
Ledakan kebutuhan komputasi AI mendorong industri semikonduktor masuk ke fase persaingan baru. Di tengah kebutuhan pusat data, HPC, robotika, kendaraan otonom, dan perangkat pintar yang terus naik, Cadence dan Samsung Foundry memperluas kerja sama untuk mengembangkan chip 2nm generasi kedua serta desain 3D-IC yang lebih maju.
Kolaborasi ini diposisikan sebagai fondasi untuk menghadirkan chip AI yang lebih bertenaga sekaligus efisien. Fokusnya tidak hanya pada performa, tetapi juga pada kemampuan integrasi, validasi desain, dan kesiapan produksi untuk beban kerja AI modern.
Dorongan Besar dari Beban Kerja AI
Permintaan terhadap chip AI kini berubah cepat karena AI generatif dan AI fisik membutuhkan arsitektur yang jauh lebih kompleks. Kondisi ini membuat desain semikonduktor harus mengejar kapasitas yang lebih tinggi, efisiensi daya yang lebih baik, dan konektivitas yang lebih cepat.
Cadence dan Samsung Foundry menjawab kebutuhan itu lewat platform desain yang telah dioptimalkan untuk proses manufaktur 2nm generasi kedua Samsung. Pendekatan ini ditujukan agar pelanggan bisa mempercepat pengembangan sistem AI dan HPC generasi berikutnya tanpa mengorbankan keandalan desain.
Boyd Phelps, Senior Vice President dan General Manager Silicon Solutions Group Cadence, menegaskan bahwa industri kini bergerak ke arah node canggih dan 3D-IC. Ia menyebut kebutuhan tersebut menuntut kapasitas, integrasi, dan keyakinan validasi yang lebih tinggi dibanding sebelumnya.
Samsung Perkuat Fondasi 2nm
Samsung Foundry melihat minat terhadap teknologi 2nm terus meningkat seiring meluasnya penggunaan AI di berbagai sektor. Jongshin Shin, Executive Vice President dan Head of Foundry Design Platform Development Samsung Electronics, menyebut node 2nm generasi kedua sebagai salah satu fondasi penting bagi chip AI masa depan.
Menurut Jongshin Shin, pelanggan semakin tertarik pada teknologi 2nm generasi kedua Samsung Foundry untuk desain AI terdepan. Minat itu muncul karena infrastruktur AI dan aplikasi AI fisik membutuhkan chip yang mampu mengikuti lonjakan permintaan komputasi.
Samsung dan Cadence juga menyiapkan platform semikonduktor dan 3D-IC yang lebih matang. Platform ini didukung memori canggih, IP antarmuka berkecepatan tinggi, serta alur kerja yang dioptimalkan khusus untuk AI.
Peran NVIDIA dalam Ekosistem Desain
Kolaborasi ini ikut diperkuat dengan dukungan NVIDIA melalui integrasi teknologi NVLink-C2C dan akselerasi GPU CUDA-X. Kedua teknologi ini membantu transfer data berkecepatan tinggi antar-chip, yang menjadi elemen penting dalam sistem AI berskala besar.
Timothy Costa, Vice President dan General Manager Computing Engineering NVIDIA, menilai kompleksitas desain modern menuntut alat yang mampu mengikuti perkembangan arsitektur chip. Ia menyebut ekosistem semikonduktor bergantung pada platform yang dapat mengimbangi simulasi dan desain pada node canggih.
NVIDIA juga menekankan pentingnya alur desain yang dipercepat GPU dari Cadence pada platform 2nm generasi kedua Samsung Foundry. Kombinasi ini diarahkan untuk mengoptimalkan kinerja, penyediaan arsitektur AI generasi berikutnya, dan interkoneksi bandwidth tinggi.
Dampak ke Robotika, Drone, dan Kendaraan Otonom
Manfaat pengembangan chip 2nm tidak berhenti di pusat data AI. Teknologi ini juga dinilai relevan untuk perangkat edge AI yang berkembang pesat, termasuk robotika, drone, mesin otonom, dan sistem sensor pintar.
Ambarella menjadi salah satu perusahaan yang disebut memanfaatkan arah pengembangan tersebut untuk platform AI edge generasi berikutnya berbasis proses 2nm. Chief Operating Officer Ambarella, Chan Lee, menilai dukungan dari Cadence dan Samsung Foundry penting untuk mempercepat inovasi AI berdaya rendah.
Chan Lee mengatakan strategi AI tepi Ambarella berfokus pada kinerja per watt yang tinggi, akselerasi AI yang skalabel, dan pemrosesan multi-sensor yang tangguh. Ia juga menilai ketersediaan IP, alat desain, dan platform yang siap untuk signoff membantu pengembangan chip dilakukan lebih cepat dan dengan risiko lebih rendah.
Arah Baru untuk Infrastruktur AI
Kemitraan jangka panjang Cadence dan Samsung Foundry menunjukkan bahwa persaingan chip AI kini tidak hanya soal kecepatan produksi. Industri juga mengejar desain yang lebih efisien, integrasi yang lebih rapat, dan platform yang mampu mendukung infrastruktur AI skala besar.
Dengan kombinasi teknologi 2nm generasi kedua, desain 3D-IC, memori canggih, antarmuka berkecepatan tinggi, dan dukungan ekosistem dari NVIDIA, pengembangan chip AI memasuki fase yang lebih matang. Dalam konteks ini, pusat data AI, robotika, kendaraan otonom, hingga perangkat pintar masa depan berpotensi mendapatkan dorongan performa yang lebih besar dari generasi chip berikutnya.
Source: www.suara.com







