TECNO CAMON 50 Resmi Rilis, HP Tahan Banting Murah Tapi Masih 4G dan Penuh Catatan Terlambat

TECNO resmi membawa CAMON 50 ke Indonesia lewat peluncuran “Zoom Into The Wild” yang digelar pada 25 Februari. Ponsel ini langsung menarik perhatian karena menawarkan fitur yang biasanya muncul di kelas lebih mahal, tetapi tetap dipasarkan dengan banderol terjangkau.

Penjualan perdananya dimulai pada 3 Maret di kanal resmi TECNO. Harga TECNO CAMON 50 dipasang mulai Rp3.599.000 untuk varian 8 GB/128 GB dan mencapai Rp4.999.000 untuk varian 12 GB/256 GB, sehingga posisinya cukup agresif di segmen menengah.

Layar besar dengan refresh rate tinggi

Salah satu daya tarik utama perangkat ini ada pada layar AMOLED 6,78 inci beresolusi FHD+. Panel tersebut juga mendukung refresh rate 144Hz, yang membuat animasi terasa lebih mulus saat scrolling, membuka aplikasi, hingga bermain gim.

Kombinasi layar besar dan refresh rate tinggi ini memberi pengalaman visual yang nyaman untuk konsumsi konten. Di kelas harga Rp3 jutaan, spesifikasi seperti ini masih tergolong kompetitif.

Performa 4G yang dioptimalkan

TECNO CAMON 50 mengandalkan chipset MediaTek Helio G200 Ultimate berbasis 6nm. Meski masih berada di jaringan 4G, TECNO menyebut chip ini telah dioptimalkan untuk efisiensi daya dan kemampuan AI yang lebih baik di kelasnya.

Untuk penggunaan harian, konfigurasi ini cukup relevan bagi pengguna yang fokus pada media sosial, foto, video, dan gim ringan hingga menengah. Namun, keterbatasan pada jaringan 5G tetap menjadi catatan penting dalam persaingan smartphone modern.

Kamera jadi salah satu nilai jual terbesar

Di sektor fotografi, TECNO membekali CAMON 50 dengan sensor utama 50 MP Sony LYT-700C yang sudah dilengkapi OIS atau optical image stabilization. Teknologi ini membantu menjaga hasil foto tetap stabil, terutama saat tangan tidak benar-benar diam atau ketika memotret di kondisi cahaya rendah.

Berikut susunan kamera yang dibawa perangkat ini:

  1. Kamera utama 50 MP Sony LYT-700C dengan OIS
  2. Kamera ultra-wide 8 MP dengan autofocus
  3. Kamera depan 32 MP dengan dual flash

Kehadiran kamera ultra-wide dengan autofocus menambah fleksibilitas, termasuk untuk kebutuhan makro. Sementara itu, kamera depan 32 MP dengan dual flash menjadi pembeda penting karena mendukung selfie di ruangan gelap, fitur yang belum umum di rentang harga serupa.

Baterai besar dan daya tahan ekstrem

TECNO CAMON 50 juga menonjol lewat baterai 6.150 mAh. TECNO mengklaim baterai ini mampu bertahan lebih dari dua hari untuk penggunaan normal, yang tentu menarik bagi pengguna aktif seharian.

Pengisian dayanya mendukung 45W. Kecepatan ini sudah memadai, tetapi belum bisa disebut paling cepat di kelasnya karena sejumlah kompetitor menawarkan pengisian 67W atau bahkan 80W.

Nilai jual lain yang membuat perangkat ini berbeda adalah ketangguhannya. TECNO membekali CAMON 50 dengan sertifikasi IP68, IP69, IP69K, serta lolos uji standar militer MIL-STD-810.

Apa artinya sertifikasi tersebut?

  1. IP68: tahan debu dan air dalam kondisi tertentu
  2. IP69: tahan semprotan air bertekanan tinggi
  3. IP69K: tahan kondisi air bertekanan dan suhu tinggi
  4. MIL-STD-810: lolos uji ketahanan dalam kondisi ekstrem

Dengan kombinasi itu, CAMON 50 diposisikan sebagai HP tahan banting yang cocok untuk pengguna dengan mobilitas tinggi atau aktivitas luar ruangan.

Kelebihan TECNO CAMON 50

Secara garis besar, ada beberapa keunggulan yang membuat perangkat ini menonjol di pasar menengah. Pertama, layar AMOLED 144Hz memberi pengalaman visual yang sangat mulus.

Kedua, kamera utama 50 MP dengan OIS dan kamera depan 32 MP dengan dual flash menawarkan nilai lebih untuk fotografi harian. Ketiga, baterai besar 6.150 mAh dan sertifikasi ketahanan tinggi membuatnya terasa aman untuk pemakaian berat.

Selain itu, TECNO juga menghadirkan fitur Universal Tone berbasis AI yang dikembangkan bersama DXOMARK. Fitur ini dirancang untuk menjaga akurasi warna kulit dalam berbagai kondisi pencahayaan, sehingga hasil foto terlihat lebih natural.

Kekurangan yang perlu dipertimbangkan

Meski menarik, CAMON 50 tidak lepas dari sejumlah kekurangan. Salah satunya adalah absennya dukungan 5G, padahal banyak pesaing di harga serupa sudah mulai berpindah ke jaringan tersebut.

Dari sisi perangkat lunak, antarmuka HIOS 16 masih memuat cukup banyak aplikasi bawaan. Bagi pengguna yang menyukai tampilan Android yang bersih dan ringan, hal ini bisa terasa kurang nyaman.

Masalah lain ada pada branding dan layanan purna jual. TECNO belum memiliki citra sekuat merek besar lain di Indonesia, sementara jangkauan service center melalui Carlcare belum merata di semua daerah.

Ukuran bodinya yang besar juga bisa jadi kendala bagi pengguna dengan tangan kecil. Dalam penggunaan satu tangan, pengalaman memakai ponsel ini bisa terasa kurang praktis dibanding perangkat yang lebih ringkas.

Exit mobile version