Nokia Tak Lagi Bikin Ponsel, Mengapa Raksasa Jaringan Ini Pangkas 14.000 Karyawan?

Nokia masih hidup, tetapi bisnisnya sudah sangat berbeda dari citranya di era ponsel fitur. Perusahaan asal Finlandia itu kini berfokus pada infrastruktur jaringan telekomunikasi, bukan lagi memproduksi ponsel untuk dijual langsung ke konsumen.

Perubahan itu kembali jadi sorotan setelah Nokia mengumumkan program efisiensi global yang dapat memangkas hingga 14.000 karyawan. Langkah tersebut memicu pertanyaan publik: jika tidak lagi membuat ponsel, sebenarnya Nokia mengerjakan apa sekarang?

Nokia tidak lagi menjadi produsen ponsel utama

Nokia memang pernah menjadi produsen ponsel terbesar di dunia. Posisi itu dicapai pada akhir dekade 1990-an dan bertahan hingga kemudian direbut Samsung pada kuartal pertama awal dekade 2010-an.

Setelah kalah bersaing di pasar smartphone, Nokia menjual bisnis mobile devices and services miliknya kepada Microsoft pada tahun 2014. Namun, penjualan itu tidak mencakup seluruh perusahaan karena Nokia tetap mempertahankan unit bisnis lain yang sudah berjalan.

Saat ini, merek Nokia di pasar ponsel hadir melalui lisensi teknologi kepada HMD. Artinya, Nokia bukan pihak yang secara langsung mengembangkan dan menjual ponsel seperti pada masa jayanya.

Fokus utama Nokia sekarang

Bisnis utama Nokia saat ini berada di balik layar industri telekomunikasi. Perusahaan ini membangun teknologi dan peralatan yang memungkinkan operator menjalankan layanan komunikasi dan internet.

Secara sederhana, Nokia menyediakan tulang punggung jaringan untuk konektivitas tetap, seluler, dan transport network. Teknologi ini dipakai agar ponsel, perangkat nirkabel, pusat data, dan berbagai sistem digital bisa saling terhubung.

Berikut bidang utama yang dikerjakan Nokia saat ini:

  1. Infrastruktur jaringan seluler untuk operator telekomunikasi.
  2. Perangkat dan sistem pendukung jaringan tetap dan transport.
  3. Solusi 5G untuk operator dan pelanggan industri.
  4. Jaringan nirkabel privat untuk perusahaan.
  5. Pengembangan AI untuk mengelola jaringan yang makin kompleks.
  6. Riset teknologi generasi berikutnya, termasuk 6G.
  7. Lisensi paten yang digunakan di banyak perangkat, termasuk ponsel.

Salah satu pemain besar di pasar 5G

Nokia masih tergolong raksasa di industri telekomunikasi global. Menurut data yang dikutip dari artikel referensi, perusahaan ini telah menandatangani lebih dari 400 kesepakatan komersial terkait 5G.

Nokia juga disebut memiliki lebih dari 1.000 pelanggan private wireless. Angka itu menunjukkan bahwa bisnis perusahaan tidak hanya bergantung pada operator besar, tetapi juga pada kebutuhan konektivitas industri, kampus, pelabuhan, pabrik, dan sektor lain yang memerlukan jaringan privat.

Jangkauan operasinya pun luas. Nokia hadir di lebih dari 150 negara dan jaringannya mendukung lebih dari 4,4 miliar langganan seluler di seluruh dunia.

Bukan hanya jual perangkat, tetapi juga hidup dari paten

Salah satu alasan Nokia tetap besar meski tak lagi menjual ponsel adalah bisnis paten. Perusahaan ini memiliki lebih dari 26.000 keluarga paten yang terkait dengan teknologi jaringan dan komunikasi.

Paten tersebut memberi pemasukan dalam bentuk royalti. Jadi, ketika teknologi milik Nokia dipakai dalam perangkat atau sistem tertentu, perusahaan dapat memperoleh pendapatan tanpa harus menjual produk konsumen secara langsung.

Model bisnis ini penting karena membuat Nokia tidak hanya bergantung pada penjualan peralatan telekomunikasi. Pendapatan dari lisensi juga membantu menopang perusahaan di tengah persaingan ketat belanja infrastruktur operator.

Mengapa Nokia memangkas ribuan pekerja

Program pengurangan tenaga kerja yang ramai diberitakan merupakan bagian dari rencana penghematan global. Dalam pernyataan yang dikutip dari artikel referensi, Nokia menyebut target efisiensinya berada di kisaran EUR 800m-1.2bn.

Perusahaan juga menegaskan bahwa program itu mencakup pengurangan tenaga kerja global sekitar 9.000 hingga 14.000 orang hingga akhir 2026. Nokia saat ini memiliki sekitar 74.000 karyawan di seluruh dunia, termasuk lebih dari 17.000 pekerja di India.

Nokia menyatakan India tetap menjadi hub penting bagi perusahaan. Nokia juga menegaskan tidak mengumumkan panduan khusus untuk pengurangan tenaga kerja di India, sehingga fokus restrukturisasi masih disampaikan sebagai program global.

Arah bisnis baru Nokia

Di tengah tekanan efisiensi, Nokia tetap menyiapkan perubahan struktur bisnis. Artikel referensi menyebut perusahaan akan menyusun operasinya ke dalam dua segmen utama, yakni Network Infrastructure dan Mobile Infrastructure.

Tujuannya adalah menyesuaikan organisasi dengan kebutuhan pelanggan dan mempercepat inovasi saat lonjakan kebutuhan AI mendorong permintaan konektivitas yang lebih canggih. Nokia juga mengembangkan konsep jaringan otonom yang dapat mengatur, mengoperasikan, mengoptimalkan, memperbaiki, dan mengamankan diri dengan intervensi manusia yang minim.

Karena itu, jumlah karyawan Nokia yang besar sebenarnya terkait dengan skala bisnis infrastruktur global, riset jaringan, layanan perusahaan, pengembangan perangkat lunak, dan portofolio paten yang luas. Dengan kata lain, Nokia memang tidak lagi identik dengan ponsel, tetapi tetap menjadi salah satu perusahaan penting yang menopang cara dunia terhubung setiap hari.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version