Pelacak Android Ini Bisa Menjerit 130dB, Sekali Tekan Lokasi Darurat Langsung Terkirim

Pebblebee memperkenalkan Halo sebagai perangkat pelacak yang juga berfungsi sebagai alat keselamatan pribadi. Produk ini menarik perhatian karena mendukung Android melalui jaringan Google Find Hub, sekaligus membawa sirene keras dan lampu strobo dalam satu perangkat ringkas.

Bagi pengguna Android, kehadiran perangkat seperti ini relevan karena fungsi pelacak kini tidak lagi hanya untuk mencari barang hilang. Halo menambah lapisan keamanan personal dengan tombol darurat fisik yang bisa dipakai saat menghadapi situasi mendesak.

Pelacak yang terhubung ke Google dan Apple

Secara dasar, Pebblebee Halo adalah pelacak lokasi. Berdasarkan informasi yang dirangkum Android Authority, perangkat ini kompatibel dengan jaringan Google Find Hub dan Apple Find My, tetapi hanya bisa dipakai pada satu ekosistem dalam satu waktu.

Poin ini penting bagi calon pembeli yang memakai lebih dari satu platform. Artinya, perangkat tidak bekerja bersamaan di Android dan iPhone, sehingga pengguna harus memilih jaringan yang ingin dipakai saat proses penyiapan.

Android Authority menyebut jaringan Google Find Hub kini telah berkembang menjadi solusi yang lebih andal dan lebih kuat. Dalam pengujiannya, media tersebut menilai ekosistem pelacak modern untuk Android mulai layak direkomendasikan kepada pengguna yang sebelumnya lebih banyak melirik opsi lain.

Fitur keselamatan jadi pembeda utama

Nilai jual utama Halo bukan hanya pelacakan lokasi. Perangkat ini dibekali pemicu darurat fisik yang dapat mengaktifkan sirene 130dB dan lampu strobo terang untuk menarik perhatian sekitar.

Angka 130dB tergolong sangat keras untuk perangkat portabel. Dalam praktiknya, kombinasi suara dan cahaya seperti ini dirancang untuk membantu pengguna mengusir ancaman, memberi sinyal bahaya, atau memudahkan orang lain mengetahui posisi pengguna.

Pebblebee juga menyertakan fitur Safety Circle di aplikasinya. Fitur ini memungkinkan pengguna menambahkan lima kontak tepercaya yang akan menerima SMS berisi lokasi pengguna saat tombol darurat dipicu.

Fungsi tersebut membuat Halo berbeda dari pelacak biasa yang hanya fokus pada benda. Dalam konteks keselamatan, pemberitahuan cepat ke lingkaran terdekat bisa menjadi elemen penting saat pengguna tidak sempat melakukan panggilan atau menjelaskan situasi secara rinci.

Cara kerja fitur bantuan darurat

Selain SMS otomatis, Halo mendukung fitur Alert Live. Melalui fitur ini, pengguna dapat membagikan lokasi real-time kepada kontak yang dipilih.

Namun, fitur Alert Live tidak sepenuhnya gratis setelah masa awal. Android Authority melaporkan layanan ini membutuhkan langganan $24.99 per tahun, meski pembelian perangkat sudah mencakup langganan satu tahun.

Pebblebee juga menyediakan opsi silent alert. Fitur ini ditujukan untuk eskalasi diam-diam, sehingga pengguna dapat mengirim sinyal bantuan tanpa memicu sirene keras yang mungkin tidak sesuai pada situasi tertentu.

Berikut fungsi utamanya secara ringkas:

  1. Melacak lokasi lewat Google Find Hub atau Apple Find My.
  2. Mengaktifkan sirene 130dB melalui tombol darurat fisik.
  3. Menyalakan lampu strobo terang untuk sinyal visual.
  4. Mengirim SMS lokasi ke lima kontak lewat Safety Circle.
  5. Membagikan lokasi langsung lewat Alert Live.
  6. Mengirim peringatan senyap melalui silent alert.

Baterai isi ulang dan ketahanan bodi

Pebblebee Halo memakai baterai isi ulang. Masa pakainya diklaim mencapai hingga satu tahun, sehingga pengguna tidak perlu terlalu sering mengisi daya seperti pada sebagian perangkat wearable atau aksesori pintar lain.

Perangkat ini juga mengantongi rating IP66. Sertifikasi tersebut menunjukkan perlindungan terhadap debu serta semprotan air bertekanan, sehingga lebih aman dipakai untuk mobilitas harian di luar ruangan.

Lampu pada Halo tidak hanya berfungsi sebagai strobo darurat. Pebblebee juga memungkinkan lampu itu dipakai sebagai senter, yang menambah nilai praktis saat digunakan malam hari atau di area dengan pencahayaan rendah.

Posisi Halo di pasar pelacak Android

Pasar pelacak selama ini identik dengan fungsi pencarian kunci, tas, atau dompet. Halo mencoba masuk ke kategori yang lebih luas dengan menggabungkan pelacak barang dan alat bantuan keselamatan dalam satu perangkat yang bisa dipasang di gantungan kunci.

Pendekatan ini berpotensi menarik pengguna yang ingin perangkat serbaguna. Bukan hanya untuk menemukan barang yang tertinggal, tetapi juga untuk menambah rasa aman saat bepergian sendiri, pulang malam, atau beraktivitas di ruang publik.

Di sisi lain, calon pembeli tetap perlu memahami batasannya. Fitur berbagi lokasi real-time bergantung pada aplikasi dan model langganan, sementara kompatibilitas lintas platform tidak berjalan bersamaan dalam satu waktu.

Untuk pengguna Android, Halo muncul saat jaringan Google Find Hub dinilai makin matang oleh penguji seperti Android Authority. Kombinasi pelacakan, sirene 130dB, strobo, SMS ke lima kontak, baterai isi ulang hingga satu tahun, dan bodi berating IP66 membuat perangkat ini menonjol sebagai aksesori keamanan yang lebih lengkap daripada tracker biasa.

Source: www.androidauthority.com

Berita Terkait

Back to top button