Perbedaan Kecil Yang Mengubah Segalanya, Enter, Shift, Dan Simbol Pada Keyboard Ini Ternyata Tak Sama

Perbedaan keyboard Amerika dan Inggris terlihat jelas meski keduanya sama-sama memakai tata letak QWERTY. Perbedaan paling mudah dikenali ada pada bentuk tombol Enter, ukuran Shift kiri, dan letak beberapa simbol penting di papan ketik.

Di Amerika Serikat dan Kanada, keyboard yang paling umum mengikuti standar ANSI dari American National Standards Institute. Di Inggris dan sebagian besar Eropa, keyboard biasanya memakai standar ISO dari International Organization for Standardization, yang membuat susunan tombolnya sedikit berbeda.

Bentuk tombol yang paling mudah dibedakan

Tombol Enter menjadi petunjuk paling cepat untuk membedakan keduanya. Pada keyboard ISO, Enter berbentuk tegak dan menyerupai huruf “L” terbalik, sedangkan pada keyboard ANSI bentuknya memanjang mendatar.

Shift kiri juga berbeda. Pada keyboard Amerika, tombol ini panjang dan horizontal, sementara pada keyboard Inggris ukurannya lebih pendek karena ada satu tombol tambahan di antara Shift dan tombol “Z”.

Tambahan tombol itu membuat keyboard Inggris ukuran penuh memiliki 105 tombol, sedangkan format Amerika punya 104 tombol. Namun, jumlah ini bisa sedikit berbeda tergantung model dan platform perangkat.

Letak simbol tidak sama

Perbedaan lain muncul pada posisi simbol yang sering dipakai saat mengetik. Pada keyboard Inggris, simbol “£” biasanya ada di tombol angka 3, sedangkan “$” dan “€” berada di tombol angka 4.

Pada keyboard Amerika, tombol angka 3 umumnya hanya menampilkan simbol “$”. Susunan simbol lain seperti “@”, tanda petik, hash, backslash, dan tilde juga tidak berada di posisi yang sama antara kedua layout.

Keyboard Inggris menempatkan karakter “@” bersama apostrof, sementara tanda kutip ada pada tombol 2. Di keyboard Amerika, “@” berbagi tombol dengan angka 2, sedangkan apostrof dan tanda kutip berada di tombol lain.

Fitur tambahan pada keyboard ISO

Keyboard ISO juga memiliki tombol Alt Gr, yaitu tombol untuk mengetik karakter khusus di PC. Fitur ini tidak biasanya ditemukan pada keyboard ANSI.

Kehadiran tombol tambahan dan variasi simbol ini membuat pengguna yang pindah dari satu layout ke layout lain sering perlu beradaptasi. Perbedaan kecil pada posisi tombol bisa memengaruhi kebiasaan mengetik, terutama saat sering menggunakan tanda baca dan simbol mata uang.

Mengapa perbedaannya bisa muncul

Asal-usulnya terkait sejarah keyboard yang berkembang dari mesin tik. Mesin tik modern pertama kali lahir di Amerika Serikat pada abad ke-19, sehingga desain awalnya paling cocok dengan kebutuhan bahasa Inggris Amerika.

Saat perangkat itu menyebar ke wilayah lain, tiap kawasan menyesuaikan tata letak sesuai kebutuhan bahasa dan penggunaan setempat. Inggris dan Eropa kemudian mengembangkan layout yang lebih sesuai untuk simbol-simbol bahasa dan kebutuhan regional mereka.

Di sisi lain, keyboard Amerika cenderung lebih menonjolkan simbol dolar dan elemen teknis yang umum dipakai di pasar AS. Keyboard Eropa, termasuk yang digunakan di Inggris, lebih menyesuaikan kebutuhan bahasa dan simbol mata uang yang dipakai di kawasan tersebut.

Standarisasi oleh ANSI dan ISO akhirnya membuat perbedaan ini bertahan hingga era komputer. Akibatnya, walaupun keduanya tampak mirip dari jauh, detail susunan tombol masih menunjukkan asal dan fungsi regional yang berbeda.

Saat membersihkan atau mengganti keyboard, perbedaan ANSI dan ISO biasanya langsung terlihat pada bentuk Enter, ukuran Shift, serta posisi simbol seperti “£”, “@”, dan tanda kutip. Itulah sebabnya keyboard Amerika dan Inggris tetap punya identitas yang jelas meski sama-sama memakai dasar QWERTY.

Berita Terkait

Back to top button