Kacamata pintar Zeblaze Q01 hadir sebagai perangkat wearable yang menggabungkan kamera, speaker, mikrofon, dan dukungan asisten suara dalam satu bingkai. Produk ini ditujukan untuk pengguna yang ingin merekam aktivitas harian atau olahraga tanpa harus memegang ponsel atau kamera aksi terpisah.
Berdasarkan laporan Notebookcheck yang mengutip informasi produsen Zeblaze, Q01 bukan perangkat augmented reality atau AR dalam arti penuh. Tidak ada layar di lensa, sehingga pengguna tidak akan melihat data kecepatan, navigasi, atau terjemahan secara visual langsung di depan mata.
Bukan AR, tetapi tetap punya fungsi pintar
Posisi Zeblaze Q01 lebih dekat ke headset Bluetooth berbentuk kacamata dengan kamera bawaan. Pendekatan ini membuat perangkat tersebut tampak lebih sederhana dibanding kacamata pintar premium yang mengandalkan layar atau proyeksi visual.
Meski begitu, fungsi pintarnya tetap cukup luas untuk kelas produk terjangkau. Zeblaze menyematkan dukungan interaksi dengan asisten suara, perekaman video, pemotretan, serta koneksi ke ponsel untuk menjalankan fitur berbasis AI atau pemrosesan data.
Notebookcheck menyebut Q01 menggunakan sensor kamera Sony IMX219. Sensor ini dikenal luas di berbagai perangkat kompak, dan pada Q01 dipakai untuk mengambil foto serta merekam video hingga resolusi 1200p.
Bagi pengguna yang aktif bersepeda, berlari, atau melakukan kegiatan luar ruang, kamera di posisi kacamata bisa memberi sudut pandang first-person yang alami. Zeblaze juga mengiklankan stabilisasi gambar pada level perangkat keras dan perangkat lunak untuk membantu menghasilkan rekaman yang lebih stabil.
Fitur utama yang ditawarkan
Sejumlah kemampuan utama Zeblaze Q01 dapat diringkas sebagai berikut:
- Kamera terintegrasi dengan sensor Sony IMX219.
- Dukungan foto dan perekaman video hingga 1200p.
- Speaker dan mikrofon bawaan untuk panggilan atau audio.
- Dukungan asisten suara melalui koneksi ke smartphone.
- Bisa dipakai sebagai headset Bluetooth.
- Mendukung koneksi WiFi.
- Klaim stabilisasi gambar hardware dan software.
Fitur-fitur itu menunjukkan bahwa Q01 tidak sekadar aksesori audio. Produk ini mencoba menggabungkan kebutuhan komunikasi, dokumentasi, dan kontrol suara dalam desain wearable yang ringkas.
Fungsi AI masih bergantung pada ponsel
Zeblaze juga memasarkan beberapa fungsi tambahan yang bernuansa AI. Di antaranya analisis gambar setelah pengambilan, terjemahan percakapan, serta perekaman dan peringkasan rapat.
Namun ada catatan penting yang perlu diperhatikan calon pembeli. Seluruh fungsi tersebut tidak berjalan secara lokal di kacamata, sehingga Q01 harus terhubung ke smartphone melalui Bluetooth.
Artinya, kemampuan pintar perangkat ini sangat bergantung pada aplikasi pendamping dan pemrosesan di ponsel. Dari sisi penggunaan, hal ini dapat dipahami sebagai kompromi untuk menjaga desain tetap ringan dan harga tetap rendah.
Model seperti ini juga umum ditemui pada wearable kelas menengah. Produsen sering memindahkan beban komputasi ke smartphone agar perangkat utama tidak membutuhkan chip yang lebih mahal, baterai lebih besar, atau sistem pendingin tambahan.
Daya tahan baterai dan skenario penggunaan
Menurut informasi yang dikutip Notebookcheck, baterai Zeblaze Q01 diklaim mampu bertahan hingga sembilan jam untuk pemutaran musik. Untuk perekaman video, durasinya disebut mencapai sekitar 50 menit.
Angka itu memberi gambaran jelas soal prioritas perangkat. Q01 tampaknya lebih kuat dipakai sebagai headset audio harian dibanding sebagai kamera rekam panjang seperti action cam khusus.
Untuk pemakaian singkat, durasi 50 menit masih relevan bagi pengguna yang ingin merekam rute sepeda, perjalanan komuter, atau momen olahraga tertentu. Namun untuk dokumentasi panjang tanpa jeda, pengguna tetap perlu mempertimbangkan keterbatasan baterainya.
Berikut gambaran singkat spesifikasi pentingnya:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Nama produk | Zeblaze Q01 |
| Jenis perangkat | Kacamata pintar non-AR |
| Kamera | Sony IMX219 |
| Resolusi video | Hingga 1200p |
| Audio | Speaker dan mikrofon bawaan |
| Konektivitas | Bluetooth, WiFi |
| Baterai musik | Hingga 9 jam |
| Rekam video | Sekitar 50 menit |
| Harga | Sekitar $64 |
Harga menjadi daya tarik utama
Salah satu poin paling menarik dari Zeblaze Q01 adalah harga jualnya yang relatif rendah. Notebookcheck melaporkan Banggood mencantumkan produk ini di kisaran $64, dengan beberapa pilihan warna lensa.
Di segmen wearable, harga tersebut menempatkan Q01 sebagai opsi entry-level yang cukup agresif. Ini penting karena pasar kacamata pintar masih sering diasosiasikan dengan harga tinggi, padahal tidak semua pengguna membutuhkan layar AR atau fitur visual canggih.
Dengan posisi itu, Zeblaze Q01 berpotensi menarik minat pengguna yang ingin mencoba kacamata pintar untuk pertama kali. Nilai jual utamanya bukan pengalaman AR, melainkan kombinasi kamera POV, audio hands-free, dan akses fungsi pintar berbasis ponsel dalam format yang lebih mudah dijangkau.
Source: www.notebookcheck.net






