Google Luncurkan Gemma 4, Model AI Terbuka yang Bisa Berjalan di Smartphone Anda

Google resmi meluncurkan Gemma 4, model AI terbuka terbaru yang dirancang untuk berjalan secara lokal di berbagai perangkat. Salah satu poin yang paling menarik adalah kemampuannya berjalan di smartphone Android, sehingga pemrosesan AI tidak selalu bergantung pada cloud.

Peluncuran ini menempatkan Gemma 4 berbeda dari model frontier yang umumnya tertutup dan diakses lewat server jarak jauh. Google menyebut Gemma 4 memberi pengembang keleluasaan model terbuka dengan tingkat fungsi yang diklaim setara dengan model proprietary.

Gemma 4 hadir sebagai keluarga model yang ditujukan untuk kebutuhan berbeda, mulai dari perangkat mobile hingga komputasi berperforma tinggi. Informasi ini diumumkan oleh CEO Google DeepMind, Demis Hassabis, yang menyebut empat ukuran Gemma 4 sebagai “the best open models in the world for their respective sizes”.

Model ini dapat diunduh dan dijalankan secara lokal tanpa biaya lisensi penggunaan dasar. Pendekatan tersebut juga membawa keuntungan privasi karena data pengguna tidak perlu dikirim ke Google atau pihak ketiga saat model dipakai langsung di perangkat.

Apa itu Gemma 4

Google membagi Gemma 4 ke dalam empat varian utama untuk penalaran lanjutan dan alur kerja agentic. Keluarga ini mencakup E2B, E4B, 26B MoE, dan 31B Dense.

Berikut ringkasan tiap model:

  1. E2B
    Dirancang untuk perangkat mobile dan edge. Model ini menargetkan efisiensi tinggi dengan kebutuhan komputasi lebih ringan.

  2. E4B
    Juga ditujukan untuk mobile dan edge. Varian ini memberi kapasitas lebih besar untuk tugas yang lebih kompleks di perangkat lokal.

  3. 26B MoE
    Fokus pada latensi rendah. Arsitektur Mixture of Experts dipakai untuk menjaga efisiensi saat menangani beban kerja lebih berat.

  4. 31B Dense
    Menjadi varian dengan performa mentah tertinggi dalam keluarga Gemma 4. Google menyebut model ini berada di peringkat ketiga global di leaderboard Arena AI untuk kategori model terbuka, bahkan mengungguli model yang ukurannya diklaim 20 kali lebih besar.

Google juga menyatakan Gemma 4 membawa peningkatan besar pada kemampuan penalaran kompleks. Model ini mendukung perencanaan bertahap dan logika multi-langkah, dua aspek yang kini menjadi ukuran penting dalam kompetisi model AI modern.

Bisa berjalan di Android

Salah satu alasan Gemma 4 menarik perhatian adalah desainnya yang fleksibel untuk banyak kelas perangkat. Model ini dapat berjalan dari komputer besar dengan GPU tinggi hingga smartphone Android biasa.

Google mengatakan Gemma 4 menjadi model dasar bagi generasi berikutnya Gemini Nano, yang selama ini dikenal sebagai fondasi AI on-device di Android. Jika implementasinya meluas, kemampuan ini berpotensi membuka jalan bagi miliaran ponsel untuk menjalankan AI secara lokal tanpa koneksi internet.

Kemampuan offline menjadi pembeda penting dibanding layanan seperti chatbot berbasis cloud. Dalam skenario tertentu, pengguna bisa mengakses fitur AI meski jaringan tidak tersedia, sambil menjaga data tetap berada di perangkat.

Lebih terbuka untuk pengembang

Google merilis Gemma 4 di bawah lisensi Apache 2.0. Lisensi ini memberi keleluasaan luas bagi pengembang untuk memakai, memodifikasi, dan menerapkan model sesuai kebutuhan.

Menurut Google, sejak generasi pertama diperkenalkan, Gemma telah diunduh lebih dari 400 juta kali. Ekosistemnya juga telah berkembang menjadi lebih dari 100.000 varian, menandakan adopsi yang cukup besar di komunitas pengembang.

Pernyataan dukungan juga datang dari penasihat kebijakan Gedung Putih, Sriram Krishnan. Melalui unggahan di X, ia menyebut model open source sebagai “a key front for the west to have a lead on”, dan menilai kehadiran Gemma 4 sebagai tambahan penting bagi upaya tersebut.

Meski demikian, ada perubahan penting dalam status keterbukaan model ini. Laporan sumber menyebut model Gemma sebelumnya belum sepenuhnya open-source dan lebih tepat disebut open-weight, sedangkan Gemma 4 diposisikan Google sebagai model terbuka dengan fleksibilitas penggunaan yang lebih luas.

Fitur yang dibawa Gemma 4

Gemma 4 tidak hanya ditujukan untuk chatbot umum. Google menekankan model ini juga relevan untuk agen AI, pemrosesan multimodal, hingga bantuan coding lokal.

Beberapa kemampuan utamanya meliputi:

Fitur Keterangan
Penalaran lanjutan Mendukung logika kompleks dan perencanaan multi-langkah
Agentic workflows Dapat dipakai membangun agen AI untuk mendelegasikan tugas
Coding offline Menyediakan pembuatan kode berkualitas tinggi secara lokal
Multimodal Semua model mendukung input gambar dan video
Audio input Varian E2B dan E4B mendukung audio untuk pengenalan suara
Context window panjang Edge model hingga 128.000 token, model besar hingga 256.000 token
Multibahasa Dilatih dalam lebih dari 140 bahasa

Dukungan context window yang lebih panjang membuat Gemma 4 lebih siap untuk dokumen panjang, basis kode besar, dan instruksi yang kompleks. Ini penting bagi pengembang yang ingin memproses repositori kode atau dokumen besar dalam satu prompt tanpa banyak pemotongan konteks.

Gemma 4 saat ini tersedia melalui Google AI Studio dan juga dapat diunduh dari platform seperti Hugging Face, Kaggle, dan Ollama. Dengan kombinasi model terbuka, dukungan offline, kemampuan multimodal, dan fokus pada perangkat mobile, Gemma 4 menjadi langkah penting Google dalam memperluas AI yang bisa dipakai langsung di perangkat sehari-hari.

Source: www.indiatoday.in
Exit mobile version