Fedora 44 Tertahan Lagi, Bug Installer dan KDE Memaksa Rilis Mundur Kedua Kali

Fedora 44 kembali mengalami penundaan peluncuran setelah tim pengembang belum menyelesaikan sejumlah bug yang dikategorikan sebagai blocker. Jadwal rilis yang semula ditargetkan pada pertengahan April kini bergeser lagi ke 28 April setelah dua kali ditunda.

Penundaan ini terjadi karena ada masalah yang dianggap cukup serius untuk menahan rilis final. Dalam proses Fedora, versi baru tidak akan diluncurkan selama bug yang masuk kategori blocker masih belum dibereskan.

Rilis tertahan karena bug blocker

Laporan yang dirujuk dari Linuxiac menyebut Fedora 44 awalnya dijadwalkan meluncur pada 14 April. Jadwal itu lalu mundur ke 21 April, sebelum akhirnya bergeser lagi ke 28 April.

Istilah blocker bug mengacu pada cacat perangkat lunak yang dinilai cukup kritis oleh komunitas Fedora. Bug seperti ini diajukan, lalu diputuskan bersama apakah layak menjadi penghalang rilis atau tidak.

Jika sebuah bug disetujui sebagai blocker, perbaikannya menjadi syarat sebelum sistem operasi dirilis. Pendekatan ini menunjukkan Fedora memilih menjaga stabilitas rilis dibanding memaksakan jadwal.

Sikap itu sejalan dengan reputasi Fedora sebagai distro Linux yang menekankan kualitas dan keandalan. Karena itu, penundaan justru dipandang sebagai langkah pencegahan agar pengguna tidak menerima versi yang masih bermasalah.

Empat bug telah dikonfirmasi

Saat ini ada empat bug blocker yang sudah dikonfirmasi. Masalah-masalah itu menyentuh proses instalasi, pengaturan keyboard pada Plasma, dan deteksi media penyimpanan berbasis btrfs.

Berikut daftar bug yang disebut dalam pelacak blocker Fedora 44:

  1. 2458907 – anaconda
    Instalasi sistem gagal saat menyimpan file konfigurasi dan kickstarts, dengan pesan error: “NoneType object has no attribute ‘path’”.

  2. 2448283 – plasma-setup
    Saat pengguna memilih tata letak keyboard non-ASCII, sistem seharusnya otomatis menambahkan US English sebagai layout kedua, tetapi perilaku ini tidak berjalan semestinya.

  3. 2453216 – plasma-setup
    Halaman pemilihan keyboard di plasma-setup menampilkan pra-pilihan yang keliru. Jika bahasa sistem adalah English (US), yang muncul selalu English (US), sementara pada kondisi lain bisa tidak menampilkan apa pun.

  4. 2458901 – python-blivet
    Konfigurasi incomplete spanned btrfs membuat Anaconda tidak melihat drive, lalu aplikasi bisa crash saat melakukan pemindaian ulang.

Dua bug berada pada status ON_QA dan ditandai sedang dalam tahap pengujian. Satu bug instalasi juga diberi label testing, yang menunjukkan perbaikan sedang diverifikasi sebelum bisa dianggap aman untuk rilis.

Dampak ke installer dan edisi KDE

Dari empat bug tersebut, dua area yang paling menonjol adalah installer Anaconda dan proses setup berbasis Plasma. Ini penting karena keduanya langsung menyentuh pengalaman awal pengguna saat memasang atau mengonfigurasi sistem.

Bug pada installer berpotensi membuat instalasi gagal total. Sementara masalah pada pengaturan keyboard di KDE atau Plasma dapat mengganggu konfigurasi dasar, terutama bagi pengguna yang memakai layout non-ASCII.

Masalah btrfs juga tidak bisa dianggap ringan. Jika drive tidak terdeteksi atau installer justru crash saat pemindaian ulang, risiko kegagalan instalasi menjadi terlalu besar untuk diabaikan.

Masih ada potensi penundaan tambahan

Selain empat blocker yang sudah dikonfirmasi, masih ada empat bug lain yang sedang diajukan sebagai proposed blockers. Jika nantinya disetujui, daftar pekerjaan sebelum rilis akan bertambah.

Dua isu yang ikut disebut adalah layar hitam pada ThinkPad X1 Carbon Gen 13 dan koneksi Wi‑Fi yang lambat di laptop tertentu. Jika kedua masalah ini masuk daftar blocker resmi, Fedora 44 bisa kembali menghadapi penundaan berikutnya.

Situasi ini membuat jadwal 28 April belum sepenuhnya aman. Selama bug kritis belum selesai dan proses verifikasi belum tuntas, komunitas Fedora masih dapat memilih menahan rilis.

Bagi pengguna, perkembangan ini menunjukkan bahwa proses kontrol kualitas pada Fedora berjalan ketat. Fokus utamanya bukan sekadar mengejar tanggal peluncuran, melainkan memastikan Fedora 44 hadir tanpa membawa masalah besar pada installer, setup KDE, dan komponen penyimpanan penting seperti btrfs.

Source: www.xda-developers.com
Exit mobile version