
Baseus merilis TWS 1 Youth Edition sebagai earbuds entry-level yang membawa spesifikasi cukup menonjol di kelas harga terjangkau. Produk ini menarik perhatian karena sudah memakai Bluetooth 6.0, fitur yang masih jarang ditemui pada TWS murah.
Di pasar audio nirkabel 2026, konsumen kini tidak lagi hanya mencari harga rendah. Mereka juga menuntut koneksi stabil, baterai tahan lama, dan latensi rendah untuk kebutuhan harian, rapat daring, hingga bermain gim.
Fokus pada segmen entry-level
Baseus TWS 1 Youth Edition diposisikan untuk pengguna yang ingin masuk ke ekosistem earbuds nirkabel tanpa mengeluarkan biaya besar. Berdasarkan data dari artikel referensi, perangkat ini dibanderol sekitar Rp177 ribuan, sehingga langsung bersaing di kelas TWS di bawah Rp200 ribu.
Segmen ini berkembang cepat dalam dua tahun terakhir. Banyak merek mencoba menawarkan fitur yang sebelumnya hanya hadir di produk menengah, seperti noise reduction saat panggilan dan mode latensi rendah.
Kehadiran Baseus menunjukkan pola itu makin jelas. Alih-alih hanya menawarkan desain ringkas, merek ini juga memasukkan sejumlah spesifikasi yang relevan untuk pemakaian modern.
Bluetooth 6.0 jadi nilai jual utama
Sorotan terbesar dari produk ini ada pada dukungan Bluetooth 6.0. Dalam materi referensi, teknologi ini disebut membawa peningkatan stabilitas transmisi data sekaligus efisiensi energi dibanding generasi sebelumnya.
Bagi pengguna, manfaat paling terasa biasanya ada pada koneksi yang lebih konsisten dan konsumsi daya yang lebih hemat. Meski implementasi nyata tetap bergantung pada kompatibilitas perangkat sumber dan optimasi software, kehadiran Bluetooth 6.0 tetap menjadi poin pembeda penting di kelas entry-level.
Baseus juga menyertakan fitur dual pair. Fitur ini memungkinkan earbuds terhubung ke dua perangkat sekaligus, misalnya ponsel dan laptop, sehingga perpindahan audio bisa lebih praktis untuk pengguna yang sering multitasking.
Spesifikasi audio dan fitur komunikasi
Untuk sektor suara, Baseus membekali TWS 1 Youth Edition dengan driver dinamis 10 mm. Driver berukuran ini umumnya dipakai untuk menghasilkan karakter suara yang lebih penuh, terutama pada frekuensi rendah atau bass.
Pada kebutuhan komunikasi, perangkat ini memakai mikrofon ganda yang didukung AI noise reduction. Fitur tersebut ditujukan untuk membantu meredam suara latar saat pengguna melakukan panggilan telepon atau mengikuti pertemuan daring.
Klaim seperti ini lazim pada TWS modern. Namun efektivitasnya tetap akan dipengaruhi kondisi lingkungan, kualitas jaringan, dan kemampuan pemrosesan suara dari perangkat yang digunakan.
Ringan dan siap untuk aktivitas harian
Dari sisi desain, bobot tiap earbuds hanya 3,3 gram. Angka ini tergolong ringan, sehingga berpotensi memberi kenyamanan lebih baik saat dipakai dalam durasi panjang.
Baseus juga menyematkan sertifikasi IP55. Artinya, earbuds ini memiliki perlindungan terhadap debu dan percikan air, sehingga cukup aman untuk aktivitas luar ruangan ringan atau olahraga dengan paparan keringat.
Meski begitu, perlindungan IP55 bukan berarti perangkat tahan direndam air. Pengguna tetap perlu berhati-hati agar usia pakai perangkat tidak cepat menurun.
Daya tahan baterai dan kebutuhan mobile
Salah satu aspek yang paling kuat pada TWS 1 Youth Edition adalah baterainya. Dalam sekali pengisian penuh, earbuds diklaim mampu digunakan hingga 7 jam, sedangkan total pemakaian bersama charging case mencapai 40 jam.
Baseus juga menghadirkan pengisian cepat. Pengisian 10 menit disebut dapat memberi waktu pemutaran hingga 1,5 jam, sebuah fitur yang berguna untuk pengguna dengan mobilitas tinggi.
Untuk pengguna kasual, kombinasi ini cukup kompetitif. Kapasitas seperti itu biasanya sudah memadai untuk penggunaan harian tanpa harus sering mencari colokan listrik.
Cocok untuk siapa?
Secara umum, earbuds ini cocok untuk beberapa tipe pengguna berikut:
- Pelajar atau mahasiswa yang membutuhkan TWS murah untuk kelas online dan hiburan.
- Pekerja mobile yang sering berpindah antara ponsel dan laptop.
- Pengguna kasual yang ingin baterai panjang tanpa masuk ke segmen harga menengah.
- Gim kasual yang membutuhkan latensi rendah.
Untuk bermain gim, Baseus mencantumkan latensi rendah hingga 60 ms. Angka ini cukup menarik di kertas spesifikasi karena dapat membantu meminimalkan jeda antara suara dan gambar.
Hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli
Ada beberapa poin yang patut dicermati calon pembeli. Pertama, kualitas audio tetap bersifat subjektif karena dipengaruhi tuning suara dan preferensi pengguna.
Kedua, Bluetooth 6.0 memang terdengar menjanjikan, tetapi pengalaman terbaik baru akan terasa jika perangkat sumber juga mendukung konektivitas modern dan optimasi yang baik. Ketiga, harga yang sangat agresif biasanya membuat pembeli perlu realistis terhadap kualitas material, aplikasi pendamping, atau fitur lanjutan yang mungkin tidak selengkap TWS kelas menengah.
Berikut ringkasan spesifikasi utamanya:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Konektivitas | Bluetooth 6.0 |
| Driver | Dinamis 10 mm |
| Mikrofon | Dual mic dengan AI noise reduction |
| Bobot | 3,3 gram per sisi |
| Ketahanan | IP55 |
| Latensi | Hingga 60 ms |
| Baterai earbuds | Hingga 7 jam |
| Total dengan case | Hingga 40 jam |
| Fast charging | 10 menit untuk 1,5 jam pemutaran |
Dengan kombinasi fitur tersebut, Baseus TWS 1 Youth Edition masuk sebagai salah satu opsi menarik di pasar earbuds murah 2026. Jika harga rilis tetap berada di kisaran Rp177 ribuan, produk ini berpotensi mendapat perhatian besar dari pengguna yang menginginkan TWS terjangkau dengan fitur kekinian seperti Bluetooth 6.0, dual pair, dan baterai panjang.









