
Google sedang menguji perubahan tampilan yang berpotensi memicu perdebatan di aplikasi Gemini. Uji coba ini mengarah pada antarmuka yang mengambil warna dari tema sistem atau wallpaper ponsel Android pengguna.
Informasi itu muncul dari temuan Android Authority melalui APK teardown pada aplikasi Google Gemini versi 17.12.51. Fitur tersebut belum aktif secara resmi, dan publikasi itu menyebut perubahan hanya bisa dimunculkan lewat aktivasi manual pada file aplikasi.
Google Gemini mulai mengikuti warna tema Android
Android sejak lama memberi ruang besar untuk personalisasi antarmuka aplikasi dan halaman pengaturan. Namun, sejumlah aplikasi Google selama ini tetap mempertahankan identitas visual yang konsisten dan tidak selalu mengikuti warna tema ponsel.
Gemini termasuk aplikasi yang dikenal dengan ciri khas efek cahaya empat warna. Identitas visual itu selama ini membantu Gemini tampil berbeda dari aplikasi lain di ekosistem Google.
Jika pengujian ini benar diluncurkan lebih luas, tampilan Gemini bisa berubah cukup drastis. Elemen visual yang biasa memakai nuansa khas Gemini akan disesuaikan dengan palet warna dari wallpaper perangkat.
Menurut Android Authority, perubahan ini baru terlihat pada overlay Gemini, belum pada aplikasi penuh. Hal itu menunjukkan pengembangan masih berada pada tahap awal dan belum tentu menjadi desain final.
Bagian yang dinilai bisa memicu kontroversi
Perubahan warna ini dinilai kontroversial karena menyentuh identitas utama Gemini. Di sisi lain, penyesuaian tema dinamis memang sejalan dengan arah desain Android modern yang menekankan konsistensi visual lintas sistem dan aplikasi.
Laporan sumber menyebut revisi ini membuat beberapa elemen overlay menjadi lebih sulit dibedakan. Salah satu yang paling menonjol adalah ikon mikrofon yang kehilangan penekanan visual, sementara pintasan Gemini Live justru terlihat lebih dominan.
Bagi sebagian pengguna, kondisi itu bisa memengaruhi kemudahan penggunaan. Pada antarmuka berbasis percakapan, kejelasan tombol input suara sangat penting karena menjadi salah satu fitur inti yang paling sering dipakai.
Perubahan ini juga terasa belum sepenuhnya matang karena belum diterapkan di aplikasi penuh. Ketidakkonsistenan antara overlay dan aplikasi utama bisa menimbulkan pengalaman visual yang kurang seragam jika dipaksakan rilis terlalu cepat.
Apa yang sebenarnya terungkap dari APK teardown
APK teardown adalah metode membongkar file aplikasi untuk menemukan fitur yang masih tersembunyi atau belum dirilis. Temuan semacam ini sering memberi gambaran arah pengembangan produk, tetapi bukan konfirmasi resmi bahwa fitur akan benar-benar hadir.
Dalam kasus Gemini, Android Authority hanya menemukan tanda bahwa Google sedang menyiapkan desain yang lebih selaras dengan warna tema perangkat. Belum ada pernyataan resmi dari Google soal jadwal peluncuran atau cakupan perubahan ini.
Karena itu, pengguna perlu melihat temuan ini sebagai indikasi, bukan kepastian. Banyak fitur yang pernah ditemukan lewat APK teardown akhirnya diubah, ditunda, atau dibatalkan sebelum dirilis ke publik.
Mengapa Google mungkin tertarik mengubahnya
Ada beberapa alasan yang masuk akal di balik eksperimen ini. Pertama, Google mungkin ingin membuat Gemini terasa lebih menyatu dengan pengalaman Android secara keseluruhan.
Kedua, pendekatan Material You memang mendorong aplikasi agar selaras dengan preferensi visual pengguna. Dengan warna yang mengikuti wallpaper, antarmuka bisa terasa lebih personal dan modern.
Namun, strategi itu punya risiko jika diterapkan pada produk yang sudah memiliki identitas merek kuat. Gemini dikenal lewat gradasi warna biru, ungu, dan teal, serta logo bintang empat titik yang menjadi simbol utama produk AI Google ini.
Berikut poin penting dari perubahan yang sedang diuji:
- Mengambil warna dari tema atau wallpaper perangkat.
- Saat ini baru muncul pada overlay Gemini.
- Belum terlihat pada aplikasi Gemini penuh.
- Ditemukan lewat APK teardown versi 17.12.51.
- Belum ada konfirmasi resmi soal peluncuran.
Gemini memang sedang terus berubah
Eksperimen desain ini muncul saat aplikasi Gemini terus menerima pembaruan lain. Dalam beberapa pekan terakhir, Google juga terlihat menyiapkan peningkatan ringkasan berita melalui Gemini Live.
Sebelumnya, Gemini juga kedapatan menambah dukungan impor data dari chatbot pesaing seperti ChatGPT dan Claude. Langkah itu menunjukkan Google tidak hanya fokus pada kemampuan model AI, tetapi juga pada pengalaman pindah platform dan kenyamanan penggunaan harian.
Perjalanan produk ini juga masih relatif baru dalam bentuk merek Gemini. Sebelum berganti nama, chatbot AI Google dikenal sebagai Bard, lalu dirombak untuk lebih dekat dengan keluarga model Gemini yang kini menjadi fondasi utama strategi AI perusahaan.
Situasi ini membuat setiap perubahan antarmuka Gemini mendapat perhatian lebih besar. Saat produk masih membangun kebiasaan penggunaan, perubahan pada warna, tombol utama, dan penekanan visual dapat langsung memengaruhi persepsi pengguna terhadap kemudahan dan identitas aplikasi.
Jika Google akhirnya menerapkan desain baru ini, opsi untuk tetap memakai tema khas Gemini kemungkinan akan menjadi kompromi yang paling masuk akal. Langkah semacam itu dapat menjaga fleksibilitas personalisasi Android tanpa menghilangkan ciri visual yang selama ini membuat Gemini mudah dikenali.
Source: www.androidpolice.com







