Nvidia Hadirkan Revolusi Data Center dengan CPU Rosa dan GPU Feynman Bertumpuk, Optik NVLink Ubah Permainan!

Nvidia mengumumkan pembaruan roadmap produk pusat data yang menghadirkan inovasi signifikan pada GPU, CPU, dan teknologi interkoneksi. Perusahaan berencana meluncurkan CPU baru bernama Rosa serta GPU Feynman dengan teknologi die stacking dan memori HBM khusus untuk meningkatkan performa secara drastis. Langkah ini menunjukkan komitmen Nvidia dalam menghadirkan perkembangan arsitektur baru GPU setiap dua tahun serta pembaruan keluarga GPU AI secara tahunan.

Pada 2026, Nvidia akan menghadirkan platform Vera Rubin yang menggabungkan CPU Vera dan GPU Rubin. Platform ini juga termasuk lima prosesor tambahan seperti akselerator inferensi berlatensi rendah Groq LP30, unit pemrosesan data BlueField-4, switch NVLink-6, Ethernet Spectrum-X dengan co-packaged optics, dan SuperNIC ConnectX 9 1600G. Integrasi Groq LPUs ke dalam portofolio Nvidia menandai keberpihakan perusahaan terhadap teknologi LPUs dibandingkan prosesor Rubin CPX yang sebelumnya sempat direncanakan.

Roadmap Produk Nvidia Tahun 2026–2028

  1. 2026: Vera Rubin dan Groq LP30

    • CPU Vera dan GPU Rubin sebagai platform utama.
    • Groq LP30 untuk akselerasi inferensi berlatensi rendah.
    • BlueField-4 DPU serta NVLink-6 switch memperkuat konektivitas.
    • Ethernet Spectrum-X dengan co-packaged optics dan SuperNIC ConnectX 9 1600G.
  2. 2027: Rubin Ultra dan LP35

    • Akselerator AI Rubin Ultra dengan empat compute chiplets dan memori 1 TB HBM4E.
    • LP35 LPU mendukung format data NVFP4 untuk peningkatan performa.
    • Solusi rack-scale Kyber NVL144 dengan 144 paket GPU Rubin Ultra menggunakan NVLink 7 switch, menawarkan 4 kali lipat performa dibanding sistem sebelumnya.
  3. 2028: Feynman, Rosa CPU, LP40, dan Optical NVLink
    • GPU Feynman mengadopsi teknologi die stacking yang memungkinkan peningkatan skala performa.
    • Memori HBM kustom C-HBM4E dengan kapasitas lebih dari 1 TB per paket GPU meningkatkan bandwidth dan kapasitas penyimpanan.
    • CPU Rosa (Rosalyn) sebagai prosesor generasi berikutnya fokus pada performa single-thread unggul.
    • LP40 LPU dengan dukungan NVFP4 dan konektivitas melalui NVLink meningkatkan integrasi teknologi Nvidia dan Groq.
    • Inovasi NVLink switches dengan co-packaged optics yang memungkinkan interkoneksi optik lebih efisien dan murah, mendukung skalabilitas rack-scale mencapai 576 hingga 1152 paket GPU.

Jensen Huang, CEO Nvidia, menyatakan bahwa Feynman adalah tonggak baru yang akan menggabungkan kekuatan GPU, CPU, dan akselerator LPUs dalam satu platform dengan teknologi interkoneksi optik NVLink. Ini membuka peluang untuk peningkatan kinerja besar-besaran di pusat data yang berorientasi pada kecerdasan buatan dan komputasi kelas tinggi.

Teknologi co-packaged optics (CPO) pada NVLink memungkinkan Nvidia memperluas ukuran skala dari sistem rack-nya. Dengan CPO, interkoneksi optik yang sekarang lebih mudah dan ekonomis akan memacu persaingan dengan solusi lain seperti AMD Instinct dan akselerator custom dari hyperscalers. Perkembangan ini memberikan keuntungan kompetitif yang signifikan bagi ekosistem Nvidia.

Selain itu, pada 2028 Nvidia juga akan memperkenalkan BlueField-5 DPU generasi baru, Ethernet SpectrumX generasi ke-7 dengan co-packaged optics, serta SuperNIC ConnectX 10. Produk-produk ini akan meningkatkan kecepatan transfer data dan efisiensi pengolahan dalam infrastruktur pusat data, menunjang kebutuhan komputasi yang makin kompleks.

Implementasi CPU Rosa mencerminkan percepatan siklus pengembangan CPU Nvidia dari empat tahun menjadi dua tahun. Hal ini menandakan bahwa Nvidia menempatkan dirinya sejajar dengan pesaing utama di industri seperti AMD dan Intel yang rutin me-refresh arsitektur mereka secara berkala. Fokus pada performa single-thread CPU ini juga menegaskan ambisi Nvidia untuk menguasai pasar CPU di samping GPU.

Dengan roadmap yang sangat terperinci dan ambisius ini, Nvidia membangun pondasi teknologi pusat data di masa depan. Inovasi pada CPU, GPU, akselerator, dan interkoneksi optik akan mendorong efisiensi dan performa sistem komputasi skala besar. Ini menjadi sinyal kuat bahwa Nvidia bertekad menguasai pasar pusat data yang terus berkembang seiring kebutuhan AI dan data analytics yang semakin tinggi.

Berita Terkait

Back to top button