
Satelit TESS membantu astronom menemukan sebuah super-Bumi baru yang diduga berbatu di luar Tata Surya. Planet ini mengorbit bintang katai merah TOI-1080 yang berjarak sekitar 83 tahun cahaya dari Bumi.
Temuan ini penting karena menambah daftar planet kecil yang berpotensi memiliki komposisi mirip Bumi. Namun, data awal juga menunjukkan TOI-1080 b bukan kandidat kuat untuk kehidupan karena orbitnya sangat dekat dengan bintangnya.
Planet tersebut terdeteksi lewat metode transit, yaitu saat astronom melihat penurunan kecil pada cahaya bintang ketika sebuah planet melintas di depannya. Teknik ini juga menjadi salah satu cara paling efektif untuk menemukan eksoplanet berukuran kecil.
Penelitian ini dipimpin oleh Yilen Gómez Maqueo Chew dari National Autonomous University of Mexico. Tim peneliti memakai data dari Transiting Exoplanet Survey Satellite atau TESS milik NASA untuk mengidentifikasi sinyal planet itu.
Apa yang diketahui tentang TOI-1080 b
Berdasarkan temuan awal, TOI-1080 b masuk kategori super-Bumi. Istilah ini dipakai untuk planet berbatu yang ukurannya lebih besar dari Bumi, tetapi masih jauh lebih kecil dari raksasa gas seperti Neptunus.
Data yang dikutip dari artikel referensi menyebut radius TOI-1080 b sekitar 1,2 kali radius Bumi. Massanya diperkirakan sekitar 1,75 kali massa Bumi.
Angka itu membuat para astronom menduga planet ini kemungkinan besar memiliki permukaan padat atau komposisi berbatu. Meski begitu, karakter internal planet seperti kepadatan detail, struktur lapisan, dan sifat atmosfernya masih perlu dikonfirmasi lewat pengamatan lanjutan.
Hal lain yang menarik adalah periode orbitnya yang sangat singkat. TOI-1080 b hanya membutuhkan sekitar 3,97 hari untuk mengitari bintang induknya sekali putaran.
Orbit yang sangat rapat biasanya membuat suhu planet jauh lebih tinggi dibanding Bumi. Kondisi itu menjadi salah satu alasan mengapa planet ini dinilai berada di luar zona laik huni sistemnya.
Bintang induknya lebih kecil dari Matahari
TOI-1080 adalah bintang katai merah. Menurut data pada artikel referensi, massanya sekitar 0,16 massa Matahari.
Katai merah memang lebih kecil dan lebih redup daripada Matahari. Namun, justru jenis bintang ini sering menjadi target penting pencarian eksoplanet karena planet kecil lebih mudah terdeteksi saat transit di depan cakram bintang yang ukurannya mungil.
Usia sistem ini diperkirakan berada di kisaran 5 hingga 7 miliar tahun. Umur yang relatif matang itu membuka peluang bahwa sistem TOI-1080 menyimpan planet lain yang belum terdeteksi.
Astronom belum menemukan bukti kehidupan pada TOI-1080 b. Artikel referensi juga menyebut dugaan bahwa atmosfer planet ini dapat didominasi karbon dioksida, walau karakter atmosfernya masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Mengapa penemuan ini tetap penting
TOI-1080 b mungkin tidak ramah bagi kehidupan seperti di Bumi. Namun, planet seperti ini tetap sangat berharga bagi ilmu pengetahuan karena membantu peneliti memahami batas antara planet berbatu kecil dan planet yang mulai memiliki selubung gas tebal.
Planet dengan ukuran sedikit di atas Bumi menjadi objek penting dalam studi pembentukan planet. Dari kelompok ini, astronom bisa mempelajari bagaimana massa, jarak orbit, dan jenis bintang memengaruhi evolusi atmosfer serta komposisi permukaan.
Temuan baru juga memperkuat peran TESS dalam perburuan dunia-dunia lain. Dalam artikel referensi disebutkan bahwa satelit ini telah mengidentifikasi lebih dari 7.900 kandidat eksoplanet.
TESS dirancang untuk memantau perubahan terang bintang di langit dalam skala besar. Dari pola transit yang berulang, ilmuwan dapat menandai kandidat planet lalu menindaklanjutinya dengan teleskop lain untuk mengukur massa, orbit, dan kemungkinan atmosfer.
Fakta utama TOI-1080 b
- Berjarak sekitar 83 tahun cahaya dari Bumi.
- Mengorbit bintang katai merah TOI-1080.
- Radiusnya sekitar 1,2 kali Bumi.
- Massanya sekitar 1,75 kali Bumi.
- Periode orbitnya sekitar 3,97 hari.
- Diduga merupakan planet berbatu kategori super-Bumi.
Penemuan ini juga menyoroti bahwa sistem TOI-1080 belum sepenuhnya terpetakan. Karena bintang induknya kemungkinan masih menyimpan planet lain, pengamatan tambahan dengan TESS dan instrumen susulan dapat membuka peluang ditemukannya dunia baru di sistem yang sama.
Bagi astronom, setiap super-Bumi yang berhasil diukur dengan baik memberi potongan penting dalam peta keragaman planet di galaksi. TOI-1080 b kini menjadi salah satu target menarik untuk diteliti lebih dalam, terutama untuk memastikan sifat batuannya, atmosfernya, dan kemungkinan adanya planet pendamping di orbit lain.
Source: www.notebookcheck.net








