Kabar soal Asus ExpertBook Ultra makin kuat menjelang peluncurannya. Laptop bisnis ini disebut akan hadir sebagai perangkat premium yang menonjolkan bobot super ringan, performa AI, dan daya tahan untuk mobilitas tinggi.
Meski belum diumumkan resmi, bocoran spesifikasi dan kisaran harga sudah mulai beredar. Informasi yang muncul menempatkan ExpertBook Ultra sebagai kandidat laptop profesional bagi eksekutif, pekerja kreatif, dan pelaku industri yang membutuhkan perangkat tipis namun bertenaga.
Desain tipis dan sangat ringan
Salah satu sorotan utama ada pada desain fisiknya. Asus ExpertBook Ultra dikabarkan memiliki bobot di bawah 1 kilogram, sehingga masuk kategori sangat ringan untuk kelas laptop bisnis premium.
Ketebalannya juga disebut hanya sekitar 11 mm. Kombinasi itu mempertegas posisinya sebagai ultrabook yang ditujukan untuk pengguna dengan mobilitas kerja tinggi.
Material bodinya memakai magnesium-aluminium. ASUS juga disebut memadukannya dengan lapisan nano-ceramic agar perangkat tetap ringan, tangguh, dan lebih tahan gores.
Bocoran lain menyebut laptop ini sudah mengantongi sertifikasi MIL-STD-810H. Standar tersebut identik dengan ketahanan terhadap berbagai kondisi ekstrem, sehingga menambah nilai jual di segmen profesional.
Fokus pada komputasi AI
Di sektor performa, ExpertBook Ultra dikabarkan memakai prosesor Intel Core Ultra Series terbaru. Chip ini dirancang untuk mendukung kebutuhan komputasi modern yang mulai mengandalkan fitur berbasis kecerdasan buatan.
Dukungan NPU atau Neural Processing Unit menjadi bagian penting dari paket ini. Kemampuannya disebut mencapai puluhan TOPS, yang membuat laptop ini dinilai siap menangani asisten pintar, pengolahan data otomatis, hingga multitasking berat.
Konfigurasi tersebut menunjukkan arah yang diambil ASUS. ExpertBook Ultra tidak hanya diposisikan sebagai laptop tipis, tetapi juga sebagai perangkat kerja yang siap masuk ke era PC berbasis AI.
Untuk urusan grafis, bocoran spesifikasi menyebut adanya Intel Arc Graphics. Solusi ini dinilai cukup untuk kebutuhan visual profesional ringan sampai menengah, termasuk pekerjaan presentasi visual dan sebagian proses editing konten.
Memori besar dan layar premium
Asus disebut menyiapkan RAM hingga 64GB LPDDR5x. Penyimpanan internalnya juga sudah memakai SSD generasi terbaru berkecepatan tinggi.
Kombinasi itu membuat perangkat ini diperkirakan mampu menjalankan beban kerja berat. Mulai dari pengolahan data dalam skala besar hingga kebutuhan editing konten, semuanya diarahkan agar tetap lancar di perangkat yang tipis.
Bagian layar juga menjadi nilai jual penting. ExpertBook Ultra dikabarkan mengusung panel OLED beresolusi hingga 3K dengan refresh rate 120Hz.
Tingkat kecerahannya disebut mencapai 1400 nits. Layar ini juga disebut memiliki sertifikasi akurasi warna tinggi, sehingga relevan bagi desain grafis dan produksi konten visual.
Baterai panjang dan konektivitas modern
Untuk kebutuhan kerja seharian, baterainya disebut berkapasitas sekitar 70Wh. Dalam bocoran yang beredar, daya tahannya diklaim bisa menembus lebih dari 20 jam penggunaan.
ASUS juga disebut membekali fitur fast charging. Pengisian daya hingga 50 persen dikabarkan bisa dilakukan dalam sekitar 30 menit, sebuah fitur yang penting untuk pekerja dengan jadwal padat.
Di sisi konektivitas, ExpertBook Ultra tidak hanya mengandalkan desain. Laptop ini disebut sudah mendukung Thunderbolt 4, HDMI 2.1, dan Wi-Fi 7.
Fitur keamanan juga disebut berada di level enterprise. Pendekatan ini menunjukkan bahwa ASUS membidik pengguna korporat dan profesional yang membutuhkan perlindungan data sekaligus fleksibilitas kerja modern.
Prediksi harga Asus ExpertBook Ultra
Pertanyaan terbesar saat ini adalah soal harga. Sampai sekarang, ASUS belum mengumumkan banderol resminya untuk pasar global maupun Indonesia.
Namun, sejumlah bocoran memprediksi Asus ExpertBook Ultra akan dijual di kisaran Rp25 juta hingga Rp40 juta. Perbedaan harga itu diperkirakan bergantung pada konfigurasi memori, penyimpanan, dan spesifikasi lain yang dipilih.
Kisaran tersebut menempatkannya di segmen laptop premium. Jika bocoran spesifikasinya akurat, harga itu dinilai sejalan dengan material ringan, layar OLED kelas atas, prosesor Intel Core Ultra, dan fokus besar pada fitur AI.
Dengan posisi seperti itu, ExpertBook Ultra berpotensi menyasar kalangan profesional, eksekutif, hingga kreator digital. Pengumuman resmi dari ASUS kini menjadi penentu untuk memastikan harga final, konfigurasi yang tersedia, dan jadwal rilisnya di Indonesia.







