian apakah pengisian daya juga akan ditingkatkan.

Dampaknya bagi persaingan ponsel lipat

Langkah ini bisa menjadi koreksi penting bagi strategi Samsung di segmen foldable. Selama ini, perusahaan tetap kuat di pasar ponsel lipat model buku, tetapi tekanan dari merek lain makin terasa, terutama dalam aspek baterai, ketebalan, dan kecepatan charging.

Dengan baterai yang lebih besar, Samsung berpeluang mempersempit salah satu kelemahan utamanya. Ini juga dapat membantu menjaga daya saing Z Fold di tengah ekspektasi konsumen yang terus naik untuk perangkat lipat premium.

Kabar ini terasa makin relevan setelah muncul laporan bahwa Galaxy Z Flip 8 justru disebut tidak akan mendapat peningkatan baterai. Karena itu, perhatian terhadap Z Fold 8 kini tertuju pada apakah Samsung benar-benar siap memberi perubahan yang substansial, bukan sekadar penyegaran tahunan.

Untuk saat ini, semua informasi masih berada di ranah rumor dan pengujian komponen. Namun bila bocoran tersebut akurat, Galaxy Z Fold 8 bisa menjadi seri Z Fold pertama dalam waktu lama yang menjawab keluhan paling mendasar pengguna: baterai yang lebih layak untuk ponsel lipat premium.

Source: www.androidpolice.com

Berita Terkait

Back to top button