5 Proyek 3D Printer Bersama Raspberry Pi Yang Mengubah Build Biasa Menjadi Gadget Hidup, Dari Casing Hingga Robot

Author: Qoo Media

3D printer dan Raspberry Pi sering disebut sebagai pasangan ideal untuk proyek teknologi kreatif. Keduanya memungkinkan pembuatan perangkat ringkas yang fungsional, mulai dari pelindung komponen hingga robot kecil yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Di komunitas pencetakan 3D seperti Printables dan Thingiverse, banyak pengguna memadukan keduanya untuk membangun proyek yang lebih kompleks. Hasilnya bukan sekadar hiasan, melainkan perangkat yang benar-benar bisa dipakai, selama ada keterampilan tambahan seperti pemrograman Python, perakitan elektronik, dan pemasangan layar digital.

Pelindung yang lebih aman untuk Raspberry Pi

Salah satu proyek paling berguna adalah casing snap-fit untuk Raspberry Pi. Perangkat Raspberry Pi memang terkenal serbaguna, tetapi papan sirkuitnya terbuka dan relatif rentan jika dipakai untuk banyak eksperimen.

Pengguna Printables bernama Sneaks merancang casing 3D printed yang kokoh dan bisa dipasang tanpa baut. Desain ini juga menyediakan opsi kipas pendingin bawaan dan slot untuk layar OLED kecil, sehingga cocok untuk build yang butuh perlindungan sekaligus tampilan informasi tambahan.

Yang membuat proyek ini menarik adalah cara perakitannya yang sederhana. Setelah bagian dicetak, Raspberry Pi tinggal dimasukkan lalu semua sambungan dikunci dengan sistem kait, tanpa perangkat keras tambahan.

Kamera yang bisa diatur sesuai kebutuhan

Proyek berikutnya membantu pengguna yang kerap memantau proses pencetakan dari berbagai sudut. Mount kamera artikulasi ini memakai bagian cetak 3D, modul Raspberry Pi, dan lensa kamera terpisah untuk menghasilkan pemantauan yang fleksibel.

Sneaks merancang dudukan ini karena sering harus memindahkan kamera saat printer bekerja. Struktur sambungan berongga dan bertumpuk membuat panjang perangkat bisa disesuaikan, sehingga posisi pandang dapat dibuat lebih pendek atau lebih panjang sesuai kebutuhan.

Untuk mengubah arah kamera, baut pengunci cukup dilonggarkan terlebih dahulu, lalu dikencangkan kembali setelah sudutnya pas. Pembuat desain ini juga menyarankan penggunaan bahan PETG dengan infill lebih besar saat mencetak baut, karena bagian itu bisa terlalu rapuh jika dibuat dengan material yang tidak sesuai.

Komputer klasik dalam bentuk baru

Bagi yang menyukai nuansa retro, casing Raspberry Pi bergaya desktop 286 menawarkan pendekatan yang lebih bernostalgia. Proyek ini meniru komputer lawas lengkap dengan tower dan monitor tebal, tetapi bagian dalamnya diisi Raspberry Pi modern.

Pembuatnya, Fantasticmrdavid, menempatkan Raspberry Pi di dalam tower lalu menjalankan DOSBox dari kartu SD yang dimasukkan lewat slot floppy disk di bagian depan. Layar HDMI kecil dipasang di monitor, sedangkan bagian belakang tower menyediakan akses untuk USB dan Ethernet.

Rancangan ini membuat Raspberry Pi terasa seperti komputer lama yang hidup kembali. Selain menarik secara visual, perangkat ini juga cocok untuk bermain gim petualangan klasik bergaya point-and-click.

Pip-Boy yang berfungsi penuh

Proyek lain yang menonjol datang dari dunia gim dan budaya pop. Raspberry Pi Pip-Boy 3000 MKIV dibuat mendekati versi yang muncul di Fallout 4, lengkap dengan layar aktif dan tombol mekanis.

Thingiverse user Adafruit merancang casing ini dengan isi berupa Raspberry Pi, display Adafruit PiTFT, amplifier audio, speaker, rotary switch analog, dan baterai 2200mAh. Tombol putar di bagian atas memungkinkan navigasi menu seperti di dalam gim, sementara port Raspberry Pi tetap bisa diakses lewat potongan khusus pada casing.

Perangkat ini juga bisa digunakan untuk menampilkan peta dalam gim dan memutar musik dari soundtrack. Kombinasi tampilan ikonik dan fungsi nyata membuat proyek ini menjadi salah satu contoh paling kuat dari perpaduan desain 3D dan komputer mini.

Robot kecil yang bisa dikendalikan dari perangkat lain

Di tingkat yang lebih ambisius, Raspberry Pi dan printer 3D juga dapat dipakai untuk membangun robot. ZeroBot Pro, karya Wingman94 atau Max Kern, adalah robot kecil bercetak 3D yang bisa bergerak dengan roda berartikulasi dan dikendalikan secara nirkabel.

Proyek yang awalnya dibuat untuk Hackaday ini memakai sistem operasi rumahan yang dimuat ke kartu SD di dalam Raspberry Pi. Pengguna bisa mengontrolnya lewat PC atau smartphone, sementara kamera di bagian depan menampilkan apa yang dilihat robot melalui antarmuka sederhana.

Ada juga port pengisian daya di belakang bodinya, sehingga robot mudah diisi ulang saat baterainya habis. Desain seperti ini menunjukkan bahwa printer 3D tidak hanya berguna untuk membuat casing, tetapi juga untuk membangun perangkat bergerak yang benar-benar operasional.

Kombinasi 3D printer dan Raspberry Pi membuka ruang besar bagi proyek yang praktis sekaligus kreatif. Dari casing snap-fit, dudukan kamera, komputer retro, replika Pip-Boy, hingga robot pengendali jarak jauh, semuanya menunjukkan bahwa modifikasi kecil pada desain fisik bisa mengubah Raspberry Pi menjadi perangkat yang jauh lebih menarik dan fungsional.

Terbaru