Realme Note 60X Kurang Meyakinkan, 3 Kelemahan Ini Bikin Pembeli Menahan Diri

Realme Note 60X hadir sebagai ponsel entry-level yang langsung menarik perhatian lewat klaim ketahanan fisik dan harga yang masih ramah di kantong. Namun, di balik tampilan yang terlihat solid, ada beberapa kompromi spesifikasi yang membuat perangkat ini belum tentu cocok untuk semua calon pembeli.

Di segmen Rp1 jutaan, konsumen biasanya mencari keseimbangan antara performa, kamera, pengisian daya, dan fitur keamanan. Pada titik ini, Realme Note 60X justru terasa kalah bersaing karena tiga kelemahan utamanya cukup mudah terlihat saat dibandingkan dengan produk lain di kelas yang sama.

1. Kamera masih terlalu sederhana untuk standar sekarang

Sektor kamera menjadi salah satu alasan utama mengapa Realme Note 60X kurang meyakinkan. Perangkat ini hanya dibekali kamera utama 8MP dan kamera depan 5MP, angka yang sudah tertinggal jauh dari banyak pesaing di kelas harga serupa.

Saat banyak smartphone entry-level lain sudah menawarkan kamera 13MP hingga 50MP, hasil foto Note 60X berpotensi kalah dalam detail, fleksibilitas crop, dan kualitas saat cahaya tidak ideal. Untuk pengguna yang sering memotret dokumen, makanan, atau momen harian, keterbatasan ini terasa cukup mengganggu.

Kondisi tersebut membuat Note 60X lebih tepat disebut sebagai ponsel untuk kebutuhan dasar, bukan untuk pengguna yang mengutamakan hasil foto yang layak unggah tanpa banyak penyuntingan.

2. Pengisian daya tergolong lambat

Kelemahan berikutnya ada pada sektor baterai dan pengisian. Realme Note 60X memang membawa baterai 5000mAh, tetapi dukungan charging hanya 10W.

Dalam penggunaan nyata, pengisian penuh bisa memakan waktu sekitar 2,5 sampai 3 jam. Waktu ini tergolong lama, terutama untuk pengguna dengan mobilitas tinggi yang kerap membutuhkan baterai cepat terisi sebelum kembali beraktivitas.

Berikut gambaran sederhananya:

AspekRealme Note 60X
Kapasitas baterai5000mAh
Daya charging10W
Waktu isi penuhSekitar 2,5–3 jam

Di kelas harga yang sama, sudah ada perangkat yang menawarkan pengisian lebih cepat dengan waktu tunggu lebih singkat. Karena itu, baterai besar pada Note 60X tidak sepenuhnya terasa sebagai keunggulan jika proses isi ulangnya masih lambat.

3. Fitur keamanan terasa tertinggal

Kekurangan lain yang ikut menurunkan daya tarik Realme Note 60X adalah absennya sensor sidik jari pada beberapa varian. Ponsel ini hanya mengandalkan Face Unlock atau PIN, sehingga aspek keamanan dan kepraktisan belum sebaik perangkat yang sudah menyediakan fingerprint fisik.

Bagi banyak pengguna, sensor sidik jari kini sudah menjadi fitur standar, termasuk di kelas entry-level. Fitur ini tidak hanya mempercepat proses membuka kunci layar, tetapi juga memberi rasa aman yang lebih baik saat ponsel dipakai untuk beragam aktivitas harian.

Tanpa fingerprint, Realme Note 60X terasa kurang lengkap jika dibandingkan kompetitor yang sudah lebih dulu mengutamakan keseimbangan fitur. Dalam praktiknya, hal sederhana seperti membuka kunci layar bisa menjadi pertimbangan penting sebelum seseorang memutuskan membeli.

Masih ada sisi positif, tetapi belum cukup untuk semua orang

Realme Note 60X tetap punya nilai jual yang layak dicatat, terutama lewat ArmorShell Protection, sertifikasi IP54, dan fitur Rainwater Smart Touch. Layar 6,74 inci dengan refresh rate 90Hz juga memberi pengalaman yang lebih halus dibanding panel 60Hz, meski resolusinya masih HD+.

Di sisi performa, Unisoc Tiger T612 masih sanggup menangani kebutuhan ringan seperti chatting, media sosial, dan game kasual. Kombinasi ini membuat perangkat tersebut masih relevan untuk pengguna yang hanya butuh ponsel tahan banting dan efisien untuk aktivitas dasar.

Harga Realme Note 60X per April 2026 berada di kisaran Rp1,1 juta hingga Rp1,4 juta, tergantung varian. Namun, pada rentang harga itu, calon pembeli biasanya menuntut spesifikasi yang lebih seimbang, sehingga tiga kelemahan di atas cukup membuat banyak orang berpikir ulang sebelum checkout.

Terkait