Tes Baterai Galaxy S26 Ungkap Jurang Besar, Snapdragon 28% Lebih Awet dari Exynos

Author: Qoo Media

Uji baterai yang membandingkan dua varian Galaxy S26 memunculkan jarak performa yang mencolok antara Snapdragon dan Exynos. Berdasarkan pengujian yang diunggah Android Addicts, Galaxy S26 dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 bertahan jauh lebih lama dibanding Galaxy S26 dengan Exynos 2600 dalam skenario penggunaan campuran.

Temuan ini penting karena lini Galaxy S selama bertahun-tahun memang hadir dalam dua versi chipset. Pasar tertentu biasanya mendapat Snapdragon dari Qualcomm, sementara banyak wilayah lain menerima Exynos buatan Samsung, sehingga selisih efisiensi daya selalu menjadi perhatian calon pembeli.

Hasil uji baterai menunjukkan selisih sangat besar

Dalam video berdurasi sekitar enam menit, dua unit Galaxy S26 ditempatkan berdampingan dan menjalankan aplikasi serta proses yang sama secara berurutan. Metode ini dirancang untuk meniru pemakaian harian, bukan sekadar tes sintetis yang hanya mengandalkan satu aplikasi atau satu beban kerja.

Hasilnya, varian Exynos 2600 menjadi yang pertama kehabisan daya setelah 6 jam 48 menit waktu layar aktif. Sementara itu, model dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 terus berjalan hingga mencatat total 9 jam 26 menit screen-on time.

Jika dihitung dari data tersebut, keunggulan Snapdragon mencapai sekitar 28 persen dibanding Exynos pada perangkat yang pada dasarnya sama. Angka itu membuat kesan awalnya sangat tegas, yakni Snapdragon tidak hanya unggul, tetapi juga meninggalkan Exynos cukup jauh dalam urusan efisiensi baterai.

Mengapa hasil ini langsung menarik perhatian

Perbedaan daya tahan baterai sering kali lebih terasa bagi pengguna dibanding selisih skor benchmark. Dalam penggunaan sehari-hari, tambahan lebih dari dua jam screen-on time dapat berarti ponsel bertahan sampai malam tanpa pengisian ulang tambahan.

Bagi konsumen, efisiensi chipset juga berkaitan langsung dengan suhu perangkat dan kestabilan performa saat dipakai lama. Semakin hemat sebuah chip, semakin besar peluang ponsel mempertahankan kinerja tanpa cepat turun akibat panas atau konsumsi daya berlebih.

Ada catatan penting soal metodologi pengujian

Meski hasilnya terlihat telak, pengujian ini tetap memiliki keterbatasan. Artikel sumber menekankan bahwa karena kedua ponsel melewati serangkaian aplikasi dan proses dengan tingkat beban berbeda, perbandingan setelah perangkat Exynos mati tidak bisa dianggap sepenuhnya setara.

Artinya, ada kemungkinan urutan aplikasi setelah titik kematian Exynos lebih berat atau justru lebih ringan untuk Snapdragon. Karena itu, data ini lebih tepat dibaca sebagai indikasi kuat adanya gap besar, bukan angka final yang mutlak mewakili semua kondisi penggunaan.

Berikut ringkasan data utama dari pengujian tersebut:

Varian Galaxy S26 Chipset Waktu layar aktif
Galaxy S26 Exynos 2600 6 jam 48 menit
Galaxy S26 Snapdragon 8 Elite Gen 5 9 jam 26 menit

Selisih daya tahan:

  1. Tambahan waktu untuk Snapdragon: 2 jam 38 menit
  2. Keunggulan relatif: sekitar 28 persen
  3. Konteks pengujian: penggunaan campuran dengan beberapa aplikasi dan proses

Dampaknya bagi pengguna di berbagai wilayah

Temuan ini kembali menghidupkan isu lama soal fragmentasi pengalaman pengguna Galaxy S. Ketika desain, layar, kamera, dan kapasitas baterai ponsel serupa, perbedaan chipset dapat membuat pengalaman nyata terasa tidak setara antarwilayah.

Bagi konsumen di negara yang hanya kebagian Exynos, hasil seperti ini berpotensi memicu persepsi bahwa mereka menerima produk dengan nilai lebih rendah. Di sisi lain, pengguna di pasar Snapdragon mendapat keuntungan yang bukan hanya terlihat di atas kertas, tetapi juga bisa terasa dalam rutinitas harian.

Snapdragon unggul, tetapi evaluasi lebih luas tetap dibutuhkan

Satu uji baterai belum cukup untuk menilai keseluruhan kualitas sebuah chipset. Pengujian tambahan masih dibutuhkan untuk melihat konsistensi hasil pada skenario lain seperti gaming berat, navigasi GPS, video streaming panjang, panggilan video, performa kamera, hingga manajemen suhu.

Namun, data dari Android Addicts tetap memberi sinyal yang sulit diabaikan. Jika pola ini dikonfirmasi oleh pengujian lain, maka Snapdragon 8 Elite Gen 5 berpotensi menjadi faktor pembeda utama Galaxy S26, terutama bagi pengguna yang memprioritaskan daya tahan baterai di atas segalanya.

Samsung sendiri selama ini terus mengembangkan Exynos agar bisa bersaing lebih seimbang dengan chip Qualcomm. Akan tetapi, dari data yang beredar saat ini, varian Galaxy S26 dengan Snapdragon tampak menawarkan efisiensi daya yang jauh lebih kuat, dan isu inilah yang kemungkinan besar akan terus menjadi sorotan pembeli sebelum menentukan versi mana yang layak dipilih.

Source: www.androidpolice.com
Terbaru