Samsung menegaskan bahwa smartphone kini bukan lagi sekadar alat komunikasi, melainkan bagian dari rutinitas harian generasi muda. Lewat pendekatan berbasis kecerdasan buatan atau Awesome Intelligence, perusahaan ingin menghadirkan pengalaman yang lebih relevan untuk bekerja, berkreasi, dan berkomunikasi.
Dalam penjelasan resminya, Samsung melihat gaya hidup digital anak muda terus berubah karena aktivitas mereka makin terhubung dengan ponsel. Dari situ, muncul pola kreativitas baru yang disebut extended creativity, yakni proses kreatif yang tidak berhenti di satu momen, tetapi terus berkembang dan menyatu dengan keseharian.
AI sebagai penopang aktivitas harian
Samsung menempatkan AI sebagai elemen penting dalam penggunaan smartphone modern. Teknologi ini tidak hanya ditujukan untuk memudahkan pencarian informasi, tetapi juga untuk membantu pengguna mengelola aktivitas secara lebih efisien.
Sejumlah fitur yang disorot antara lain Circle to Search, Voice Transcription, AI Select, dan Read Aloud. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk mempercepat akses informasi, memahami konten, dan mendukung cara kerja yang lebih praktis di layar ponsel.
Ada juga teknologi Seamless Action Across Apps yang membuat perpindahan tugas antar aplikasi terasa lebih lancar. Fitur ini menjadi bagian dari upaya Samsung untuk menyesuaikan smartphone dengan kebiasaan multitasking generasi muda.
Galaxy A57 5G untuk ritme yang lebih cepat
Untuk menjawab kebutuhan itu, Samsung menghadirkan Galaxy A57 5G sebagai perangkat yang ditujukan bagi pengguna dengan mobilitas tinggi. Ponsel ini disebut memiliki desain paling tipis dan ringan di lini Galaxy A, sehingga lebih nyaman digunakan dalam aktivitas padat.
Selain desain, Samsung juga menonjolkan peningkatan performa dan manajemen suhu yang lebih baik. Kombinasi ini diarahkan agar perangkat tetap mendukung produktivitas dan kreativitas dalam penggunaan harian.
Galaxy A37 5G fokus pada kreativitas visual
Berbeda dari Galaxy A57 5G, Galaxy A37 5G diarahkan untuk mendukung kebutuhan kreatif pengguna. Samsung membekalinya dengan fitur AI seperti Edit Suggestion dan Object Eraser untuk membantu proses penyuntingan foto.
Perangkat ini juga diposisikan sebagai ponsel yang mampu menghasilkan foto portrait dan foto malam hari dengan kualitas tinggi. Hasilnya dapat langsung dibagikan, sesuai kebiasaan generasi muda yang aktif mengunggah konten visual di media sosial.
Dukungan jangka panjang jadi perhatian
Selain fitur dan desain, Samsung menekankan pentingnya keberlanjutan penggunaan perangkat. Dua model terbaru ini mendapat dukungan hingga enam generasi pembaruan perangkat lunak agar tetap relevan mengikuti kebutuhan pengguna.
Langkah itu menunjukkan bahwa Samsung tidak hanya menyoroti kemampuan teknis, tetapi juga umur pakai perangkat dalam jangka panjang. Dengan pendekatan tersebut, pengalaman smartphone premium ingin dibuat lebih dekat dan lebih terjangkau bagi lebih banyak pengguna, tanpa terbatas pada lini flagship.
Source: www.medcom.id