Wajah Baru Gemini Mulai Terbongkar, Aplikasi Android Bisa Jauh Lebih Rapi dan Seragam

Google dilaporkan sedang menyiapkan perombakan antarmuka Gemini di Android agar tampil lebih rapi dan lebih seragam dengan versi web. Indikasi ini muncul dari temuan Android Authority dalam Google app v17.11.54 beta, yang menampilkan sejumlah elemen baru yang belum dirilis ke publik.

Perubahan yang sedang diuji ini berfokus pada penyederhanaan navigasi dan konsistensi pengalaman lintas perangkat. Jika benar diluncurkan, pengguna Gemini di ponsel Android kemungkinan akan melihat sidebar yang lebih lengkap, pemindah model yang dipindah ke bagian atas, serta tampilan informasi ekstensi yang lebih jelas.

Antarmuka Gemini Android disebut makin mirip versi web

Menurut laporan Android Authority, Google sedang menguji sidebar Gemini Android yang meniru versi mobile web. Salah satu tambahan yang paling menonjol adalah menu “Settings & help” di bagian bawah sidebar, fitur yang saat ini sudah ada di web tetapi belum tersedia di aplikasi Android.

Selain itu, sidebar baru juga disebut memuat area seperti “Scheduled actions” dan “My stuff”. Bagian “Notebooks”, yang sebelumnya dikenal sebagai “Projects” di dalam aplikasi, juga disebut akan ditempatkan di area ini.

Android Authority juga menemukan ikon untuk menutup atau membuka bagian tertentu di sidebar. Elemen ini berlaku untuk kategori seperti Notebooks, Gems, dan Chats agar tampilan tetap ringkas saat daftar konten mulai banyak.

Langkah ini dinilai sejalan dengan upaya Google menyamakan pengalaman memakai Gemini di browser dan aplikasi. Bagi pengguna yang sering berpindah dari PC ke ponsel, tampilan yang seragam bisa mengurangi kebingungan saat mencari menu atau fitur tertentu.

Model switcher bisa pindah ke header

Perubahan lain yang cukup penting menyangkut posisi pemilih model AI di Gemini. Saat ini, tombol untuk mengganti model berada di bawah kolom input teks, dan area tersebut dinilai terasa cukup padat.

Dalam uji coba yang ditemukan, Google tampaknya memindahkan model switcher ke bagian header aplikasi. Tujuannya adalah mengosongkan area input agar tampak lebih bersih dan fokus pada percakapan.

Android Authority menilai perubahan ini juga membuat perpindahan model menjadi sedikit kurang instan. Namun, pendekatan itu bisa masuk akal karena Google kini disebut lebih mengandalkan model “Fast”, yaitu Gemini 3 Flash, untuk kebutuhan umum sehari-hari.

Bagi banyak pengguna, model cepat itu sudah memadai untuk pertanyaan biasa. Karena itu, pemindahan tombol model ke header mungkin tidak terlalu mengganggu bagi pengguna yang jarang beralih ke mode “Thinking” atau “Pro”.

Cara Gemini menampilkan ekstensi juga ikut berubah

Gemini saat ini bisa memakai berbagai alat dan ekstensi untuk menyelesaikan tugas pengguna. Pada tampilan yang ada sekarang, header kueri biasanya menampilkan format seperti “Google Search & 1 more” untuk menunjukkan bahwa lebih dari satu alat dipakai.

Dalam antarmuka baru yang diuji, Google disebut akan menyorot ekstensi yang terakhir digunakan. Formatnya berubah menjadi keterangan seperti “Used Google Keep”, lalu pengguna tetap dapat membuka rincian untuk melihat model yang dipakai dan semua ekstensi yang terlibat.

Perubahan kecil ini bisa membantu pengguna memahami jalur kerja Gemini dengan lebih cepat. Informasi yang ditampilkan menjadi lebih spesifik, sehingga interaksi AI terasa lebih transparan daripada sekadar label umum.

Ada pembaruan visual kecil pada ikon umpan balik

Google juga terlihat menyiapkan ikon baru untuk baris umpan balik di dalam percakapan. Menurut temuan Android Authority, ikon tersebut tampil lebih tipis dibanding versi sekarang, meski fungsinya tetap sama.

Perubahan ini memang tergolong minor, tetapi menunjukkan bahwa pembaruan yang disiapkan bukan hanya soal tata letak. Google tampaknya juga sedang menyelaraskan detail visual agar Gemini terasa lebih modern dan konsisten.

Ringkasan perubahan yang terdeteksi

Berikut beberapa perubahan utama yang ditemukan dalam uji antarmuka Gemini Android:

  1. Sidebar baru yang lebih mirip versi web.
  2. Penambahan menu “Settings & help” di bagian bawah sidebar.
  3. Kehadiran area “Scheduled actions”, “My stuff”, dan “Notebooks”.
  4. Ikon lipat untuk mengatur tampilan Notebooks, Gems, dan Chats.
  5. Pemindahan model switcher dari area input ke header.
  6. Label ekstensi yang menyorot alat terakhir yang dipakai.
  7. Desain ikon umpan balik yang lebih tipis.

Masih tahap pengujian, belum tersedia untuk semua pengguna

Penting dicatat, seluruh perubahan ini belum aktif secara resmi di Gemini. Laporan tersebut berasal dari APK teardown, yakni metode yang dipakai untuk menelusuri fitur yang masih dalam pengembangan melalui kode aplikasi.

Metode ini sering memberi petunjuk kuat soal arah pengembangan produk, tetapi tidak menjamin semua fitur akan benar-benar dirilis. Karena itu, antarmuka final Gemini Android masih bisa berubah sebelum diumumkan lebih luas oleh Google.

Meski begitu, pola pembaruannya terlihat cukup jelas. Google tampaknya ingin membuat Gemini di Android terasa lebih bersih, lebih mudah dipahami, dan lebih konsisten dengan pengalaman Gemini di web bagi pengguna ponsel Android.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button