Samsung memastikan aplikasi Samsung Messages akan dihentikan secara bertahap, dan pengguna Galaxy akan diarahkan ke Google Messages sebagai layanan pesan utama. Perubahan ini berlaku untuk perangkat Galaxy yang menjalankan Android 12 atau versi lebih baru, dengan penghentian penuh dijadwalkan pada Juli.
Setelah tenggat tersebut, Samsung Messages tidak lagi mendukung fungsi kirim pesan reguler seperti sebelumnya. Aplikasi itu hanya akan menyisakan fungsi terbatas, termasuk komunikasi ke nomor layanan darurat dan kontak darurat yang sudah ditentukan.
Samsung mulai mengakhiri aplikasi pesan bawaannya
Informasi ini disampaikan Samsung melalui unggahan blog resminya. Dalam pengumuman itu, perusahaan meminta pengguna segera beralih ke Google Messages agar tetap mendapatkan pengalaman berkirim pesan yang konsisten di Android.
Samsung menyebut Google Messages sebagai aplikasi default yang direkomendasikan. Langkah ini menandai berakhirnya penggunaan aplikasi pesan buatan sendiri yang telah hadir di ponsel Galaxy selama lebih dari satu dekade.
Perubahan arah ini juga menunjukkan posisi Samsung yang makin dekat dengan ekosistem perpesanan Android milik Google. Dalam beberapa tahun terakhir, Google Messages memang sudah lebih dulu dipasang di banyak perangkat Galaxy keluaran terbaru.
Samsung juga telah menghapus Samsung Messages dari Galaxy Store. Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa transisi ini bukan perubahan sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang.
Siapa saja yang terdampak
Tidak semua pengguna Galaxy akan terkena dampak kebijakan ini. Samsung menegaskan bahwa perubahan hanya berlaku untuk perangkat dengan Android 12 atau yang lebih baru.
Pengguna yang masih memakai Android 11 atau versi lebih lama tidak masuk dalam cakupan transisi ini. Pada perangkat tersebut, Samsung Messages disebut masih akan tetap didukung.
Alasan utamanya berkaitan dengan kompatibilitas standar komunikasi yang lebih baru. Perangkat Android lawas dinilai belum sepenuhnya cocok dengan pembaruan fitur perpesanan modern yang kini semakin bergantung pada teknologi generasi baru.
Berikut kelompok pengguna yang perlu memperhatikan perubahan ini:
- Pengguna Galaxy dengan Android 12 atau lebih baru wajib bersiap pindah ke Google Messages.
- Pengguna Galaxy dengan Android 11 atau lebih lama tidak terdampak langsung.
- Pengguna model Galaxy terbaru kemungkinan sudah menemukan Google Messages terpasang sejak awal.
Cara pindah ke Google Messages
Samsung menyediakan jalur perpindahan yang relatif sederhana. Pengguna bisa mengikuti notifikasi yang muncul di dalam aplikasi Samsung Messages atau melakukannya secara manual.
Jika notifikasi dalam aplikasi muncul, pengguna cukup mengikuti instruksi di layar hingga proses selesai. Opsi ini dirancang agar perpindahan berjalan cepat tanpa perlu mencari pengaturan tambahan.
Untuk cara manual, langkahnya sebagai berikut:
- Buka Google Play Store.
- Instal atau buka aplikasi Google Messages.
- Ketuk opsi “Set default SMS app”.
- Pilih Google Messages.
- Konfirmasi dengan menekan “Set as default”.
Untuk perangkat yang memakai Android 12 atau Android 13, Samsung juga merekomendasikan penggantian pintasan di layar utama. Ikon Samsung Messages sebaiknya diganti dengan Google Messages agar akses harian lebih mudah.
Mengapa Samsung memilih Google Messages
Salah satu alasan utama perpindahan ini adalah dukungan fitur yang lebih modern di Google Messages. Layanan tersebut telah mendukung Rich Communication Services atau RCS, yang kini menjadi standar penting dalam komunikasi Android.
RCS memungkinkan pengiriman gambar dan video berkualitas lebih tinggi. Fitur ini juga mendukung obrolan grup yang lebih baik serta indikator mengetik secara real-time.
Google Messages juga membawa fitur keamanan tambahan. Di antaranya adalah deteksi spam dan penipuan berbasis kecerdasan buatan, yang kini semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman pesan mencurigakan.
Selain itu, Google Messages terhubung dengan Gemini AI milik Google. Integrasi ini mendukung balasan cerdas dan sejumlah fitur kreatif seperti pengolahan foto dalam percakapan.
Keunggulan lain ada pada dukungan multi-perangkat. Pengguna bisa mengakses pesan lintas ponsel, tablet, dan pada model tertentu juga jam tangan pintar.
Dari sisi industri, keputusan Samsung dapat dibaca sebagai penguatan dominasi Google dalam layanan pesan Android. Jika sebelumnya banyak merek mengandalkan aplikasi pesan bawaan masing-masing, kini arah pasar terlihat makin terkonsolidasi pada platform Google.
Belum ada kepastian apakah merek lain seperti Oppo, Vivo, atau Xiaomi akan mengikuti langkah serupa. Namun keputusan Samsung, sebagai salah satu produsen ponsel Android terbesar, berpotensi memberi pengaruh besar terhadap pola adopsi aplikasi pesan di ekosistem Android ke depan.
Bagi pengguna Galaxy yang masih aktif memakai Samsung Messages di perangkat Android 12 ke atas, masa transisi ini menjadi waktu penting untuk menyesuaikan aplikasi default. Semakin cepat beralih ke Google Messages, semakin kecil risiko terganggunya fungsi perpesanan utama saat dukungan Samsung Messages dihentikan penuh pada Juli.
Source: www.indiatoday.in