Motor Lama Diparkir Tiba-Tiba Bergetar Saat Jalan, Ternyata Ban Jadi Biang Utama

Author: Qoo Media

Motor yang lama diparkir lalu tiba-tiba bergetar saat dipakai lagi umumnya bukan langsung menandakan kerusakan mesin. Dalam banyak kasus, sumber masalah justru berasal dari ban yang berubah kondisi selama kendaraan diam terlalu lama.

Getaran biasanya terasa di setang, roda, atau bodi saat motor mulai melaju. Kondisi ini kerap muncul setelah motor tidak dipakai selama beberapa hari hingga beberapa minggu tanpa dipindahkan dari posisi parkir.

Ban bisa berubah bentuk saat motor terlalu lama diam

Saat motor parkir, seluruh beban kendaraan terus bertumpu pada satu titik ban. Jika posisi itu tidak berubah dalam waktu lama, permukaan ban dapat mengalami perubahan bentuk sementara yang dikenal sebagai flat spot.

Flat spot membuat sebagian area ban sedikit lebih datar dibanding bagian lain. Akibatnya, putaran roda menjadi kurang seimbang dan memunculkan getaran ketika motor berjalan.

Artikel referensi menyebut gejala ini cukup umum pada motor yang dibiarkan diam lama di garasi. Getaran lalu terasa saat roda mulai berputar, terutama pada kecepatan tertentu ketika ketidakseimbangan ban lebih mudah terbaca oleh pengendara.

Bridgestone Corporation menjelaskan, tekanan statis yang terus menerus pada satu titik ban dapat memicu deformasi ringan pada struktur karet. Kondisi ini umumnya bersifat sementara, tetapi tetap bisa menurunkan kenyamanan berkendara sampai ban kembali ke bentuk semula.

Tekanan angin ban juga bisa turun meski motor tidak dipakai

Banyak pemilik motor mengira tekanan angin hanya berkurang saat kendaraan sering digunakan. Padahal ban dapat kehilangan udara secara perlahan meski motor hanya disimpan.

Udara bisa keluar sedikit demi sedikit melalui pori-pori material karet. Saat tekanan ban turun, bentuk ban menjadi kurang stabil dan roda lebih mudah menimbulkan getaran ketika berputar.

Honda Motor Co. menekankan pemeriksaan tekanan ban sebagai bagian penting dari perawatan kendaraan yang jarang digunakan. Tekanan yang tidak sesuai dapat mengganggu kestabilan motor sekaligus mempercepat keausan ban.

Jika motor terasa bergetar setelah lama parkir, pengecekan tekanan ban perlu menjadi langkah awal. Banyak kasus getaran ringan selesai setelah ban diisi sesuai rekomendasi pabrikan.

Lingkungan garasi ikut memengaruhi kondisi ban

Kondisi tempat parkir juga tidak bisa diabaikan. Suhu yang berubah-ubah dan kelembapan tinggi dapat memengaruhi elastisitas karet ban.

Ban yang terlalu lama berada di lokasi lembap berisiko menjadi kurang fleksibel. Saat motor kembali dipakai, karet tidak selalu cepat kembali ke bentuk ideal sehingga getaran bisa tetap muncul pada awal penggunaan.

Selain itu, debu dan kotoran yang menempel di ban atau velg dapat mengganggu keseimbangan roda. Efeknya memang kecil, tetapi pada kecepatan tertentu getarannya bisa cukup terasa.

Society of Automotive Engineers menjelaskan bahwa keseimbangan roda adalah faktor penting dalam stabilitas kendaraan. Perubahan kecil pada bentuk ban atau distribusi massa roda dapat berpengaruh pada kenyamanan dan kontrol saat berkendara.

Tanda yang sering muncul saat motor mulai dipakai lagi

Beberapa gejala berikut sering muncul ketika ban menjadi penyebab getaran setelah motor lama parkir:

  1. Setang terasa bergetar saat motor mulai melaju.
  2. Bodi motor terasa berdenyut pada kecepatan rendah hingga menengah.
  3. Getaran berkurang setelah motor dipakai beberapa waktu.
  4. Ban terlihat kurang bulat sempurna atau tekanan anginnya turun.
  5. Getaran lebih terasa setelah motor lama diam di satu posisi.

Jika getaran tidak hilang setelah ban dipakai beberapa kilometer, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan. Penyebab lain seperti bearing roda, velg peyang, atau suspensi bermasalah juga bisa memunculkan gejala serupa.

Langkah sederhana untuk mencegahnya

Ada beberapa langkah praktis yang bisa dilakukan agar motor yang jarang dipakai tidak mudah bergetar saat digunakan kembali.

Langkah Manfaat
Geser motor beberapa meter secara berkala Mengubah titik tumpuan ban
Cek tekanan angin sesuai standar pabrikan Menjaga bentuk ban tetap stabil
Bersihkan ban dan velg Mengurangi ketidakseimbangan roda
Simpan motor di area yang tidak terlalu lembap Menjaga elastisitas karet
Periksa kondisi ban sebelum berkendara Mendeteksi masalah lebih awal

Menggerakkan motor sesekali menjadi langkah yang paling mudah dilakukan. Cara ini membantu mencegah beban terus menekan satu titik yang sama pada ban.

Pemeriksaan visual juga penting sebelum motor dipakai lagi. Jika ada retak halus, permukaan ban aus tidak merata, atau angin berkurang cukup banyak, penggunaan sebaiknya ditunda sampai kondisi ban dipastikan aman.

Ban sering dianggap komponen sederhana, padahal perannya sangat besar pada stabilitas dan kenyamanan berkendara. Karena itu, saat motor yang lama diparkir tiba-tiba bergetar, perhatian pertama sebaiknya diarahkan ke kondisi ban, tekanan udara, kebersihan roda, dan lingkungan tempat parkir sebelum menduga ada kerusakan yang lebih berat.

Terbaru