Manchester United Negosiasi Ulang Utang £1 Miliar, Bunga Melonjak Tajam

Author: Qoo Media

Manchester United menghadapi tekanan finansial yang semakin besar setelah menyepakati renegosiasi sebagian utang klub yang totalnya kini melampaui £1 miliar. Kesepakatan baru itu membuat beban bunga klub naik tajam dari 3,79% menjadi 5,36%.

Langkah tersebut diambil untuk melunasi obligasi lama sekaligus memberi ruang gerak finansial yang lebih longgar. Namun, biaya yang muncul justru menegaskan betapa mahalnya struktur utang yang masih membayangi klub Liga Primer Inggris itu.

Renegosiasi utang untuk menutup kewajiban lama

Sebelumnya, Manchester United memiliki utang obligasi senilai US$425 juta atau sekitar £317 juta yang jatuh tempo pada 25 Juni 2027. Untuk mengatasi kewajiban itu, klub menyepakati pinjaman baru senilai US$550 juta atau £410 juta.

Dana baru tersebut akan dipakai untuk membayar pokok utang tahun 2027 yang belum lunas, bunga yang sudah terakumulasi, serta kebutuhan umum perusahaan. Dengan skema ini, klub mendapatkan waktu tambahan, tetapi dengan biaya pendanaan yang lebih mahal.

Bunga naik setelah negosiasi panjang

Petinggi keuangan di Old Trafford disebut telah bernegosiasi lebih dari 12 bulan. Mereka menyadari bahwa mempertahankan bunga rendah sebesar 3,79% tidak lagi memungkinkan dalam kesepakatan baru.

Kenaikan ke 5,36% membuat beban bunga klub semakin berat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa setiap upaya restrukturisasi utang belum tentu berarti keringanan biaya, karena pasar dan profil risiko ikut menentukan harga pinjaman.

Total utang dan liabilitas yang terus menumpuk

Berdasarkan data laporan keuangan terbaru, total utang Manchester United pada akhir 2025 mencapai £1,29 miliar. Di luar itu, klub juga menanggung liabilitas tambahan lebih dari £500 juta, yang mayoritas terkait cicilan transfer.

Biaya keuangan net selama sembilan bulan tercatat £55,7 juta. Angka-angka itu menunjukkan bahwa tekanan tidak hanya datang dari pokok utang, tetapi juga dari kewajiban lain yang terus berjalan dalam operasional klub.

Warisan beban dari kepemilikan Glazer

Situasi ini tidak muncul tiba-tiba, melainkan berakar dari model kepemilikan leveraged buy-out keluarga Glazer sejak 2005. Dalam periode tersebut, estimasi analis keuangan sepak bola menyebut Manchester United telah membayar sekitar £852 juta hanya untuk bunga utang hingga September 2025.

Selain renegosiasi obligasi, klub juga memperpanjang jangka waktu pembayaran pinjaman terjamin sebesar US$225 juta atau £168 juta. Pinjaman itu semula jatuh tempo pada Agustus 2029, lalu diundur sampai 10 Juni 2031 dengan bunga yang mengacu pada Secured Overnight Financing Rate atau SOFR.

Ambisi stadion baru ikut terdampak

Tekanan utang ini datang saat klub tetap mendorong rencana membangun stadion baru berkapasitas 100.000 penonton. Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan dana setidaknya £2 miliar, dan biayanya bisa meningkat lagi akibat naiknya harga bahan baku serta tenaga kerja global.

Meski demikian, ada tanda positif terkait lahan pembangunan. Sumber internal menyebut ada optimisme mengenai kesepakatan dengan Freightliner, pemilik lahan yang diincar klub, pada musim panas ini.

Jika kesepakatan lahan tercapai, klub baru bisa menyusun cetak biru stadion dan memperkirakan biaya secara lebih akurat. Di saat yang sama, manajemen Manchester United tetap harus menyeimbangkan kebutuhan dana, kewajiban utang yang semakin mahal, dan target jangka panjang untuk infrastruktur klub.

Source: mediaindonesia.com
Terbaru