Google memperluas fitur Personal Intelligence milik Gemini ke lebih banyak pengguna di Amerika Serikat. Teknologi ini dirancang untuk memberi jawaban AI yang lebih personal dengan memanfaatkan data dari layanan Google yang sudah digunakan sehari-hari.
Fitur tersebut sebelumnya terbatas untuk pelanggan Google AI Pro dan AI Ultra di AS saat pertama kali diluncurkan pada Januari. Kini, Google mulai membawanya ke pengguna gratis di aplikasi Gemini, ke lebih banyak orang di Search AI Mode, dan segera ke Chrome dalam beberapa pekan.
Personal Intelligence mulai keluar dari akses terbatas
Secara sederhana, Personal Intelligence membuat Gemini memahami konteks pengguna dengan lebih dalam. Sistem ini terhubung ke aplikasi dan layanan dalam ekosistem Google seperti Gmail, Google Photos, Search, hingga riwayat tontonan YouTube.
Dengan akses itu, AI tidak hanya menjawab pertanyaan umum. Gemini dapat menyusun respons yang disesuaikan dengan kebiasaan, minat, dan jejak aktivitas digital pengguna di layanan Google.
Menurut informasi dari artikel referensi, fitur ini telah tersedia sedikit lebih dari dua bulan sebelum diperluas lebih luas. Google tetap membatasi peluncuran awalnya di AS, tetapi cakupannya kini bertambah di beberapa produk utama.
Di Search, Personal Intelligence kini tersedia untuk semua pengguna di AS. Di aplikasi Gemini, fitur yang semula eksklusif untuk pelanggan berbayar kini juga dibuka untuk pengguna free-tier.
Sementara itu, Chrome menjadi platform berikutnya yang akan menerima dukungan Personal Intelligence. Google disebut akan menggulirkannya untuk seluruh pengguna berbasis AS dalam beberapa minggu sebelum ekspansi internasional dilakukan.
Cara kerja Personal Intelligence di Gemini dan Search
Google sebenarnya sudah memberi Gemini kemampuan mengakses aplikasi Workspace untuk membantu menjawab pertanyaan yang relevan. Namun, Personal Intelligence membawa pendekatan itu lebih jauh karena AI dapat menalar lintas sumber data dan mengambil informasi yang lebih spesifik.
Artinya, AI bukan hanya membaca satu aplikasi. Sistem bisa menggabungkan petunjuk dari Gmail, Photos, Search, dan YouTube History untuk menghasilkan saran atau jawaban yang terasa lebih kontekstual.
Contohnya, pengguna bisa meminta rekomendasi kanal YouTube berdasarkan struk belanja dan pengiriman di Gmail, histori pencarian, serta riwayat tontonan YouTube. AI juga dapat menyarankan film dokumenter berdasarkan topik yang sering dicari atau bahkan memberi ide karier alternatif yang sesuai dengan pola minat pengguna.
Di Search AI Mode, fungsi ini membuka kemungkinan yang lebih praktis. Google menyebut AI bisa memberi rekomendasi belanja yang dipersonalisasi berdasarkan riwayat pencarian atau menyusun rencana perjalanan sesuai minat dan preferensi sebelumnya.
Aktif secara manual, tidak menyala otomatis
Google tidak mengaktifkan Personal Intelligence secara otomatis. Pengguna harus menyalakannya sendiri, yang menunjukkan bahwa fitur ini tetap berada dalam skema persetujuan pengguna.
Berikut langkah mengaktifkan Personal Intelligence di Search:
- Buka Google app atau Google Search di web.
- Masuk ke profil akun.
- Pilih Search Personalization.
- Buka Connected Content Apps.
- Pilih Connect Workspace dan Google Photos.
Untuk aplikasi Gemini, jalurnya lebih singkat. Pengguna cukup masuk ke Settings lalu memilih menu Personal Intelligence.
Pendekatan opt-in ini penting karena fitur bekerja dengan data yang tergolong sensitif secara personal. Google sebelumnya juga menekankan bahwa teknologi semacam ini ditujukan untuk menghadirkan AI yang sadar konteks tanpa memicu kekhawatiran privasi yang berlebihan.
Belum untuk akun kerja
Ekspansi fitur ini belum mencakup semua jenis akun Google. Berdasarkan informasi yang tersedia, Personal Intelligence hanya dibuka untuk pemilik akun pribadi dan belum mendukung akun kerja yang terhubung ke organisasi.
Batasan itu memperlihatkan bahwa Google masih menerapkan peluncuran bertahap. Model seperti ini lazim dipakai untuk menguji kesiapan teknis, kepatuhan kebijakan data, dan respons pengguna sebelum fitur dibuka lebih luas.
Dari sudut pandang industri, langkah Google menunjukkan arah baru persaingan AI konsumen. Perusahaan teknologi besar kini tidak hanya berlomba membuat chatbot yang cerdas, tetapi juga asisten digital yang mampu memahami konteks personal secara lebih dalam.
Keunggulan model ini ada pada relevansi. Saat AI memahami foto, email, pencarian, dan minat tontonan dalam satu ekosistem, jawaban yang dihasilkan bisa terasa lebih dekat dengan kebutuhan nyata pengguna.
Namun, perluasan ke publik juga akan membuat isu transparansi dan kontrol data semakin diperhatikan. Karena itu, cara aktivasi manual, pembatasan pada akun personal, dan peluncuran bertahap menjadi elemen penting dalam strategi Google membawa Personal Intelligence ke pasar yang lebih luas.
Source: www.androidpolice.com