Rogervoice memperluas layanan transkripsi panggilan telepon ke Amerika Serikat setelah memperoleh sertifikasi dari Federal Communications Commission atau FCC. Sertifikasi ini memungkinkan layanan captioned calling milik perusahaan tersebut diakses gratis oleh pengguna di AS sesuai standar aksesibilitas federal.
Langkah ini penting karena Rogervoice tidak hanya menampilkan transkrip percakapan secara real-time, tetapi juga menyediakan fitur text-to-speech. Fitur itu memberi opsi bagi pengguna untuk mengetik balasan saat tidak bisa atau tidak ingin berbicara langsung selama panggilan berlangsung.
Layanan transkripsi telepon kini resmi tersedia gratis di AS
Rogervoice dikenal sebagai penyedia Internet Protocol Captioned Telephone Service atau IP CTS. Layanan ini memanfaatkan teknologi speech-to-text berkecepatan tinggi untuk mengubah isi percakapan telepon menjadi teks kata demi kata secara langsung.
Dengan sertifikasi FCC, pengguna di AS tidak perlu membayar biaya langganan atau tarif per menit untuk mengakses layanan captioned calling tersebut. Kepatuhan terhadap aturan federal juga menandai bahwa layanan ini telah memenuhi persyaratan aksesibilitas yang berlaku di pasar AS.
Keunggulan Rogervoice terletak pada kombinasi transkripsi dan text-to-speech dalam satu aplikasi. Dibanding fitur bawaan tingkat sistem operasi seperti Live Caption di Android atau Call Captions di aplikasi Samsung Phone, Rogervoice menambahkan jalur komunikasi dua arah yang lebih fleksibel bagi pengguna.
Bukan sekadar fitur tambahan di ponsel
Pada praktiknya, aplikasi ini membantu pengguna mengikuti percakapan telepon melalui teks real-time. Jika pengguna kesulitan bicara, mereka dapat mengetik respons dan sistem akan menyampaikannya melalui text-to-speech.
Model seperti ini memberi manfaat khusus bagi penyandang tuli, gangguan pendengaran, atau pengguna yang membutuhkan alternatif komunikasi suara. Dalam konteks aksesibilitas, fungsi tersebut membuat panggilan telepon tidak lagi sepenuhnya bergantung pada audio.
Pendiri Rogervoice, Olivier Jeannel, menyebut pengalaman pribadinya menjadi dasar lahirnya layanan ini. Jeannel, yang telah tuli sejak usia dua tahun, mengatakan panggilan telepon terasa sangat mengisolasi ketika audio menjadi satu-satunya pilihan komunikasi.
“Growing up, I experienced firsthand how isolating phone calls could be when audio was the only option,” kata Jeannel. Ia menambahkan bahwa peluncuran di AS menjadi langkah besar dalam misi perusahaan untuk memperluas kemandirian dan akses komunikasi yang setara.
Ekspansi AS dibarengi capaian penggunaan
Masuknya Rogervoice ke pasar AS terjadi bersamaan dengan dua pencapaian besar perusahaan. Aplikasi itu disebut telah melampaui 10 juta panggilan ber-caption, sekaligus memulai operasi di Amerika Serikat.
Ekspansi ini juga memberi ruang bagi perusahaan untuk lebih mudah menavigasi regulasi dan kepatuhan privasi di AS. Selain itu, kehadiran lokal dinilai membantu Rogervoice membangun lebih banyak kemitraan di negara tersebut.
Menurut perusahaan, Rogervoice saat ini mendukung lebih dari 100 bahasa di lebih dari 50 negara. Jangkauan itu menunjukkan bahwa kebutuhan akan captioned calling tidak terbatas pada satu pasar atau satu kelompok bahasa saja.
Penggunaan harian menunjukkan kebutuhan nyata
Data penggunaan yang dibagikan perusahaan menunjukkan layanan ini dipakai secara rutin. Hampir 55 persen pengguna Rogervoice melakukan setidaknya satu hingga dua panggilan per hari.
Sementara itu, 24 persen pengguna disebut melakukan lebih dari lima panggilan setiap hari. Perusahaan menilai pola itu sebagai tanda bahwa captioned calling mulai menjadi alat komunikasi harian yang esensial, bukan sekadar pilihan terakhir.
Respons pengguna juga menjadi salah satu indikator penerimaan pasar. Rogervoice menyebut telah mengumpulkan lebih dari 2.000 ulasan bintang lima.
Salah satu pengguna menyampaikan bahwa layanan tersebut mengubah pengalaman berkomunikasi lewat telepon secara drastis. “I am 68 years old and unable to understand any conversations, even with my hearing aids… Phone calls are a disaster for me… I have now come back to life, and I’m able to enjoy my conversations with anyone who phones me,” ujar pengguna itu.
Aksesibilitas telepon jadi fokus utama
Di tengah hadirnya berbagai fitur caption pada perangkat seluler, sertifikasi FCC memberi posisi berbeda bagi Rogervoice di pasar AS. Status itu bukan hanya soal legalitas layanan gratis, tetapi juga memperkuat peran aplikasi sebagai solusi aksesibilitas telepon yang dirancang khusus.
Bagi pengguna yang bergantung pada transkripsi real-time dan opsi mengetik balasan, kehadiran Rogervoice di AS membuka akses yang lebih luas tanpa biaya tambahan. Dengan dukungan lebih dari 100 bahasa dan penggunaan harian yang tinggi, layanan ini menonjol sebagai alat komunikasi yang semakin relevan untuk kebutuhan percakapan telepon yang inklusif.
Source: www.androidpolice.com






