Badan Kepegawaian Daerah Jawa Tengah meminta para pemburu lowongan CASN tetap waspada terhadap calo yang menawarkan jalan pintas. Peringatan itu muncul karena hingga kini formasi CASN belum dibuka sama sekali oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
BKD Jateng menegaskan, pembukaan seleksi masih menunggu instruksi resmi dari Badan Kepegawaian Negara dan Kementerian PAN-RB. Kondisi ini membuat informasi yang beredar di luar kanal resmi rawan dimanfaatkan oknum untuk menipu pencari kerja.
Pelaksana Tugas Kepala BKD Jateng, Dhoni Widianto, mengatakan pihaknya sudah merampungkan usulan analisis kebutuhan pegawai pada awal tahun ini. Namun, keputusan pelaksanaan seleksi tetap berada di tangan Kementerian PAN-RB dan BKN.
Dhoni menyebut, belum ada kepastian apakah rekrutmen CASN akan berjalan pada akhir 2026 atau bergeser ke 2027. BKD juga belum bisa menyampaikan kuota final karena dokumen usulan masih harus melalui proses penyaringan di BKN.
Mayoritas ASN Jateng kini bukan PNS
Data kepegawaian terbaru menunjukkan jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencapai 61.620 orang per Juni 2026. Dari jumlah itu, komposisinya didominasi PPPK dan PPPK Paruh Waktu yang mencapai 54 persen.
Sementara itu, PNS masih berjumlah sekitar 46 persen dari total ASN di lingkungan Pemprov Jateng. Komposisi ini menunjukkan perubahan struktur kepegawaian yang cukup besar di daerah tersebut.
BKD Jateng meminta masyarakat tidak mudah percaya pada kabar penerimaan pegawai yang beredar di luar pengumuman resmi. Setiap informasi lowongan CASN 2026 disebut hanya akan diumumkan melalui kanal digital pemerintah yang terpercaya.
Masyarakat diminta memantau portal nasional www.bkn.go.id dan portal regional www.bkd.jatengprov.go.id. Dhoni menegaskan, Pemprov Jateng tidak akan merilis informasi penerimaan pegawai sebelum ada edaran resmi dari pemerintah pusat.
Source: banyumas.tribunnews.com






