Apple disebut semakin dekat meluncurkan iPhone lipat pertamanya setelah unit prototipe dikabarkan sudah dikirim ke operator seluler di berbagai wilayah untuk pengujian. Bocoran ini menarik perhatian karena tahap pengujian operator biasanya menjadi fase penting menjelang produksi massal dan peluncuran komersial.
Sorotan terbesar dari kabar terbaru ini bukan hanya soal jadwal, tetapi juga pilihan engsel berbahan liquid metal. Material itu disebut menjadi kunci Apple untuk menjawab masalah utama ponsel lipat, yakni ketahanan jangka panjang pada mekanisme buka-tutup.
Menurut pembocor Fixed Focus Digital di Weibo, aktivitas pengembangan dan produksi perangkat lipat Apple saat ini berjalan cepat. Laporan itu juga memperkuat spekulasi bahwa Apple sedang menyiapkan model foldable kelas premium untuk bersaing di segmen ponsel lipat papan atas.
Pengujian oleh operator penting karena mencakup kompatibilitas jaringan, optimasi performa, dan proses sertifikasi di berbagai region serta operator seluler. Jika informasi ini akurat, tahap tersebut menunjukkan perangkat sudah melewati fase konsep awal dan bergerak ke arah kesiapan pasar.
Engsel liquid metal jadi fokus utama
Detail yang paling menonjol dalam bocoran terbaru adalah keputusan Apple memakai engsel liquid metal. Dalam beberapa bulan terakhir, material ini sering disebut-sebut sebagai elemen penting pada iPhone lipat karena dinilai lebih cocok untuk menahan tekanan berulang.
Liquid metal merupakan paduan logam amorf yang dikenal memiliki rasio kekuatan terhadap bobot yang tinggi. Material ini juga disebut tahan korosi dan tahan aus, dua sifat yang sangat relevan untuk komponen engsel yang harus bertahan melalui ratusan ribu kali lipatan.
Penggunaan material ini juga menarik karena sebelumnya sempat muncul laporan bahwa desain engsel Apple menghadapi tantangan kontrol kualitas saat diuji untuk daya tahan. Kini, informasi terbaru menunjukkan engsel liquid metal sudah menjadi elemen yang dipastikan dan disempurnakan pada perangkat tersebut.
Jika benar diterapkan, langkah ini dapat memberi Apple pembeda teknis di pasar foldable. Ketahanan engsel selama ini menjadi salah satu faktor yang paling diawasi konsumen saat menilai ponsel layar lipat.
Bukan teknologi baru bagi Apple
Hubungan Apple dengan teknologi liquid metal sebenarnya bukan hal baru. Apple diketahui telah memiliki perjanjian eksklusif dengan Liquidmetal Technologies sejak 2010.
Namun, penggunaan material itu selama ini lebih terbatas pada komponen kecil seperti alat pelepas SIM iPhone. Penerapannya pada engsel struktural akan menjadi lompatan yang jauh lebih ambisius dibanding penggunaan sebelumnya.
Analis industri Ming-Chi Kuo sebelumnya juga pernah melaporkan bahwa iPhone lipat akan memakai engsel liquid metal. Ia menyebut pasokan komponen tersebut akan ditangani secara eksklusif oleh Dongguan EonTec.
Laporan dari rantai pasok kemudian ikut memperkuat dugaan bahwa Apple memang berkomitmen memakai material itu untuk foldable pertamanya. Kombinasi antara bocoran analis, rantai pasok, dan laporan pengujian operator membuat spekulasi perangkat ini terlihat semakin matang.
Spesifikasi yang mulai terbentuk
Sejumlah rumor menyebut iPhone lipat Apple akan hadir dengan layar internal 7,8 inci dan layar penutup 5,5 inci. Konfigurasi ini menempatkannya di kategori ponsel lipat bergaya buku, bukan model clamshell.
Perangkat tersebut juga disebut akan ditenagai chip A20 generasi berikutnya. Untuk konektivitas, Apple dikabarkan menyiapkan modem C2.
Ada pula laporan yang menyebut Apple mungkin mengganti Face ID dengan Touch ID pada perangkat ini. Di bagian belakang, iPhone lipat itu disebut tetap membawa sistem dua kamera.
Susunan spesifikasi tersebut menunjukkan Apple tidak hanya mengejar desain baru, tetapi juga mencoba menyeimbangkan ruang internal, efisiensi, dan kebutuhan perangkat premium. Pada ponsel lipat, keputusan soal biometrik dan modul kamera memang sangat dipengaruhi keterbatasan ruang di dalam bodi.
Arah harga dan jadwal peluncuran
Perangkat ini diperkirakan menyasar segmen ultra-premium. Harga awalnya dirumorkan berada di kisaran $2,000, angka yang sejalan dengan posisi produk lipat sebagai lini unggulan dengan teknologi baru.
Dari sisi jadwal, laporan rantai pasok menyebut produksi massal bisa dimulai seawal Juli. Sementara itu, Mark Gurman dari Bloomberg mengatakan Apple masih menargetkan pengenalan perangkat ini pada September bersama iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, meski rencana final tetap dapat berubah.
Kabar sebelumnya juga menyebut perangkat ini akan dibekali teknologi pendingin vapour chamber yang lebih canggih. Detail itu memberi sinyal bahwa Apple tidak hanya fokus pada mekanisme lipatan, tetapi juga pada pengelolaan suhu untuk perangkat premium dengan performa tinggi.
Dengan pengujian operator yang disebut sudah berjalan dan keputusan hardware utama yang tampaknya mulai terkunci, iPhone lipat Apple kini terlihat lebih dekat ke tahap komersial dibanding sebelumnya. Fokus pada engsel liquid metal menjadi detail yang paling menentukan, karena justru di titik itulah Apple berupaya menjawab tantangan terbesar di kategori smartphone foldable.
Source: sundayguardianlive.com