5 Samsung Galaxy S Yang Turun Harga Paling Worth It Di 2026, Flagship Kelas Atas Kini Lebih Masuk Akal!

Harga Samsung Galaxy S yang turun di 2026 membuat banyak pembeli mulai melirik kembali lini flagship lama. Sejumlah model kini menawarkan performa tinggi, kamera premium, dan fitur kelas atas dengan harga yang jauh lebih masuk akal.

Situasi ini membuat Samsung Galaxy S berubah dari ponsel mahal menjadi opsi yang lebih rasional bagi pengguna yang mengejar value. Di tengah banyaknya HP baru di kelas menengah, beberapa model Galaxy S masih unggul dalam kualitas layar, kamera, dan kestabilan performa.

Galaxy S25 Ultra masih paling kuat di kelasnya

Galaxy S25 Ultra tetap berada di posisi teratas untuk pengguna yang mencari performa dan kamera terbaik. Harga yang sebelumnya berada di sekitar Rp23 juta kini turun ke kisaran Rp17 jutaan.

Perangkat ini memakai Snapdragon 8 Elite yang sangat kencang untuk gaming berat, editing video, dan multitasking intensif. Di sisi kamera, sensor utama 200 MP dan lensa ultrawide 50 MP membuatnya tetap menonjol untuk hasil foto dan video.

Fitur perekaman video profesional juga menjadi nilai tambah yang sulit disaingi. Meski begitu, baterai 5.000 mAh dan fast charging 45W masih terasa standar jika dibandingkan dengan kelas harganya.

Galaxy S24 Ultra tetap relevan untuk produktivitas

Bagi yang ingin flagship besar dengan harga lebih rendah, Galaxy S24 Ultra masih sangat layak dilirik. Harganya kini turun ke sekitar Rp14 jutaan, sehingga posisinya makin menarik di pasar second maupun unit baru yang masih tersedia.

Layar 6,8 inci dan dukungan S Pen membuatnya kuat untuk kerja, mencatat, dan aktivitas produktivitas lain. Chipset Snapdragon 8 Gen 3 juga masih sangat bertenaga untuk kebutuhan modern.

Kamera periskop dan telefoto pada model ini masih kompetitif untuk kebutuhan fotografi harian. Kekurangannya lebih pada desain yang terasa sudah familiar, bukan pada kemampuan inti perangkat.

Galaxy S25 cocok untuk yang suka bodi ringkas

Galaxy S25 menjadi pilihan menarik bagi pengguna yang ingin ponsel compact tanpa mengorbankan performa. Layarnya berukuran 6,2 inci dengan bodi yang lebih tipis, tetapi tetap membawa Snapdragon 8 Elite yang sudah dioptimalkan.

Perangkat ini juga dilengkapi fitur AI seperti circle to search dan peningkatan kamera melalui ProVisual Engine. Kombinasi itu membuat pengalaman penggunaan terasa lebih modern dan praktis.

Namun, baterai 4.000 mAh menjadi kompromi yang perlu dipertimbangkan untuk pengguna dengan aktivitas tinggi. Untuk banyak orang, ukuran ringkasnya justru menjadi alasan utama memilih model ini.

Galaxy S25 versi tipis bawa fitur premium lengkap

Varian Galaxy S25 dengan bodi super tipis sekitar 5,8 mm menawarkan desain premium sekaligus performa tinggi. Model ini juga dibekali RAM besar, WiFi 7, dan Samsung DeX untuk mendukung fleksibilitas kerja.

Kamera utama hingga 200 MP membuatnya tetap mampu menghasilkan foto dan video berkualitas tinggi. Dukungan update OS hingga 7 tahun juga memperkuat nilai jangka panjangnya.

Meski begitu, kapasitas baterainya relatif kecil. Karena itu, model ini lebih cocok untuk pengguna yang mengutamakan desain, fitur, dan ekosistem kerja daripada daya tahan panjang.

Galaxy S25 FE jadi opsi paling terjangkau

Galaxy S25 FE muncul sebagai pilihan paling worth it untuk pembeli dengan budget lebih ketat. Harganya berada di kisaran Rp8 jutaan, menjadikannya pintu masuk paling murah ke lini Galaxy S.

Walau memakai Exynos 2400, performanya masih cukup untuk multitasking dan gaming menengah. Bodi premium, sertifikasi IP68, dan kamera depan 12 MP membuatnya tetap terasa seperti flagship murah.

Fast charging 45W juga memberi peningkatan penting, meski adaptor dijual terpisah. Di kelas harga ini, paket yang ditawarkan terasa sangat menarik bagi pengguna yang ingin fitur flagship tanpa membayar terlalu mahal.

Kenapa Galaxy S lama masih menarik di 2026

Seluruh lini Galaxy S yang turun harga ini masih unggul karena memakai chipset kelas flagship seperti Snapdragon 8 Elite dan Snapdragon 8 Gen 3. Untuk kebutuhan 2026, performa itu masih sangat mumpuni dan belum cepat usang.

Fitur seperti Samsung DeX, AI canggih, layar AMOLED 120 Hz, dan dukungan update panjang ikut menjaga relevansinya. Karena itu, banyak model flagship lama justru kini terasa lebih bernilai dibanding ponsel baru di harga yang sama.

Terkait