Anthropic memperkenalkan Ultra Plan di Claude Code sebagai fitur perencanaan berbasis cloud untuk menangani alur kerja yang lebih kompleks. Di dalamnya, Deep Plan menjadi mode yang paling menonjol karena dirancang untuk tugas berisiko tinggi, penilaian risiko, dan tinjauan arsitektur.
Bagi pengguna yang ingin memahami apa itu Deep Plan, jawaban singkatnya adalah mode perencanaan lanjutan yang memakai sub-agent untuk memecah analisis menjadi beberapa jalur kerja. Pendekatan ini membuat Claude Code tidak hanya menyusun rencana, tetapi juga meninjau potensi masalah sebelum eksekusi dimulai.
Apa Itu Ultra Plan di Claude Code
Ultra Plan adalah sistem perencanaan yang dapat diaktifkan melalui perintah /ultra plan di Claude Code. Setelah aktif, proses perencanaan berpindah dari CLI lokal ke sesi Claude Code di web yang berjalan dalam mode plan.
Anthropic menjelaskan bahwa pengguna bisa memulai rencana dari terminal, menyusunnya di web, lalu mengeksekusinya kembali secara remote atau dari terminal. Alur ini dibuat untuk menjaga pekerjaan tetap berjalan tanpa harus menunggu proses drafting selesai di satu tempat.
Dalam penjelasan produk yang dikutip dari materi pengumuman, sistem ini “hands a planning task from your local CLI to a Claude Code on the web session running in plan mode”. Claude kemudian menyusun rencana di cloud ketika pengguna tetap bisa melanjutkan pekerjaan lain di terminal.
Tiga Mode yang Ditawarkan
Ultra Plan dibagi menjadi tiga mode agar sesuai dengan tingkat kompleksitas proyek. Setiap mode punya fungsi yang berbeda dan tidak ditujukan untuk kebutuhan yang sama.
-
Simple Plan
Mode ini paling dekat dengan fungsi perencanaan lokal biasa. Cocok untuk tugas yang kecil, langsung, dan tidak membutuhkan analisis mendalam. -
Visual Plan
Mode ini mendukung elemen visual seperti diagram ASCII dan Mermaid. Fitur tersebut membantu tim memeriksa struktur ide, alur sistem, atau hubungan antarkomponen secara lebih jelas. - Deep Plan
Mode ini dirancang untuk workflow yang rumit. Anthropic menyebut Deep Plan menggunakan sub-agent untuk tugas seperti risk assessment dan architecture review.
Mengapa Deep Plan Jadi Sorotan
Deep Plan penting karena banyak tim pengembang tidak hanya membutuhkan daftar langkah kerja. Mereka juga memerlukan pembacaan risiko, dependensi, dan dampak perubahan terhadap sistem yang lebih luas.
Menurut Ray Amjad, Deep Plan sangat cocok untuk workflow kompleks karena melibatkan sub-agent untuk pekerjaan seperti penilaian risiko. Ini memberi gambaran bahwa mode tersebut diposisikan untuk kebutuhan yang lebih strategis, bukan sekadar membuat to-do list teknis.
Dalam praktiknya, pendekatan sub-agent dapat membantu membagi pekerjaan analitis ke beberapa fokus sekaligus. Misalnya, satu bagian menilai risiko perubahan dependensi, sementara bagian lain meninjau implikasi arsitektur dan urutan implementasi.
Fitur Kolaborasi yang Mendukung Deep Plan
Kekuatan Deep Plan tidak hanya terletak pada analisis yang lebih dalam. Anthropic juga menambahkan fitur kolaborasi seperti inline comments agar tim bisa memberi masukan pada bagian rencana yang spesifik.
Dukungan diagram visual juga memperluas cara tim berdiskusi. Untuk proyek yang melibatkan banyak komponen, visual sering membantu mempercepat pemahaman dibanding uraian teks yang panjang.
Anthropic menilai fitur-fitur ini dapat membuat proses review lebih efektif sebelum implementasi dilakukan. Dalam konteks tim engineering, kemampuan memberi komentar langsung pada bagian rencana bisa mengurangi miskomunikasi saat revisi.
Lebih Cepat dari Mode Lokal
Salah satu klaim penting dari Ultra Plan adalah percepatan pemrosesan. Berdasarkan materi referensi, tugas dapat selesai sekitar dua kali lebih cepat dibanding mode perencanaan lokal.
Keunggulan ini relevan untuk tim yang mengerjakan banyak rencana sekaligus. Ultra Plan juga disebut mendukung multitasking, sehingga beberapa plan dapat dikelola dan ditinjau secara paralel.
Namun manfaat ini paling terasa pada proyek yang memang kompleks. Untuk pekerjaan yang sederhana, mode lokal tetap bisa cukup dan mungkin lebih praktis.
Use Case yang Paling Cocok
Anthropic menyoroti beberapa skenario yang paling sesuai untuk Ultra Plan, terutama Deep Plan. Contohnya ada pada pembaruan dependensi, pengembangan iteratif, dan penilaian risiko.
Berikut ringkasan penggunaan yang paling relevan:
| Kebutuhan | Mode yang Cocok | Alasan |
|---|---|---|
| Tugas sederhana | Simple Plan | Tidak butuh analisis lanjutan |
| Penjelasan dengan diagram | Visual Plan | Mendukung ASCII dan Mermaid |
| Review risiko dan arsitektur | Deep Plan | Memakai sub-agent untuk analisis mendalam |
| Revisi berulang dalam tim | Visual Plan / Deep Plan | Mendukung komentar inline dan kolaborasi |
| Update dependensi besar | Deep Plan | Lebih cocok untuk dampak lintas sistem |
Untuk iterative development, Deep Plan juga berguna karena rencana bisa disusun, ditinjau, direvisi, lalu dieksekusi dalam alur yang lebih terhubung. Pola ini sejalan dengan kebutuhan tim modern yang sering bekerja lintas terminal, cloud, dan review berbasis web.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Anthropic juga mengakui bahwa Ultra Plan tidak selalu menjadi pilihan terbaik untuk semua skenario. Pada proyek kecil, fitur tambahan yang ada bisa terasa berlebihan dibanding kebutuhan nyata.
Ada pula kurva belajar saat pengguna berpindah dari pola kerja lokal ke antarmuka web kolaboratif. Meski begitu, infrastruktur Ultra Plan disebut dibangun dengan fokus pada skalabilitas dan peningkatan berkelanjutan melalui pengujian A/B yang dikontrol dari server.
Pendekatan itu menunjukkan bahwa Anthropic masih terus menyempurnakan mode, prompt, dan alat pendukung berdasarkan interaksi pengguna. Dengan posisi Deep Plan sebagai mode paling canggih, Claude Code tampak sedang diarahkan menjadi alat perencanaan teknis yang bukan hanya cepat, tetapi juga lebih siap membaca risiko sebelum kode dijalankan.
Source: www.geeky-gadgets.com