Valve Benahi VRAM Linux, Alan Wake II di RX 6500 XT 4GB Melonjak Hampir 3 Kali Lipat

Author: Qoo Media

Perbaikan baru untuk pengelolaan VRAM di Linux dilaporkan mampu memberi lonjakan performa besar pada sebagian game, terutama di kartu grafis dengan memori terbatas. Pada Radeon RX 6500 XT 4GB, peningkatan paling mencolok terlihat pada Alan Wake II yang naik dari sekitar 14 FPS menjadi sekitar 41 FPS.

Temuan ini menarik karena masalah utamanya bukan sekadar kekuatan GPU, melainkan cara sistem memindahkan data saat VRAM penuh. Sebelum perbaikan tersebut, Linux disebut tidak memiliki konteks yang cukup untuk menentukan data aplikasi mana yang seharusnya tetap bertahan di VRAM GPU.

Apa yang diperbaiki Valve di Linux

Menurut ringkasan informasi dari artikel referensi, perbaikan ini membantu kernel Linux menghindari pengusiran data game yang sedang aktif dari VRAM. Sistem kini bisa lebih memahami aplikasi mana yang berada di foreground ketika ruang VRAM harus dikosongkan.

Dalam kondisi lama, data game yang sedang dimainkan bisa saja dipindahkan ke RAM, sementara data dari aplikasi lain tetap bertahan di memori grafis. Contoh yang disebut adalah sebuah jendela Google Chrome dapat tetap menempati VRAM, padahal game yang aktif justru kehilangan prioritas.

Perubahan ini dikaitkan dengan alat baru yang dirilis Natalie Vock, kontraktor Valve. Solusi tersebut mempertimbangkan beberapa faktor, termasuk jendela yang sedang aktif digunakan, untuk menentukan data mana yang dipindahkan saat VRAM mulai sesak.

Dampaknya pada Radeon RX 6500 XT 4GB

Pengujian yang dirujuk berasal dari kanal YouTube NJ Tech. Benchmark dilakukan pada Radeon RX 6500 XT dengan sistem CachyOS, lalu opsi “Install GPU boosters” diaktifkan untuk menjalankan perbaikan tersebut.

Hasilnya tidak merata di semua judul. Sebagian game hanya mencatat kenaikan kecil, tetapi beberapa judul memperlihatkan dampak yang cukup besar hingga bisa mengubah pengalaman bermain dari nyaris tidak layak menjadi jauh lebih masuk akal.

Berikut ringkasan hasil benchmark yang disebut dalam sumber:

Game Pengaturan Booster Nonaktif Booster Aktif
Alan Wake II 1080p Low, FSR 2 Quality ~14 FPS ~41 FPS
Resident Evil: Requiem 1080p Lowest, Max Upscaling ~67 FPS ~78 FPS
Silent Hill f 1080p Low, TAA ~47 FPS ~50 FPS
Crimson Desert 1080p Low, No Upscale ~45 FPS ~45 FPS
Cyberpunk 2077 1080p Low, High Texture ~49 FPS ~49 FPS
Hogwarts Legacy 1080p Medium, TAA High ~60 FPS ~61 FPS
The Last of Us Part II 1080p Low, TAA Native ~51 FPS ~51 FPS

Dari daftar itu, Alan Wake II menjadi contoh paling ekstrem. Rata-rata frame rate hampir tiga kali lipat, sehingga kasus ini menunjukkan bahwa manajemen VRAM bisa menjadi bottleneck yang sangat besar pada GPU 4GB.

Tidak semua game akan ikut melonjak

Meski hasil pada beberapa game tampak impresif, data yang tersedia juga menegaskan bahwa ini bukan solusi ajaib untuk semua judul. Cyberpunk 2077, Crimson Desert, dan The Last of Us Part II tidak menunjukkan perubahan berarti dalam benchmark tersebut.

Sebaliknya, judul yang sudah relatif playable hanya mendapat tambahan kecil. Hogwarts Legacy misalnya naik dari sekitar 60 FPS menjadi 61 FPS, sementara Silent Hill f bergerak dari sekitar 47 FPS ke 50 FPS.

Pola ini memberi gambaran bahwa manfaat terbesar muncul saat game benar-benar terhambat oleh tekanan VRAM. Jika kinerja sebuah game dibatasi faktor lain, seperti beban shader, CPU, atau optimasi engine, perbaikan ini tampaknya tidak otomatis mengangkat FPS secara besar.

Mengapa temuan ini penting

Radeon RX 6500 XT dikenal memiliki VRAM 4GB, kapasitas yang bisa cepat penuh pada game modern. Dalam situasi seperti itu, keputusan sistem operasi tentang data mana yang harus tetap berada di memori grafis menjadi sangat penting bagi kelancaran frame rate.

Itu sebabnya peningkatan besar pada sejumlah game lebih relevan daripada sekadar rata-rata kenaikan kecil. Untuk perangkat kelas entry-level dengan VRAM terbatas, perubahan cara Linux memprioritaskan data aktif bisa menjadi pembeda antara game yang tersendat dan game yang masih layak dimainkan.

Artikel referensi juga menekankan bahwa manfaat utama perbaikan ini kemungkinan bukan menaikkan performa semua game yang sudah lancar. Nilainya justru lebih terasa pada judul-judul yang sebelumnya tampil buruk karena data game aktif ikut terusir dari VRAM saat sistem kehabisan ruang.

Jika pola benchmark ini berlanjut di lebih banyak judul, pengguna Linux dengan GPU 4GB bisa melihat lebih sedikit lonjakan pada game yang sudah stabil. Namun pada game yang paling berat dan sensitif terhadap kapasitas VRAM, pembaruan seperti ini berpotensi menjadi salah satu peningkatan praktis paling penting untuk menjaga performa tetap dapat dimainkan.

Source: www.xda-developers.com
Terbaru