Sebuah planet mirip Jupiter yang sangat panas ditemukan mengitari bintang langka bernama TOI-7169. Temuan ini menarik perhatian astronom karena jenis bintang seperti ini umumnya tidak diperkirakan menjadi rumah bagi planet raksasa gas.
Planet tersebut diberi nama TOI-7169 b dan terdeteksi berkat satelit Transiting Exoplanet Survey Satellite atau TESS milik NASA. Sistem ini berada sekitar 1.477 tahun cahaya dari Bumi dan kini dinilai penting untuk memahami bagaimana planet bisa terbentuk di lingkungan bintang yang tidak biasa.
Planet raksasa panas di orbit sangat rapat
Data awal menunjukkan TOI-7169 b tergolong hot Jupiter, yaitu planet gas raksasa yang mengorbit sangat dekat dengan bintangnya. Planet ini memiliki jari-jari sekitar 1,47 kali Jupiter dan massa sekitar 0,41 kali Jupiter.
Periode orbitnya hanya sekitar 3,44 hari. Angka itu menandakan planet ini berada amat dekat dengan bintang induknya, sehingga menerima radiasi dan panas dalam jumlah besar.
Astronom mendeteksi keberadaannya lewat sinyal transit pada kurva cahaya bintang. Metode ini bekerja saat planet melintas di depan bintang dari sudut pandang pengamat, lalu menyebabkan penurunan cahaya yang sangat kecil tetapi terukur.
Notebookcheck, mengutip studi tim astronom berbasis di California yang dipimpin Joshua D. Simon, menyebut temuan ini telah dikonfirmasi lewat pengamatan lanjutan. Hasil riset itu juga tercantum dalam naskah ilmiah di arXiv dengan DOI: 10.48550/arxiv.2603.25787.
Bintang induknya termasuk langka
Yang membuat penemuan ini lebih penting adalah sifat bintang TOI-7169 sendiri. Bintang itu diklasifikasikan sebagai bintang miskin logam atau metal-poor star dengan tipe spektral G3V.
Dalam astronomi, istilah “logam” mengacu pada unsur yang lebih berat dari hidrogen dan helium. Bintang miskin logam dianggap berasal dari era awal alam semesta, sehingga kandungannya memberi petunjuk tentang kondisi kosmik purba.
TOI-7169 juga diperkirakan sangat tua, dengan usia sekitar 12,3 miliar tahun. Usia ini jauh lebih tua daripada Matahari, sehingga sistem tersebut bisa menjadi laboratorium alami untuk mempelajari evolusi planet pada tahap awal sejarah galaksi.
Secara fisik, bintang ini memiliki jari-jari sekitar 1,5 kali Matahari. Massanya sekitar 0,88 kali massa Matahari, menurut data yang dikutip dari laporan tersebut.
Mengapa penemuan ini mengejutkan
Model pembentukan planet selama ini cenderung mengaitkan planet raksasa gas dengan bintang yang kaya unsur berat. Alasannya, unsur berat dibutuhkan untuk membentuk inti planet besar yang kemudian menarik gas dalam jumlah masif.
Karena itu, keberadaan hot Jupiter di sekitar bintang miskin logam seperti TOI-7169 dianggap tidak lazim. Penemuan ini membuka kemungkinan bahwa mekanisme pembentukan planet raksasa bisa lebih beragam daripada yang selama ini diperkirakan.
Berikut beberapa poin yang membuat sistem ini menonjol:
- Bintang induknya miskin logam, padahal planet raksasa biasanya lebih sering ditemukan pada bintang yang kaya logam.
- Usia bintangnya sangat tua, sehingga sistem ini berpotensi menyimpan catatan awal pembentukan planet di galaksi.
- Planetnya berukuran besar tetapi massanya relatif lebih ringan dibanding Jupiter.
- Orbit planet sangat singkat, hanya 3,44 hari, yang menandakan jarak ekstrem dengan bintang induk.
Peran penting TESS dalam penemuan exoplanet
TESS terus menjadi salah satu instrumen paling produktif dalam pencarian dunia di luar Tata Surya. Sejak diluncurkan pada April, satelit ini telah menemukan lebih dari 8.000 kandidat exoplanet, dan 765 di antaranya telah dikonfirmasi, berdasarkan data yang dikutip dalam artikel referensi.
Misi TESS memang dirancang untuk memantau perubahan terang bintang dalam skala besar. Pendekatan ini memungkinkan astronom menemukan planet transit, termasuk sistem yang sebelumnya luput dari pengamatan.
Temuan seperti TOI-7169 b menunjukkan bahwa survei langit yang luas masih dapat menghadirkan kejutan ilmiah. Bahkan ketika teori telah memprediksi pola umum, alam semesta tetap memperlihatkan sistem yang menantang asumsi lama.
Apa yang akan diteliti selanjutnya
Para peneliti menilai sistem TOI-7169 masih belum sepenuhnya dipahami. Pengamatan tambahan diperlukan untuk memperjelas bagaimana planet ini terbentuk, apakah ia bermigrasi dari lokasi lain, serta bagaimana komposisi atmosfernya.
Studi lanjutan juga bisa membantu menguji hubungan antara kandungan logam bintang dan peluang terbentuknya planet raksasa. Jika lebih banyak kasus serupa ditemukan, astronom mungkin perlu memperbarui model pembentukan planet yang saat ini digunakan.
Sistem TOI-7169 kini menjadi target yang menjanjikan untuk observasi berikutnya dengan teleskop yang lebih sensitif. Dari satu planet yang mengitari bintang langka, astronom memperoleh peluang baru untuk membaca ulang sejarah awal planet-planet di alam semesta.
Source: www.notebookcheck.net