Chrome Android Akhirnya Punya Bookmarks Bar, Fitur Desktop yang Lama Hilang Tiba di Layar Besar

Author: Qoo Media

Chrome di Android mulai menghadirkan bilah bookmark, fitur lama yang selama ini identik dengan versi desktop. Pembaruan ini membuat akses ke situs favorit menjadi lebih cepat karena tautan bisa tampil langsung di bawah address bar.

Menurut laporan 9to5Google, fitur tersebut sudah muncul di Chrome versi 146 untuk Android. Namun saat ini ketersediaannya masih terbatas pada perangkat Android berlayar besar seperti tablet dan ponsel lipat.

Google memang terus mendorong pengembangan Chrome sebagai salah satu produk paling penting dalam portofolionya. Data pada artikel referensi menyebut Chrome menguasai sekitar 70 persen pasar browser global menjelang akhir 2025, sehingga perubahan kecil pada antarmuka pun bisa berdampak besar bagi banyak pengguna.

Perusahaan itu juga sebelumnya mengumumkan percepatan siklus rilis Chrome. Langkah itu bertujuan agar fitur baru dan pembaruan performa bisa hadir lebih cepat ke pengguna.

Bilah bookmark akhirnya hadir di Android

Selama ini pengalaman memakai Chrome di Android dinilai sudah sangat mirip dengan versi PC. Meski begitu, ada satu elemen penting yang lama absen, yaitu bookmarks bar atau bilah bookmark.

Di desktop, bilah ini sudah menjadi bagian bawaan Chrome sejak awal perilisannya. Pada Android, pengguna sebelumnya harus membuka menu atau submenu untuk mengakses bookmark yang sering dipakai.

Kini pendekatan itu mulai berubah. Dengan bilah bookmark, situs yang paling sering dikunjungi dapat diakses langsung dari area utama browser tanpa langkah tambahan.

Posisi fiturnya juga dibuat familiar. Bilah bookmark muncul tepat di bawah kolom alamat, serupa dengan tata letak yang sudah lama dikenal pengguna Chrome desktop.

Siapa yang kebagian lebih dulu

Untuk tahap awal, fitur ini belum dirilis merata ke semua ponsel Android. Google memprioritaskan perangkat dengan layar lebih luas karena ruang antarmuka yang tersedia lebih cocok untuk menampilkan deretan bookmark.

Kategori perangkat yang disebut dalam laporan mencakup dua jenis utama:

  1. Tablet Android
  2. Ponsel lipat Android

Pendekatan ini cukup masuk akal dari sisi desain. Layar besar memberi ruang tambahan sehingga bilah bookmark tidak terlalu menekan area tampilan halaman web.

Belum ada keterangan resmi dalam referensi soal kapan fitur yang sama akan meluas ke ponsel Android biasa. Karena itu, pengguna smartphone layar standar kemungkinan masih perlu menunggu tahap distribusi berikutnya.

Cara mengaktifkan bilah bookmark di Chrome Android

Bagi pengguna tablet atau foldable yang sudah menerima pembaruan, pengaturan fitur ini dapat dilakukan lewat menu Chrome. Prosesnya relatif singkat dan tidak memerlukan langkah teknis yang rumit.

Berikut alurnya:

  1. Perbarui Chrome ke versi 146
  2. Buka menu Settings
  3. Masuk ke bagian Appearance
  4. Aktifkan opsi “Show bookmarks bar”

Setelah diaktifkan, bilah bookmark akan tampil di dalam browser. Pengguna dapat menambahkan bookmark satuan maupun folder bookmark untuk mengelompokkan situs tertentu.

Laporan yang sama juga menyebut pengguna bisa menekan lama salah satu bookmark di bilah tersebut. Aksi itu akan menampilkan alamat lengkap situs yang tersimpan.

Mengapa fitur ini penting

Sekilas, bilah bookmark mungkin terlihat seperti perubahan kecil. Namun dalam penggunaan harian, fitur ini bisa memangkas beberapa langkah yang sebelumnya diperlukan untuk membuka situs langganan.

Bagi pengguna yang rutin membuka layanan kerja, media berita, platform belajar, atau dashboard bisnis, akses instan bisa meningkatkan efisiensi. Mereka tidak lagi harus masuk ke menu bookmark setiap kali ingin berpindah ke situs tertentu.

Nilai tambah lain ada pada konsistensi pengalaman lintas perangkat. Pengguna yang terbiasa memakai Chrome desktop akan lebih mudah beradaptasi saat beralih ke tablet atau perangkat lipat Android.

Dari sisi produktivitas, kehadiran folder bookmark juga penting. Pengguna dapat memisahkan tautan kerja, hiburan, belanja, atau riset dalam satu bilah yang tetap mudah dijangkau.

Dampak bagi ekosistem Chrome

Pembaruan seperti ini menunjukkan bahwa Google tidak hanya fokus pada kecepatan dan keamanan browser. Perusahaan juga terus menyempurnakan detail antarmuka yang berpengaruh langsung pada kebiasaan penggunaan sehari-hari.

Strategi itu relevan karena Chrome memiliki basis pengguna yang sangat besar. Saat satu fitur desktop dibawa ke Android, terutama pada perangkat layar besar, Google pada dasarnya sedang memperkuat posisi Chrome sebagai browser yang konsisten di berbagai bentuk perangkat.

Bagi pasar tablet dan foldable, langkah ini juga bisa menambah daya tarik Chrome dibanding browser lain. Perangkat berlayar besar sering diposisikan untuk produktivitas, sehingga fitur seperti bilah bookmark terasa lebih fungsional daripada sekadar tambahan kosmetik.

Untuk saat ini, pengguna Chrome Android yang memakai tablet dan ponsel lipat menjadi kelompok pertama yang bisa merasakan perubahan tersebut. Jika distribusinya meluas, bilah bookmark berpotensi menjadi salah satu pembaruan antarmuka paling berguna di Chrome mobile karena menyederhanakan akses ke situs penting langsung dari halaman utama browser.

Source: www.androidpolice.com
Terbaru