TECNO POVA 7 5G menarik perhatian karena membawa spesifikasi yang jarang muncul di kelas Rp2–3 jutaan. Perangkat ini mengandalkan chipset Dimensity 7300 Ultimate, layar 144Hz, baterai 6.000 mAh, dan dukungan wireless charging 30W yang membuatnya tampak seperti paket lengkap di atas kertas.
Namun, pengalaman pakai sehari-hari menunjukkan bahwa tidak semua keunggulan itu datang tanpa konsekuensi. Di beberapa aspek penting, ponsel ini justru meninggalkan kompromi yang cukup besar, terutama bagi pengguna yang mencari perangkat serba bisa.
Performa Kencang, Tapi Targetnya Sangat Spesifik
TECNO POVA 7 5G memang dirancang untuk pengguna yang memprioritaskan gaming. Kombinasi chipset Dimensity 7300 Ultimate dan layar refresh rate tinggi memberi modal kuat untuk bermain game kompetitif dengan tampilan yang mulus.
Meski begitu, fokus seperti ini membuat posisinya tidak terlalu ideal untuk semua orang. Pengguna yang lebih sering menonton film, mengedit foto ringan, atau sekadar memakai ponsel sepanjang hari bisa merasa ada banyak aspek lain yang belum mengikuti ekspektasi kelas harganya.
Layar Masih IPS LCD Saat Kompetitor Sudah AMOLED
Salah satu catatan paling jelas ada pada layar. POVA 7 5G masih memakai panel IPS LCD, sementara banyak pesaing di rentang harga yang sama sudah menawarkan AMOLED.
Perbedaan ini terasa saat melihat warna, kontras, dan tampilan hitam. Warna pada IPS LCD cenderung kurang dalam, lalu konten video atau HDR tidak menampilkan efek visual sekuat panel AMOLED.
Berikut ringkasan sederhana perbandingannya:
- IPS LCD: warna lebih natural, tetapi kontras lebih rendah.
- AMOLED: warna lebih tajam, hitam lebih pekat, dan lebih nyaman untuk menikmati konten.
- Always-On Display: umumnya tersedia di AMOLED, tetapi tidak hadir di layar IPS LCD seperti ini.
HiOS Masih Menjadi Titik Lemah
Di sisi perangkat lunak, TECNO masih menghadapi kritik yang sama seperti sebelumnya. HiOS 15 memang terlihat lebih modern, tetapi pengalaman pengguna belum sepenuhnya bersih karena masih ada bloatware dan iklan.
Dalam pemakaian harian, aplikasi bawaan yang sulit dihapus bisa mengganggu. Notifikasi promosi juga membuat kesan antarmuka terasa kurang rapi dibandingkan sistem yang lebih ringan seperti Android murni atau antarmuka pabrikan yang lebih minim gangguan.
Masalah lain ada pada dukungan pembaruan. TECNO umumnya hanya memberi satu kali update Android besar, sehingga usia pakai dari sisi software cenderung lebih pendek. Untuk pengguna yang ingin ponsel tetap aman dan relevan dalam jangka panjang, poin ini layak jadi pertimbangan utama.
Kamera Tidak Selalu Stabil di Semua Kondisi
TECNO POVA 7 5G memang membawa sensor dengan resolusi tinggi, namun angka megapiksel besar tidak otomatis menghasilkan foto yang konsisten. Hasil pemrosesan gambar masih menjadi tantangan, terutama di kondisi cahaya yang menantang.
Dynamic range disebut belum terlalu kuat saat memotret di tempat terang. Pada malam hari, detail juga belum mampu menandingi banyak kompetitor yang sudah lebih matang di sektor kamera.
Artinya, ponsel ini masih lebih aman untuk kebutuhan dokumentasi ringan dan unggahan media sosial. Untuk pengguna yang mengutamakan hasil foto lebih stabil, sektor kamera masih terasa sebagai area kompromi.
Baterai Besar, Tapi Ponsel Jadi Berat
Daya tahan baterai menjadi salah satu daya tarik terbesar TECNO POVA 7 5G. Kapasitas 6.000 mAh jelas memberi rasa aman untuk pemakaian panjang dan sesi bermain game yang lebih lama.
Akan tetapi, konsekuensinya terasa di desain bodi. Bobotnya disebut berada di atas 220 gram, dengan bodi yang cukup tebal, sehingga penggunaan satu tangan terasa kurang nyaman.
Kondisi ini membuat ponsel lebih cocok dipakai dalam posisi horizontal saat bermain game. Untuk penggunaan santai, seperti membalas pesan atau scrolling media sosial dalam waktu lama, bobotnya bisa terasa melelahkan.
Pengisian Daya Menarik, Tetapi Belum Paling Cepat
TECNO membekali perangkat ini dengan 45W Flash Charge dan wireless charging 30W. Fitur wireless charging di kelas ini memang menjadi nilai tambah yang tidak banyak ditemui.
Meski demikian, kapasitas baterai besar membuat waktu pengisian tetap tidak bisa disebut singkat. Pengisian penuh masih bisa memakan waktu lebih dari satu jam, terutama jika dibandingkan beberapa rival yang sudah menawarkan 67W hingga 90W.
Secara praktis, berikut poin yang paling perlu dicatat pengguna:
- Baterai besar memberi ketahanan lebih lama.
- Pengisian 45W masih tergolong baik, tetapi bukan yang tercepat.
- Wireless charging 30W menambah fleksibilitas, namun tidak menutup kekurangan utama pada durasi isi ulang.
TECNO POVA 7 5G pada akhirnya lebih tepat dipahami sebagai ponsel spesialis gaming murah, bukan perangkat all-rounder. Untuk gamer yang mengejar layar 144Hz, performa stabil, dan baterai besar, perangkat ini masih sangat menarik, tetapi bagi pengguna umum yang menuntut layar lebih premium, kamera lebih konsisten, software lebih bersih, dan bodi yang lebih nyaman, ada banyak pilihan lain di harga serupa yang terasa lebih seimbang.
