Robot Gudang Ini Mengubah Decathlon, Order Naik Dua Kali Lipat dan Pekerja Lebih Ringan

Decathlon, jaringan ritel perlengkapan olahraga terbesar di dunia, melaporkan peningkatan produktivitas yang signifikan di tujuh gudang Eropa setelah memakai robot dari Exotec. Temuan ini memperlihatkan bagaimana otomasi gudang mulai memberi dampak langsung pada kecepatan pemenuhan pesanan, efisiensi ruang, dan kondisi kerja karyawan.

Exotec, startup asal Prancis yang mengembangkan robot gudang dan sistem otomasi perpindahan barang, menjadi bagian penting dari transformasi tersebut. CEO dan salah satu pendirinya, Romain Moulin, mengatakan perusahaan bisa memangkas jejak gudang sekaligus meningkatkan output pengiriman barang.

Lonjakan kapasitas di gudang Decathlon

Di fasilitas Decathlon di Portugal, jumlah pesanan yang bisa disiapkan naik dua kali lipat dari 57.000 menjadi 114.000. Selain itu, perusahaan juga mencatat perluasan kemampuan suplai di sejumlah lokasi, yang menunjukkan bahwa otomasi bukan hanya mempercepat proses, tetapi juga menambah jangkauan layanan toko fisik.

Decathlon menyebut penggunaan robot Exotec membantu proses sortir dan pengepakan barang untuk toko ritel. Pada saat yang sama, perusahaan menilai sistem tersebut membuat alur kerja gudang menjadi lebih ringkas dan lebih mudah diatur.

Bagaimana robot Skypods bekerja

Produk utama Exotec bernama Skypods, yaitu armada robot beroda yang bergerak di dalam sistem rak milik perusahaan. Robot ini tidak berbentuk humanoid, melainkan unit kompak yang bisa mengambil, menyimpan, dan memindahkan barang dari bin penyimpanan.

Skypods mampu bergerak secara tiga dimensi dan menempel pada rak penyimpanan eksklusif buatan Exotec. Menurut Moulin, robot itu bisa mencapai ketinggian sekitar 46 kaki, sehingga membantu perusahaan memaksimalkan kepadatan penyimpanan di dalam gudang.

Dampak pada ruang dan tenaga kerja

Otomasi membuat kebutuhan ruang gudang menjadi lebih efisien. Moulin menyebut platform Exotec dapat menurunkan jejak gudang hingga sekitar 65.000 kaki persegi, meski perusahaan tidak harus mengecilkan fasilitasnya.

Dalam model gudang konvensional, barang biasanya disusun di rak setinggi 6 hingga 7 kaki agar mudah dijangkau pekerja. Para picker lalu mendorong troli dan berjalan dari satu lokasi ke lokasi lain untuk mengumpulkan pesanan, yang sering membuat mereka menempuh jarak jauh setiap hari.

  1. Jarak jalan pekerja berkurang karena robot mengambil barang dari rak.
  2. Kapasitas penyimpanan meningkat karena rak bisa dibuat lebih padat.
  3. Pekerja dapat dipindahkan ke tugas lain seperti retur atau perbaikan.
  4. Risiko insiden kerja ikut turun karena aktivitas fisik yang berat berkurang.

Di situs logistik Decathlon di Inggris, jarak berjalan picker turun dari lebih dari 6 mil menjadi kurang dari 1 mil per hari. Di lokasi yang sama, insiden kerja terkait order picking juga menurun dari 1 dalam 5.000 menjadi 1 dalam 10.000.

Perubahan tugas manusia di gudang

Exotec mengatakan ada perubahan besar pada pembagian kerja. Di salah satu lokasi, jumlah picker turun dari 50 menjadi 12 orang setelah Skypods dipasang, sementara pekerja lain dipindahkan ke operasi berbeda.

Moulin menilai perubahan itu justru memperbaiki kondisi kerja. “The working conditions are much better,” kata Moulin kepada Business Insider, merujuk pada beban jalan kaki yang lebih ringan serta proses yang lebih terstruktur.

Strategi otomasi yang lebih luas

Exotec tidak hanya menawarkan robot tunggal, tetapi sistem gudang terpadu yang mencakup banyak komponen. Sistem itu dapat terdiri dari 150 hingga 200 Skypods, automatic depalletizers, palletizers, mesin pembuka karton, dan RFID tunnel untuk memindai barang di konveyor.

Moulin bahkan mengatakan bahwa dengan pendekatan standar seperti ini, perusahaan bisa memulai gudang baru setiap empat bulan. Ia menilai daya tarik utama otomasi gudang adalah kemampuan mengalirkan lebih banyak barang di tengah kelangkaan tenaga kerja yang masih terjadi di banyak negara.

Tantangan tenaga kerja dan arah industri

Moulin mengatakan pelanggan Exotec di Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang menghadapi masalah yang sama, yaitu sulit mencari pekerja untuk tugas gudang yang repetitif. Di sisi lain, mereka juga ingin menggandakan throughput fasilitas tanpa menambah beban operasional secara berlebihan.

Sejumlah industri memang sedang mengeksplorasi robot humanoid, tetapi Exotec mengambil arah berbeda. Perusahaan itu memilih robot sederhana untuk memindahkan inventaris, lalu menggabungkannya dengan perangkat lunak dan AI agar proses gudang tetap cepat, padat, dan mudah diduplikasi di berbagai lokasi.

Dalam konteks ritel olahraga skala besar seperti Decathlon, otomasi gudang kini bukan lagi sekadar eksperimen teknologi. Sistem robotik justru mulai menjadi alat operasional utama untuk menjaga kecepatan pasokan, meningkatkan keselamatan kerja, dan menyesuaikan rantai pasok dengan permintaan yang terus bergerak.

Berita Terkait

Back to top button