EZQuest memperkenalkan lini baru Pro Series USB-C hub yang ditujukan untuk pengguna MacBook Neo sekaligus perangkat lain seperti Mac, Windows, dan Linux. Kehadiran aksesori ini menjadi relevan karena MacBook Neo hanya membawa satu port USB-C 3.2 dan satu USB 2.0, sehingga ruang ekspansi perangkat tergolong terbatas.
Di tengah kebutuhan kerja yang makin bergantung pada monitor eksternal, penyimpanan tambahan, dan pengisian daya, hub seperti ini menawarkan solusi praktis. EZQuest merilis tiga varian, yakni 5-in-1, 8-in-1, dan 12-in-1, dengan desain ringkas agar mudah dibawa ke kantor maupun disimpan di saku celana.
Fokus pada perluasan konektivitas
Lini Pro Series dirancang untuk menambah fungsi port pada laptop yang minim koneksi fisik. Setiap model membawa casing ringan dan kabel USB-C atau USB 4 yang bisa dilepas, sehingga meja kerja terlihat lebih rapi dan penggunaan sehari-hari terasa lebih fleksibel.
Kabelnya memakai lapisan braided nylon dan strain relief untuk membantu meningkatkan ketahanan. EZQuest juga menyertakan garansi dua tahun pada seluruh model Pro Series, yang memberi nilai tambah bagi pengguna yang mencari perangkat pendamping laptop untuk pemakaian jangka panjang.
Model 8-in-1 jadi sorotan utama
Dari tiga varian yang diumumkan, model 8-in-1 menempati posisi paling menonjol. EZQuest mematok perangkat ini di harga $149.99, dan susunannya mencakup tiga port USB 4 serta satu port USB-C Power Delivery 3.0 di satu sisi.
Di sisi lainnya, hub ini menyediakan empat port USB-C Gen 2. Dengan konfigurasi tersebut, perangkat ini bisa digunakan untuk menghubungkan layar eksternal 8K pada refresh rate 30Hz melalui salah satu port USB 4, atau menjalankan dua monitor 4K 60Hz pada Windows, Linux, Android, dan Chrome OS.
Pembatasan muncul saat hub dipakai bersama laptop macOS. Fitur dua layar hanya berjalan pada MacBook dengan chip M1, M2, M3 Pro dan Max, serta semua chip M4, M5, dan generasi setelahnya, sehingga MacBook Neo tidak termasuk di dalamnya. EZQuest menyebut model ini menggunakan chipset Intel Hoover Ridge JHL8140 USB4/TB4.
Varian 5-in-1 lebih cocok untuk MacBook Neo
Jika melihat kebutuhan MacBook Neo yang port-nya sangat terbatas, model 5-in-1 justru tampak paling pas untuk pengguna yang mengejar fungsi dasar dengan harga lebih rendah. EZQuest menjual varian ini seharga $35.99 dan menyertakan satu port USB-A 3.0, satu port USB-C Power Delivery 3.0, dua port USB-A 2.0, serta satu HDMI 4K 60Hz.
Konfigurasi tersebut membantu pengguna menambah konektivitas penting tanpa harus membeli perangkat yang terlalu kompleks. Model ini juga hadir dalam pilihan warna Space Black dan White, sehingga tetap selaras dengan perangkat kerja modern.
Pilihan 12-in-1 untuk kebutuhan port yang lebih lengkap
Di sisi lain, EZQuest menyiapkan 12-in-1 sebagai opsi yang lebih kaya fitur dengan harga $89.99. Hub ini membawa dua port USB-C, tiga port USB-A, port Ethernet dengan indikator LED, slot SDHC dan Micro SDHC 3.0, serta jack audio 3.5mm dengan dukungan mikrofon.
Selain itu, perangkat ini juga memiliki port USB-C PD 3.0 dan dua output HDMI 4K 60Hz. Kombinasi tersebut membuat 12-in-1 menjadi opsi yang lebih menarik bagi pengguna yang membutuhkan banyak jenis koneksi dalam satu perangkat portabel.
Ketersediaan dan target pengguna
EZQuest menjual Pro Series Hub melalui situs resmi www.ezq.com dan toko Amazon milik EZQuest. Dengan tiga pilihan harga dan konfigurasi yang berbeda, lini ini menyasar kebutuhan yang bervariasi, mulai dari pengguna MacBook Neo yang hanya butuh ekspansi dasar hingga pengguna yang memerlukan konektivitas lebih lengkap untuk bekerja lintas perangkat.
Pendekatan EZQuest terlihat menyesuaikan tren penggunaan laptop tipis yang mengorbankan jumlah port demi desain yang lebih ringkas. Dalam konteks itu, Pro Series hadir sebagai aksesori yang berupaya menutup kekurangan konektivitas tanpa membuat perangkat kerja menjadi lebih rumit.







