
Samsung Galaxy A37 mulai menarik perhatian karena perangkat ini sudah tercatat lolos sertifikasi di beberapa negara, termasuk TKDN Indonesia. Kehadiran sertifikasi tersebut biasanya menjadi sinyal bahwa peluncuran resminya tinggal menunggu waktu, terutama untuk pasar Asia Tenggara.
Bocoran yang beredar juga mengarah pada jadwal rilis di akhir Maret atau awal April. Di saat yang sama, materi promosi awal yang muncul di Thailand ikut memunculkan informasi soal harga, spesifikasi inti, dan posisi Samsung menempatkan model ini di kelas menengah premium.
Lolos sertifikasi di tiga negara
Samsung Galaxy A37 dilaporkan sudah mengantongi sertifikasi IMDA Singapura, TKDN Indonesia, dan NBTC Thailand. Jejak sertifikasi seperti ini kerap muncul menjelang peluncuran resmi karena menandakan perangkat telah melewati tahap administrasi penting untuk masuk ke pasar lokal.
Di Indonesia, lolos TKDN menjadi indikator kuat bahwa perangkat tersebut memang disiapkan untuk edar resmi. Sementara itu, sertifikasi di Thailand dan Singapura memperkuat dugaan bahwa Samsung menyiapkan peluncuran regional dalam waktu berdekatan.
Harga mulai naik, mengikuti tren pasar
Informasi yang beredar dari brosur penjualan di Thailand menyebut varian memori tertinggi Samsung Galaxy A37 dihargai THB 13.999 atau sekitar Rp7,2 juta. Jika angka itu benar, posisi harga perangkat ini berarti naik cukup jauh dibandingkan generasi sebelumnya.
Sebagai pembanding, Samsung Galaxy A36 varian tertinggi saat masuk Indonesia dibanderol Rp6,2 juta. Kenaikan ini diduga tidak lepas dari tekanan biaya komponen global, terutama pada cip dan memori, yang ikut terdampak perkembangan industri AI.
Dalam konteks pasar, Samsung bukan satu-satunya yang menyesuaikan harga. Beberapa merek pesaing di segmen menengah juga disebut mulai menaikkan banderol produk mereka di rentang Rp1 juta hingga Rp2 juta.
Spesifikasi yang dibawa lebih matang
Samsung Galaxy A37 disebut mengandalkan chipset Exynos 1480 dengan fabrikasi 4 nm. Chipset ini sebelumnya digunakan pada Galaxy A55 dan dikenal cukup stabil untuk kebutuhan harian, gim, dan multitasking.
Peralihan ke Exynos 1480 menjadi peningkatan penting karena pendahulunya masih memakai Snapdragon 6 Gen 3. Dengan perubahan ini, Samsung tampak ingin memberi dorongan performa yang lebih agresif tanpa meninggalkan efisiensi daya.
Berikut ringkasan spesifikasi yang paling banyak dibahas dari bocoran awal:
| Fitur | Bocoran spesifikasi |
|---|---|
| Chipset | Exynos 1480 |
| Fabrikasi | 4 nm |
| RAM | 6 GB dan 8 GB |
| Penyimpanan | Hingga 256 GB |
| Layar | AMOLED 6,7 inci |
| Refresh rate | 120 Hz |
| Kamera utama | 50 MP dengan OIS |
| Baterai | 5.000 mAh |
| Pengisian daya | 45 W |
Layar AMOLED 6,7 inci dengan refresh rate 120 Hz menjadi salah satu daya tarik utama. Kombinasi ini biasanya memberikan pengalaman scrolling, streaming, dan bermain gim yang terasa lebih halus.
Kamera dan baterai tetap jadi fokus
Di sektor kamera, Samsung menyematkan sensor utama 50 MP dengan OIS. Fitur stabilisasi optik ini penting untuk membantu menjaga hasil foto dan video tetap tajam saat tangan tidak sepenuhnya diam.
Untuk daya tahan, baterai 5.000 mAh masih dipertahankan. Samsung juga menyiapkan pengisian cepat 45 W, yang membantu mengisi daya lebih efisien untuk penggunaan harian.
Meski kapasitas baterainya belum mengikuti tren baterai jumbo di sebagian kompetitor, kombinasi baterai 5.000 mAh dan chipset 4 nm tetap berpotensi memberi efisiensi yang kompetitif. Dengan status sertifikasi yang sudah muncul dan bocoran promosi yang mulai beredar, Samsung Galaxy A37 kini terlihat semakin dekat menuju debut resminya di pasar Indonesia dan kawasan sekitarnya.









