Pada awal 2026, Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC mengumumkan pelarangan router yang diproduksi di luar negeri karena alasan keamanan nasional. Kebijakan itu membuat banyak perangkat yang belum mendapat persetujuan FCC tidak akan muncul di rak toko di Amerika Serikat, sementara router yang sudah beredar diberi masa pembaruan hingga Maret 2027.
Dari situ, pertanyaan yang langsung muncul adalah apakah router buatan Amerika masih bisa dibeli. Berdasarkan informasi yang tersedia pada April 2026, jawabannya tampak belum, setidaknya untuk pasar konsumen umum, karena merek besar yang berbasis di AS seperti Google dan Netgear masih memproduksi router mereka di Vietnam, Taiwan, dan China.
Definisi “buatan Amerika” ternyata sangat ketat
Masalahnya tidak sesederhana label asal merek. FCC mendefinisikan “foreign produced” secara luas, sehingga perangkat tidak cukup hanya dirancang oleh perusahaan Amerika atau dijual oleh perusahaan Amerika.
Agar benar-benar dianggap dibuat di Amerika, seluruh proses utama produksi juga harus terjadi di dalam negeri. Itu mencakup desain, pembuatan komponen, hingga perakitan akhir router di Amerika Serikat.
Definisi ini membuat ruang gerak produsen menjadi lebih sempit. Banyak perusahaan teknologi memiliki basis operasional di AS, tetapi rantai pasok dan pabrik mereka tetap tersebar di Asia.
Merek besar belum semuanya pindah produksi
Sejauh ini, belum ada tanda bahwa router konsumen dari pemain besar sudah sepenuhnya beralih ke produksi Amerika. Google dan Netgear, misalnya, masih mengandalkan fasilitas produksi di luar AS menurut informasi yang tersedia.
Namun, respons industri tidak sepenuhnya menolak kebijakan FCC. Netgear disebut menyambut langkah tersebut, sementara TP-Link menyatakan di situsnya bahwa perusahaan telah banyak berinvestasi pada manufaktur berbasis AS.
TP-Link juga disebut sudah berencana memindahkan produksi ke Amerika Serikat sebelumnya. Kebijakan FCC diperkirakan justru mempercepat rencana itu, bukan memulainya dari nol.
Ada beberapa produk yang mendekati label itu, tetapi belum sempurna
Di tengah keterbatasan tersebut, Starlink disebut membuat sebagian router Wi-Fi di Texas. Meski begitu, komponen yang dipakai masih disuplai dari negara lain, sehingga statusnya tidak sepenuhnya sama dengan definisi produksi lokal yang ketat menurut FCC.
Artinya, konsumen bisa saja menemukan router yang dirakit di Amerika Serikat, tetapi belum tentu seluruh proses produksinya berlangsung di sana. Perbedaan ini penting karena aturan FCC menilai lebih dari sekadar lokasi perakitan akhir.
Situasi ini juga menunjukkan bahwa pertanyaan “apakah router buatan Amerika bisa dibeli” tidak punya jawaban sederhana. Ada produk yang dipasang di AS, tetapi rantai pasoknya tetap global dan belum memenuhi definisi penuh yang digunakan regulator.
Dampak ke pasar masih belum jelas
Dampak kebijakan ini terhadap industri router masih belum terlihat sepenuhnya. FCC belum menjelaskan apakah pelarangan itu juga akan meluas ke perangkat internet lain seperti Wi-Fi repeater dan access point.
Ketiadaan kepastian itu membuat produsen harus menunggu arah kebijakan berikutnya sambil menyesuaikan operasi mereka. Perusahaan yang bergantung pada produksi luar negeri kemungkinan perlu meninjau ulang rantai pasok, investasi pabrik, dan strategi distribusi di pasar AS.
Bagi konsumen, kondisi ini berarti stok router di toko Amerika akan sangat dipengaruhi oleh status persetujuan FCC dan kemampuan produsen memenuhi syarat produksi domestik. Selama itu belum terjadi, router yang benar-benar memenuhi definisi “buatan Amerika” masih sangat sulit ditemukan di pasar umum.







