
Pearl Abyss mengakui bahwa sebagian aset dalam Crimson Desert dibuat dengan bantuan AI generatif. Pengakuan itu muncul setelah pemain menemukan karya visual yang dinilai janggal dan menuduh studio mengambil jalan pintas dalam pengembangan game dunia terbuka tersebut.
Setelah isu itu ramai dibahas, halaman Steam Crimson Desert kini memuat pengungkapan resmi soal penggunaan AI. Langkah ini penting karena Valve mewajibkan pengembang menjelaskan pemakaian teknologi AI generatif pada materi yang masuk ke produk mereka.
Pearl Abyss akui aset AI hanya bersifat sementara
Dalam pernyataan resminya di media sosial, Pearl Abyss menyebut aset yang dipersoalkan merupakan “2D visual props” yang dibuat pada tahap awal pengembangan. Studio itu mengatakan alat AI generatif eksperimental dipakai untuk membantu iterasi awal, terutama saat tim masih menguji nuansa visual dan atmosfer dunia game.
Pearl Abyss juga menyatakan gambar-gambar tersebut sejak awal dimaksudkan sebagai placeholder. Artinya, aset itu seharusnya hanya menjadi materi sementara dan akan diganti sebelum Crimson Desert dirilis ke publik.
Studio tersebut meminta maaf atas kelalaian itu. Pearl Abyss menyebut ada aset sementara yang luput dihapus dari build lebih awal, lalu ikut terbawa ke materi yang terlihat oleh publik.
Disclousure AI kini muncul di Steam
Pada halaman Steam, Crimson Desert sekarang menampilkan keterangan bahwa “Generative AI technology is used in a supplementary capacity during the creation of some 2D prop assets.” Isi pengungkapan itu sejalan dengan penjelasan Pearl Abyss di media sosial.
Keterangan tersebut menegaskan bahwa AI tidak disebut sebagai alat utama untuk membangun keseluruhan game. Pearl Abyss menempatkannya sebagai dukungan tambahan dalam pembuatan sebagian kecil aset properti dua dimensi.
Langkah ini relevan karena Steam dalam beberapa waktu terakhir memperketat transparansi soal AI. Valve meminta pengembang terbuka mengenai bagaimana AI digunakan, khususnya jika teknologi itu dipakai untuk membuat konten yang masuk ke game.
Apa yang memicu kecurigaan pemain
Sorotan publik bermula dari temuan komunitas di Reddit. Sejumlah pengguna menunjukkan gambar lukisan berbingkai dalam game yang menampilkan anatomi manusia tidak wajar, termasuk posisi anggota tubuh yang tampak salah.
Ciri seperti itu sering dikaitkan dengan hasil gambar AI generatif. Di saat yang sama, muncul juga dugaan bahwa AI digunakan dalam penerjemahan dialog ke bahasa lain, termasuk bahasa Jerman, meski bagian ini belum dijelaskan secara rinci oleh Pearl Abyss dalam pernyataan yang beredar.
Temuan visual tersebut memicu kritik karena Crimson Desert bukan proyek kecil. Game ini dikenal sebagai salah satu ambisi terbesar Pearl Abyss, dengan laporan bahwa sekitar 250 pengembang terlibat dalam pengerjaannya.
Mengapa studio memakai AI generatif
Menurut penjelasan Pearl Abyss, penggunaan AI dilakukan pada fase eksperimen awal. Dalam produksi game skala besar, aset sementara sering dipakai untuk menguji komposisi ruang, suasana, dan arah artistik sebelum versi final diselesaikan oleh tim seni.
Namun, pembelaan itu tidak menghentikan kritik sepenuhnya. Sebagian pemain menilai studio sebesar Pearl Abyss seharusnya punya sumber daya cukup untuk menghindari aset sementara berbasis AI masuk ke build yang dipamerkan ke publik.
Berikut poin utama yang sudah dikonfirmasi:
- Pearl Abyss mengakui penggunaan AI generatif pada sebagian aset 2D.
- Aset tersebut disebut hanya placeholder untuk tahap awal iterasi.
- Studio meminta maaf karena aset itu tidak terhapus dari build lebih awal.
- Halaman Steam kini memuat pengungkapan resmi soal pemakaian AI.
- Pengembang sedang meninjau aset lain untuk memastikan tidak ada materi serupa yang terlewat.
Kontroversi AI di industri game makin sering terjadi
Kasus Crimson Desert muncul saat penggunaan AI generatif di industri game masih menjadi topik sensitif. Banyak pemain menerima AI untuk prototipe internal, tetapi menolak jika hasilnya masuk ke produk publik tanpa penjelasan yang jelas.
Artikel referensi juga menyinggung contoh lain, yakni Clair Obscur: Expedition 33. Kasus seperti itu memperlihatkan bahwa perdebatan kini bukan hanya soal legalitas, tetapi juga soal kepercayaan, transparansi, dan standar kualitas dalam pengembangan game.
Bagi pemain, masalah utamanya bukan sekadar ada atau tidak ada AI. Reaksi keras biasanya muncul ketika studio dianggap tidak terbuka sejak awal, lalu baru memberi penjelasan setelah komunitas lebih dulu menemukan jejak penggunaan teknologi tersebut.
Dampaknya bagi citra Crimson Desert
Crimson Desert selama ini menarik perhatian sebagai game aksi dunia terbuka berlatar benua Pywel yang luas. Karena proyek ini diposisikan sebagai rilisan penting dari Pearl Abyss, setiap temuan kecil pada kualitas aset mudah membesar menjadi isu reputasi.
Pengakuan resmi dan pembaruan disclosure di Steam dapat meredam sebagian kritik. Meski begitu, respons akhir kemungkinan akan bergantung pada seberapa cepat Pearl Abyss membersihkan aset yang dipersoalkan dan memastikan versi rilis tidak lagi memuat materi visual sementara berbasis AI.
Pearl Abyss menyatakan sedang memeriksa seluruh aset untuk mencari kemungkinan temuan lain. Pemain kini menunggu pembaruan berikutnya, sambil mengamati apakah studio benar-benar mengganti seluruh properti visual yang sebelumnya diakui dibuat dengan bantuan AI generatif.
Source: www.notebookcheck.net







