Nokia 9 PureView Di 2026 Masih Layak Diburu, Atau Cuma Koleksi Nostalgia?

Author: Qoo Media

Di tengah ponsel modern yang makin seragam, Nokia 9 PureView masih memancing rasa penasaran karena pendekatannya yang berbeda. Perangkat ini tidak hanya dikenal sebagai ponsel, tetapi juga sebagai percobaan berani Nokia dalam menghadirkan kamera yang tidak mengikuti pakem umum.

Bagi sebagian orang, pertanyaan tentang kelayakan Nokia 9 PureView di era sekarang tidak hanya soal performa, tetapi juga soal nilai historis dan daya tarik desain. Di tahun 2026, ponsel ini lebih sering dipandang sebagai barang koleksi atau perangkat untuk eksplorasi fotografi daripada alat utama untuk kebutuhan harian.

Desainnya masih terasa khas

Secara visual, Nokia 9 PureView tampil dengan karakter yang sulit disamakan dengan ponsel lain. Susunan lima kamera di bagian belakang langsung membedakannya dari mayoritas perangkat masa kini yang cenderung memakai modul kamera besar dan menonjol.

Bodi yang rata tanpa tonjolan kamera juga menjadi daya tarik tersendiri. Dalam lanskap ponsel saat ini, desain seperti ini terasa segar karena memberi kesan rapi dan futuristik sekaligus.

Lima kamera, namun bukan untuk semua orang

Nama PureView pada perangkat ini merujuk pada pendekatan fotografi yang serius. Nokia membekalinya dengan lima kamera 12 MP yang bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan detail yang kompleks, terutama pada foto monokrom asli.

Pendekatan tersebut memang menarik bagi pengguna yang suka mengutak-atik hasil foto. Namun, di sisi lain, proses pengambilan gambar masih terasa lebih lambat dibandingkan ponsel flagship modern yang mengutamakan hasil instan.

Kelemahan lain muncul dari ketiadaan lensa ultrawide dan telephoto khusus. Di saat fitur seperti itu sudah menjadi standar, pengguna Nokia 9 PureView perlu lebih banyak bermain manual untuk mendapatkan hasil yang sesuai harapan.

Sensor sidik jari dan pengalaman pakai

Salah satu fitur yang sempat menjadi sorotan adalah under-display fingerprint scanner. Pada awal kemunculannya, fitur ini dikenal belum terlalu konsisten, tetapi pembaruan perangkat lunak terakhir disebut membuat akurasinya membaik hingga sekitar 90%.

Meski begitu, pengalaman membuka kunci layar tetap tidak secepat sensor ultrasonik yang umum ditemui di ponsel kelas atas saat ini. Hal ini membuat Nokia 9 PureView terasa lebih menarik sebagai objek nostalgia teknologi daripada perangkat yang paling praktis untuk dipakai sehari-hari.

Masih layak dibeli di 2026?

Jawabannya sangat bergantung pada tujuan pembelian. Jika yang dicari adalah ponsel utama untuk produktivitas harian, Nokia 9 PureView bukan pilihan paling kuat karena ada model lain yang dinilai lebih reliabel, termasuk Nokia 8.1 dan perangkat yang lebih baru.

Namun, perangkat ini masih punya tempat bagi kolektor gadget yang ingin menyimpan bagian dari sejarah inovasi Nokia. Ponsel ini juga menarik bagi penggemar fotografi yang ingin mengeksplorasi file RAW dan mencari karakter gambar yang berbeda dari hasil olahan AI ponsel modern.

Nokia 9 PureView pada akhirnya tetap berdiri sebagai simbol keberanian untuk tampil beda. Di tahun 2026, nilai utamanya bukan lagi sekadar spesifikasi, melainkan identitasnya sebagai salah satu eksperimen kamera paling ambisius yang pernah dibawa ke pasar ponsel.

Terbaru