Video hands-on pertama dari dummy iPhone Fold Ultra memicu perhatian besar karena memberi gambaran paling jelas sejauh ini tentang ponsel lipat pertama Apple. Perangkat ini disebut-sebut akan meluncur bersama lini iPhone 18 dan diposisikan sebagai salah satu proyek iPhone paling ambisius Apple.
Sorotan utamanya bukan sekadar bentuk lipat, tetapi pendekatan Apple yang tampak fokus pada bodi tipis, layar besar, dan desain yang tetap minimalis. Jika detail yang beredar akurat, iPhone Fold Ultra bisa menjadi langkah penting Apple untuk masuk ke pasar ponsel lipat yang selama ini didominasi nama lain.
Desain yang mulai terlihat
Dari bocoran model dan video hands-on yang dibagikan Talks Daily Tech, iPhone Fold Ultra dikabarkan mengusung format book-style foldable. Perangkat dibuka secara horizontal dan saat terbentang menampilkan rasio 4:3, dengan karakter yang disebut mirip iPad mini.
Layar luarnya disebut berada di kisaran 5,3 hingga 5,5 inci. Saat dibuka, panel dalamnya membesar ke 7,6 hingga 7,8 inci, memberi area yang lebih luas untuk multitasking, bermain gim, dan konsumsi media.
Resolusi layar dalam dikabarkan mencapai 2713 x 1920 dengan panel Flexible LTPO+ OLED. Sementara layar penutup disebut memakai OLED 2088 x 1422 dan tampil lebih pendek, tetapi lebih lebar dibanding iPhone standar.
Salah satu klaim paling menarik ada pada desain lipatan layar. Panel bagian dalam disebut dirancang nyaris tanpa bekas lipatan berkat penggunaan ultra-thin structural glass mid-frame dan perekat optik khusus.
Apple juga dikabarkan tetap mempertahankan bahasa desain yang bersih. Varian warna awal yang muncul adalah putih, dengan kemungkinan opsi hitam atau abu-abu.
Ada pula perubahan tata letak fisik yang cukup mencolok. Tombol volume disebut dipindahkan ke sisi atas, berbeda dari susunan tradisional iPhone, sebagai penyesuaian terhadap bentuk lipat perangkat ini.
Bodi tipis, material premium
Ketebalan menjadi salah satu fokus utama dari bocoran spesifikasi. iPhone Fold Ultra disebut memiliki profil sekitar 4,5 mm saat terbuka dan sekitar 9,5 mm saat dilipat.
Material yang dipakai juga mengarah ke kelas premium. Rangka luar disebut menggunakan titanium alloy, komponen internal aluminium untuk pembuangan panas, dan mekanisme engsel berbahan liquid metal atau amorphous alloy.
Pendekatan ini memperlihatkan upaya untuk menyeimbangkan kekuatan struktur dan efisiensi termal. Dalam kategori perangkat lipat, kombinasi material seperti ini berpotensi menjadi nilai jual utama jika benar diterapkan Apple.
Kamera dan autentikasi biometrik
Bagian kamera belakang disebut memakai modul ganda horizontal. Konfigurasinya meliputi kamera utama 48MP wide dan kamera 48MP ultra-wide, disertai LED flash serta mikrofon.
Bocoran juga menyebut tidak ada lensa telefoto. Alasan yang beredar adalah keterbatasan ketebalan pada desain awal, sehingga Apple disebut memprioritaskan profil bodi tetap ramping.
Untuk kamera depan, perangkat ini dikabarkan membawa dua kamera selfie. Layar luar disebut memiliki punch-hole camera 18MP atau 24MP, sedangkan layar dalam diperkirakan memakai under-display camera 24MP agar panel terlihat lebih mulus.
Sistem biometrik juga disebut berubah. Face ID dikabarkan absen karena panel yang terlalu tipis untuk menampung array TrueDepth, sehingga Touch ID disebut kembali hadir dan ditanam di tombol power samping.
Perangkat ini juga disebut tidak membawa action button seperti iPhone flagship terbaru. Langkah itu mengindikasikan Apple mungkin memilih tata kontrol yang lebih sederhana demi menyesuaikan ruang internal dan desain lipat.
Performa, baterai, dan konektivitas
Di sektor dapur pacu, iPhone Fold Ultra dikabarkan akan memakai chip A20 Pro berbasis proses 2nm dari TSMC. Chip ini disebut dibangun dengan teknologi Wafer-level Multi-Chip Module untuk peningkatan efisiensi yang besar.
Kapasitas memorinya disebut mencapai 12GB LPDDR5 RAM. Opsi penyimpanan yang beredar meliputi 256GB, 512GB, dan 1TB.
Kapasitas baterai diperkirakan berada di rentang 5.400 hingga 5.800 mAh dengan desain split-cell. Angka itu disebut sebagai yang terbesar yang pernah dibawa iPhone, sementara sisi kiri perangkat dikabarkan dibersihkan dari tombol demi memaksimalkan ruang sel baterai.
Untuk konektivitas, perangkat ini disebut memakai modem 5G kustom Apple C2, Wi‑Fi 7, dan dukungan internet data satelit penuh. Fitur satelit itu disebut melampaui fungsi Emergency SOS dasar.
Posisi pasar dan dampaknya
iPhone Fold Ultra diperkirakan menjadi iPhone termahal Apple. Harga awal yang beredar berada di kisaran $1,999 hingga $2,200, menegaskan posisinya sebagai produk premium dengan fokus pada inovasi perangkat keras.
Aksesori pihak ketiga juga dikabarkan mulai bersiap menyambut perangkat ini. Sinyal itu menunjukkan ekspektasi pasar terhadap kehadiran Apple di kategori ponsel lipat sudah mulai terbentuk bahkan sebelum produk resmi diumumkan.
Jika peluncurannya benar terjadi pada September 2026 bersama seri iPhone 18, Apple akan masuk ke segmen yang telah lebih dulu diisi Samsung dan Huawei. Kehadiran iPhone Fold Ultra berpotensi mengubah arah persaingan, terutama jika Apple berhasil menghadirkan desain lipat yang tipis, layar nyaris tanpa crease, dan pengalaman penggunaan yang lebih matang.
