
Google memperluas Gemini for Home ke lebih banyak rumah dan bahasa, menandai langkah penting dalam pengembangan asisten pintar untuk perangkat rumah. Fitur ini kini mulai tersedia di lebih banyak negara setelah sebelumnya hadir terbatas melalui program Early Access di Amerika Serikat, lalu meluas ke Kanada dan Meksiko.
Ekspansi terbaru membawa Gemini for Home ke pasar Eropa dan Asia-Pasifik, sekaligus menambah dukungan tujuh bahasa baru. Perlu dicatat, akses fitur ini masih dilakukan melalui program Google Home Early Access, sehingga pengguna harus menerima undangan di aplikasi Google Home untuk mencobanya.
Ekspansi ke 16 Negara Baru
Berdasarkan informasi yang dibagikan Google, Gemini for Home kini diperluas ke 16 negara baru. Peluncuran ini mencakup kawasan Eropa serta beberapa negara di Asia-Pasifik.
Berikut daftar negara yang masuk dalam ekspansi terbaru:
- Austria
- Belgia
- Denmark
- Finlandia
- Prancis
- Irlandia
- Italia
- Belanda
- Norwegia
- Spanyol
- Swedia
- Swiss
- Inggris
- Australia
- Jepang
- Selandia Baru
Google menyebut rollout dimulai sekarang dan akan berlangsung lebih dari sepekan. Pernyataan ini disampaikan oleh Chief Product Officer Google, Anish Kattukaran, yang menegaskan bahwa distribusi dilakukan secara bertahap, bukan serentak di semua wilayah.
Dukungan Bahasa Bertambah
Selain memperluas jangkauan wilayah, Google juga menambah dukungan bahasa pada Gemini for Home. Total bahasa yang kini didukung menjadi 10 bahasa.
Daftar bahasa yang tersedia saat ini meliputi:
| No | Bahasa |
|---|---|
| 1 | Denmark |
| 2 | Belanda |
| 3 | Inggris |
| 4 | Prancis |
| 5 | Jerman |
| 6 | Italia |
| 7 | Jepang |
| 8 | Norwegia |
| 9 | Spanyol |
| 10 | Swedia |
Penambahan bahasa ini penting karena perangkat rumah pintar sangat bergantung pada interaksi suara yang natural. Dukungan bahasa lokal dapat meningkatkan akurasi perintah, respons, dan kenyamanan penggunaan sehari-hari.
Masih Melalui Early Access
Walau ekspansinya cukup luas, Gemini for Home belum menjadi fitur umum untuk semua pengguna Google Home. Akses tetap dibatasi melalui skema Early Access, sehingga pengguna perlu bergabung ke program tersebut terlebih dahulu.
Google meminta pengguna untuk memeriksa undangan di aplikasi Google Home. Skema ini memberi Google ruang untuk menguji kestabilan layanan sambil mengumpulkan masukan dari pengguna di lebih banyak pasar.
Google Percepat Penyempurnaan Gemini for Home
Ekspansi global ini terjadi saat Google terus memperbarui performa Gemini for Home secara rutin. Dalam satu bulan saja, perusahaan disebut merilis tiga pembaruan besar untuk pengalaman Google Home berbasis Gemini.
Salah satu pembaruan itu meningkatkan pemrosesan perintah suara hingga 40 persen lebih cepat. Peningkatan ini penting karena kecepatan respons menjadi faktor utama dalam penggunaan speaker pintar dan smart display di rumah.
Pembaruan lain juga membuat sejumlah perintah suara yang umum dipakai terasa lebih alami. Dengan perubahan ini, interaksi pengguna tidak lagi terlalu kaku dan lebih mendekati percakapan sehari-hari.
Google juga telah memperluas akses Gemini for Home ke akun anak. Langkah ini menunjukkan bahwa perusahaan mulai menyesuaikan layanan rumah pintar berbasis AI agar bisa dipakai oleh lebih banyak segmen pengguna di dalam satu rumah.
Dampaknya untuk Pengguna Nest Cam
Bagi pemilik Nest Cam, Google juga menambahkan peningkatan yang cukup menonjol. Fitur Live Camera Search kini memungkinkan pelanggan Home Premium menelusuri feed kamera secara real-time.
Kemampuan ini menunjukkan bahwa Gemini for Home tidak hanya diarahkan untuk menjawab perintah dasar seperti menyalakan lampu atau memutar musik. Google tampaknya juga ingin menjadikan Gemini sebagai lapisan AI yang lebih aktif untuk memahami konteks perangkat rumah yang saling terhubung.
Masih Ada Kekurangan yang Harus Dibenahi
Meski ekspansi ini tergolong besar, masih ada sejumlah pasar penting yang belum masuk daftar. Artinya, ketersediaan Gemini for Home secara global belum sepenuhnya merata.
Di sisi lain, ritme pembaruan yang cepat memberi sinyal bahwa Google sedang serius memperbaiki kelemahan utama layanan ini. Pendekatan bertahap lewat Early Access memungkinkan perusahaan memantau masalah nyata di lapangan sebelum membuka akses yang lebih luas.
Masuknya lebih banyak negara dan bahasa juga akan memberi Google volume umpan balik yang lebih besar. Data tersebut berpotensi membantu perusahaan memperbaiki akurasi respons, pemahaman konteks, dan kenyamanan interaksi suara pada perangkat Google Home di berbagai lingkungan rumah tangga.
Source: www.androidpolice.com








