5 Game Assassin’s Creed Yang Berani Melanggar Aturan Tradisi, Cerita dan Inovasi yang Mengubah Seri Selamanya

Seri Assassin’s Creed dikenal dengan ciri khas seperti hidden blade, eagle vision, dan mekanisme stealth yang konsisten di setiap gamenya. Namun, Ubisoft kerap bereksperimen dengan berbagai judul yang mencoba menyajikan konsep atau mekanik baru jauh dari tradisi lama. Berikut ini lima game Assassin’s Creed yang berani keluar dari kebiasaan dan menawarkan pengalaman unik bagi para pemain.

1. Assassin’s Creed Rogue
Assassin’s Creed Rogue mengambil sudut pandang berbeda dengan protagonis Shay Patrick Cormac yang berasal dari Assassin, namun memilih membelot ke pihak Templar. Premis ini membalikkan paradigma seri, di mana pemain justru berburu mantan rekan Assassin-nya sendiri. Terobosan lain adalah kebebasan membunuh warga sipil tanpa konsekuensi, sesuatu yang tidak pernah diizinkan di game sebelumnya. Walau premisnya segar, eksekusi game ini masih dirasa belum sepenuhnya memaksimalkan potensi unik tersebut.

2. Assassin’s Creed Origins
Origins merevolusi mekanisme eagle vision yang sudah jadi ciri khas seri. Alih-alih diaktifkan secara langsung oleh karakter, pemain kini menggunakan burung elang bernama Senu untuk memindai area dan menandai musuh maupun objek penting. Perubahan ini memberikan dimensi taktik baru dalam eksplorasi dan pertempuran. Mekanisme burung pengintai ini kemudian diteruskan pada seri Odyssey, Valhalla, dan Mirage.

3. Assassin’s Creed Odyssey
Odyssey mengangkat latar Yunani Kuno pada 422 SM, jauh sebelum kemunculan Brotherhood Assassin. Game ini hadir dengan sistem RPG yang lebih kompleks, termasuk pilihan dialog bercabang, leveling, dan loot yang mendalam. Menariknya, senjata ikonik hidden blade dihilangkan dan diganti dengan Spear of Leonidas yang memiliki kemampuan khusus, seperti teleportasi ke musuh. Hal ini membuat gaya bermain stealth tetap relevan namun dengan pendekatan berbeda.

4. Assassin’s Creed Valhalla
Valhalla memberi kebebasan lebih pada pemain dalam pemilihan karakter utama bernama Eivor. Tidak hanya menentukan gender di awal, pemain dapat mengganti gender Eivor kapan saja selama permainan dengan mudah. Ini berbeda dengan tradisi cerita Assassin’s Creed yang biasanya berfokus pada satu tokoh utama tetap. Fitur ini membawa fleksibilitas dan pengalaman personalisasi yang lebih tinggi dalam narasi serta gameplay.

5. Assassin’s Creed Shadows
Shadows menghadirkan dua protagonis berbeda yang dapat dimainkan secara bergantian, yaitu Naoe, seorang shinobi dengan kemampuan stealth khas Assassin’s Creed, dan Yasuke, seorang samurai unik yang minim unsur tradisional seri. Yasuke tidak bisa melakukan leap of faith atau parkour, serta tidak terkait dengan Brotherhood. Perbedaan ini menghapus banyak elemen ikonik, membuatnya tentu terasa tidak biasa dalam konteks cerita dan gameplay Assassin’s Creed.


Perubahan dan inovasi ini menunjukkan upaya Ubisoft untuk menjaga kesegaran dan daya tarik seri Assassin’s Creed. Setiap game yang menciptakan dinamika baru ini berhasil memberikan perspektif segar tanpa melupakan akar cerita besar pertarungan antara Assassin dan Templar. Melalui inovasi pada karakter, mekanisme, dan narasi, Ubisoft menunjukkan fleksibilitas demi merangkul audiens yang lebih luas dan beragam.

Jika Anda penggemar Assassin’s Creed yang mencari pengalaman berbeda dari kebiasaan, kelima game ini layak untuk dicoba. Masing-masing membawa unsur baru sekaligus memacu rasa ingin tahu mengenai masa depan seri yang terus bertransformasi.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait

Back to top button