Layar Curved 144Hz Murah, TECNO POVA Curve 5G Bikin Rp3 Jutaan Terasa Premium

TECNO POVA Curve 5G muncul sebagai salah satu kandidat paling menarik di kelas harga Rp3 jutaan karena membawa kombinasi yang jarang ditemukan di segmen ini. Ponsel ini menonjol lewat layar curved 144Hz yang biasanya identik dengan perangkat yang lebih mahal, lalu dipadukan dengan fokus performa gaming khas lini POVA.

Di tengah pasar yang masih didominasi layar datar dan desain aman, kehadiran POVA Curve 5G memberi opsi berbeda bagi pengguna yang mengutamakan tampilan premium. Pada saat yang sama, perangkat ini tetap mencoba menjaga harga tetap kompetitif, yakni di kisaran Rp2.999.000 hingga Rp3.199.000 untuk varian 8GB/256GB.

Layar curved 144Hz jadi daya tarik utama

Sektor layar menjadi nilai jual paling mudah terlihat dari TECNO POVA Curve 5G. Panel AMOLED 6,78 inci dengan desain melengkung dan refresh rate 144Hz menawarkan pengalaman visual yang lebih halus saat scrolling, bermain gim, atau menonton konten.

Tingkat kecerahan hingga 1300 nits juga membantu visibilitas saat dipakai di luar ruangan. Kombinasi ini membuat perangkat terasa lebih premium dibanding banyak rival di kelas harga serupa yang masih memakai panel datar dengan refresh rate lebih rendah.

Performa gaming disokong chipset modern

Di balik tampilannya, POVA Curve 5G mengandalkan MediaTek Dimensity 7300 Ultimate. Chipset ini masuk kategori yang cukup kuat untuk kebutuhan menengah, termasuk gim populer seperti PUBG Mobile.

Tecno juga menyertakan Hyper Gaming Engine 2.0 untuk menjaga kestabilan performa saat bermain. Dukungan ini membuat pengalaman gaming lebih konsisten, terutama saat pengguna ingin bermain dalam durasi panjang tanpa gangguan berarti.

Fitur gaming yang dibuat lebih praktis

Salah satu pembeda penting dari POVA Curve 5G adalah Bypass Charging 2.0. Fitur ini memungkinkan daya mengalir langsung ke sistem saat ponsel dipakai sambil mengisi daya, sehingga beban ke baterai bisa berkurang.

Kehadiran fitur tersebut membantu menjaga suhu tetap lebih stabil ketika bermain gim sambil charging. Untuk pengguna yang sering memakai ponsel sebagai perangkat utama bermain, fitur ini memberi nilai tambah yang nyata.

Daftar keunggulan yang paling menonjol

  1. Layar AMOLED curved 6,78 inci dengan refresh rate 144Hz.
  2. Kecerahan hingga 1300 nits untuk visibilitas luar ruangan yang lebih baik.
  3. Chipset Dimensity 7300 Ultimate yang kompeten untuk gaming kelas menengah.
  4. Bypass Charging 2.0 untuk membantu stabilitas suhu saat bermain sambil mengisi daya.
  5. Kamera depan dan belakang yang sama-sama mendukung perekaman 4K 30fps.
  6. Baterai 5500 mAh dengan bodi tipis 7,45 mm dan bobot 176 gram.
  7. Fitur lengkap seperti NFC, IR Blaster, dual speaker stereo, dan sertifikasi IP64.

Kamera cukup menarik untuk kelasnya

Untuk urusan foto, TECNO membekali POVA Curve 5G dengan kamera utama 64MP. Hasil tangkapan kamera utama ini dinilai cukup tajam untuk kebutuhan harian, meski perangkat ini jelas bukan ditujukan sebagai kamera paling lengkap di kelasnya.

Menariknya, kamera depan 13MP juga sudah mendukung perekaman video hingga 4K 30fps. Fitur ini tergolong jarang untuk ponsel harga Rp3 jutaan, terutama bagi pengguna yang aktif membuat konten selfie, vlog singkat, atau video media sosial.

Baterai besar tetapi bodi tetap tipis

Sisi daya perangkat ini juga patut dicatat karena membawa baterai 5500 mAh. Kapasitas tersebut sedikit di atas rata-rata pasar, sehingga memberi ruang pakai lebih panjang bagi pengguna yang sering mobile.

Meski membawa baterai besar, bodinya tetap dibuat tipis dengan ketebalan 7,45 mm dan bobot 176 gram. Penggabungan baterai besar dalam tubuh yang ringan dan ramping menunjukkan fokus Tecno pada kenyamanan penggunaan harian.

Kelengkapan fitur memperkuat nilai pakai

Tekno tidak hanya mengandalkan layar dan gaming, tetapi juga mengisi perangkat ini dengan fitur yang biasanya dicari pengguna. NFC, IR Blaster, dual speaker stereo, dan sertifikasi IP64 membuat POVA Curve 5G terasa lebih lengkap untuk kebutuhan harian.

Kelengkapan tersebut memperluas fungsinya, mulai dari transaksi digital, kontrol perangkat elektronik, hingga ketahanan terhadap percikan air dan debu ringan. Untuk segmen harga Rp3 jutaan, paket seperti ini tergolong kompetitif.

Hal yang masih jadi kompromi

Meski menarik, TECNO POVA Curve 5G tetap punya beberapa catatan. Ketiadaan kamera ultrawide membuat fleksibilitas fotografi berkurang, terutama bagi pengguna yang sering memotret pemandangan atau foto grup.

Selain itu, absennya OIS membuat perekaman video terasa kurang stabil saat bergerak. Kecepatan 45W Flash Charge juga masih kalah cepat dibanding sejumlah pesaing yang sudah menawarkan pengisian 67W hingga 90W di kelas harga yang mirip.

Jika dibandingkan dengan beberapa kompetitor, posisi POVA Curve 5G memang lebih kuat di sisi desain dan layar. Namun di performa mentah, POCO X7 Pro 5G masih unggul berkat Dimensity 8400 Ultra, OIS, dan charging 90W, sementara Redmi Note 15 5G menawarkan lensa ultrawide yang tidak dimiliki Tecno.

Di sisi lain, TECNO POVA Curve 5G tetap punya identitas yang jelas bagi pengguna yang ingin layar curved 144Hz, tampilan premium, dan fitur gaming yang terasa relevan di harga terjangkau. Perangkat ini menjadi opsi menarik untuk pembeli yang lebih mengutamakan pengalaman visual dan desain, bukan sekadar angka performa atau jumlah kamera.

Exit mobile version